MENGATASI GODAAN PRA-NIKAH

Sumber

Teh Sasa, saya seorang akhwat yang rajin pergi ke pengajian umum. Calon suami saya juga sering hadir di pengajian yang sama. Alhamdulillah, kami berkenalan di pengajian tersebut dan sekarang saya sudah dikhitbah.

Insya Allah, dua bulan lagi kami akan menikah. Permasalahannya, saat kami jalan bersama, dia suka memegang tangan saya dan memeluk secara agresif. Setiap diberi tahu (bahwa hal itu dilarang), dia malah lebih berani dan menyengajakannya. Bagaimana solusinya ya teh agar saya tidak tergoda dan kebablasan sebelum menikah?
More

Advertisements

Lamaranmu Kutolak!!!

Source

Mereka, lelaki dan perempuan yang begitu berkomitmen dengan agamanya. Melalui ta’aruf yang singkat dan hikmat, mereka memutuskan untuk melanjutkannya menuju khitbah. Sang lelaki, sendiri, harus maju menghadapi lelaki lain: ayah sang perempuan.

Dan ini, tantangan yang sesungguhnya. Ia telah melewati deru pertempuran semasa aktivitasnya di kampus, tetapi pertempuran yang sekarang amatlah berbeda. Sang perempuan, tentu saja siap membantunya. Memuluskan langkah mereka menggenapkan agamanya. Maka, di suatu pagi, di sebuah rumah, di sebuah ruang tamu, seorang lelaki muda menghadapi seorang lelaki setengah baya, untuk ‘merebut’ sang perempuan muda, dari sisinya.

“Oh, jadi engkau yang akan melamar itu?” tanya sang setengah baya.
“Iya, Pak,” jawab sang muda. More

AKHWAT MODIS IKHWAN GENIT

source : dari milis sebelah

Friday, April 23, 2010 at 8:55am
Inih ada tulisan menarik, kelihatannya diambil dari sebuah buku karya Martina Rahmi.
Semoga bermanfaat bagi mereka yg remaja dan juga yg ‘mengaku remaja’ , bagi mereka yg punya anak remaja, juga bagi kita semua.

Hmmmm…begitu tipis dan lembutnya perangkap syaithan dalam ‘merayu’ manusia tuk mengikuti ‘iklan-iklan’ mereka.

QS. Al A’raf 16 -17 :
[16]Iblis menjawab: “Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus, [17]kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (taat). More

Sadar Dengan Sebuah Kehilangan

source

dakwatuna.com – “Orang yang pandai adalah yang senantiasa mengoreksi diri dan menyiapkan bekal kematian. Dan orang yang rendah adalah yang selalu menurutkan hawa nafsu dan berangan-angan kepada Allah.” (At-Tirmidzi)

Maha Besar Allah Yang menghidupkan bumi setelah matinya. Air tercurah dari langit membasahi tanah-tanah yang sebelumnya gersang. Aneka benih kehidupan pun tumbuh dan berkembang. Sayangnya, justru manusia mematikan sesuatu yang sebelumnya hidup.

Tanpa terasa, kita sudah begitu boros terhadap waktu More

Pacaran again..!!

Pacaran dalam Islam

Kamis, 02/07/2009 16:04 WIBapakah benar dalam islam di perbolehkan pacaran,…???? padahal sudah jelas dlm AL-Quran tidak di terangkan nya adanya pacaran itu! tapi ada sebagian yang menyatakan bahwa pacaran boleh2 aja……

Syla

Source

More

Kecenderungan Hati (khitbah Langsung Vs Melalui Perantara)

Sourcenya disini,

Kasus 1:

Assalamualaikum wr wb

Wahai ibu yang di rahmati Allah, Bu, dalam tujuan hidup sya yang telah saya rencanakan, sya berniat untuk menikah inysa Alllah 6 bulan-satu tahun lagi. Alhamdulillah saya berkomitmen untuk tidak pacaran dan sebenarnya saya telah menyukai seorang akhwat yang luar biasa shalelahnya.
Dalam suatu kesempatan saya membaca situs Islami bahwa apabila kita sudah siap untuk menikah maka lakukan dengan cara yang baik, yakni bisa dengan cara langsung, atau dengan perantara.

Pertanyaan saya bu, apakah benar Islam memperbolehkan kita untuk menyatakannya secara langsung kepada pihak perempuan. Syukron

Erik

Kasus 2:

Assalamualaikam, Bu Siti yang saya hormati, Langsung saja ya bu,

  1. Bolehkah saya menentukan sendiri/memilih saya calon isteri saya? Maksudnya bolehkah tanpa dicarikan guru ngaji (tentu saja tidak pacaran).
  2. Boleh kah saya mengajak akhwat taaruf atau bahkan khitbah secara langsung? Tanpa perantara. More

“Do u Wanna Know About Pacaran??” II

Lanjutan yang ini :

Sumbernya disini

Bapak memberikan saya dua pertanyaan ini:

1. Apa kau punya data lain (yang ilmiah) mengenai “definisi pacaran yang memang berlaku di masyarakat umum”?

2. Apakah kau punya data obyektif mengenai efek buruk istilah ini?

Jawabannya: Ya, saya punya.

Saya melakukan observasi berupa pengamatan lapangan dan survey yang dilakukan terhadap puluhan responden berusia 19-21 tahun. Tapi, sebelum saya memberikan hasil observasi saya, saya ingin berkomentar tentang satu hal dari tulisan “Ciuman: PR untuk penentang pacaran Islami”. Kita mulai dari hal yang paling mendasar: definisi. Sebenarnya, apa definisi “mendekati zina” yang Bapak maksudkan?. Masalahnya, jika kita ingin mengaitkan dengan apakah pacaran itu mendekati zina atau tidak, maka kita harus tahu hal-hal seperti apa yang disebut “mendekati zina”. Jika aktivitas-aktivitas yang mendekati zina hanya seperti ciuman dan persenggamaan, maka data yang Bapak berikan valid dan tidak bisa dibantah. Karena sejujurnya kita masih bisa berbangga terhadap kultur ketimuran yang cenderung santun yang masih cukup melekat dalam budaya kita, sehingga, ciuman dan seks bukanlah hal yang mudah dilakukan bagi sepasang sejoli yang belum terikat pernikahan. Nah, karena itu, saya mencoba menurunkan standar aktivitas “mendekati zina” itu beberapa tingkat. Salah satunya, yang saya anggap sebagai hal yang mendekati zina adalah berpegangan tangan. More

Previous Older Entries