Cintaku Hanya Untuk…

Sumber

Akhwatmuslimah.com – Wah judul yang bisa jadi kontroversial nih, kayak artis aja. Yupz, cinta… Pasti memakai hati kalo bicara tentang hal yang satu ini. Lima huruf itu yang bisa membuat seorang ikhwan atau pun akhwat menggelepar-gelepar tak tertahankan. Apalagi kalau tidak bisa disalurkan pada tempat yang semestinya. Bisa membuat pusing tujuh puluh keliling kalo dipendam sendiri. Atau bisa menghasilkan rindu yang tidak tertahankan bila terlalu jauh jarak…

Ups..!! STOP..!! Ntar dulu… Ini kita lagi membicarakan cinta yang mana? Yang level Halal… Yang level menengah… Atau bahkan yang level hina… Mari kita jabarkan satu persatu.

Cinta yang halal dan tertinggi jelas-jelas hanya untuk Allah dan Rosulnya, tiada yang lain. Kecintaan yang begitu mendalam dari seorang hamba terhadap Robb-nya akan menghasilkan sebuah energi yang sangat dahsyat yang berimbas pada meningkatnya kualitas keimanannya. Cinta tersebut akan menghasilkan jiwa-jiwa yang pantang menyerah dan rela berkorban. Allah mencintai hambanya yang mencintainya. Allah dekat dengan hambanya yang senantiasa berusaha dekat dengannya. Cinta tersebut akan menimbulkan kesadaran dalam diri hambanya bahwa hidup ini hanyalah untuk mencintai dan merefleksikan cintanya kepada-Nya dengan bentuk ibadah.

Cinta yang level menengah adalah mencintai keluarga, saudara seiman, dan sesama makhluk hidup. Keluarga adalah orang-orang yang terdekat dengan kita, tempat kita pertama kali bertemu dan berkumpul. Ibu dan Ayah merupakan orang-orang yang sangat berjasa dalam kehidupan kita. Ada seorang sahabat bertanya kepada Rosululloh SAW; “Siapakah orang yang harus aku hormati setelah Allah dan Engkau ya Rosul?” lalu Rosul menjawab “Ibumu” sampai tiga kali, lalu setelah itu Rosul menjawab “Ayahmu”. Dengan adanya hadits ini jelaslah bahwa berbakti kepada orang tua adalah suatu keharusan. Menuruti perintahnya atau bahkan tidak mengatakan “Ah..!!” ketika kita disuruh. Menjaga perasaan keduanya seperti kita tidak ingin ada seseorang yang menyakiti hati kita. Sungguh-sungguh tidak ada yang bisa kita perbuat untuk membalas jasa mereka, yang kita bisa lakukan terbaik adalah berbakti kepada mereka dengan sepenuh hati. Memperlakukan mereka seperti yang Allah dan Rosul perintahkan.

Cinta yang ketiga adalah cinta yang hina. Kenapa bisa dikatakan hina dan rendah, karena cinta ini menyebabkan kita lupa akan Allah dan membuat kita melanggar aturan-aturan yang telah Allah tetapkan. Banyak sekali contoh yang bisa kita dapatkan dari kehidupan sekarang. Salah satunya adalah cinta kepada lawan jenis yang tidak tertahankan. Mungkin kalau lingkupnya adalah masyarakat muda-mudi di Indonesia dan dunia sudah bisa kita lihat dengan jelas dan tidak perlu lagi ada penjelasan disini. Yang ingin saya tekankan disini adalah beberapa kasus yang menimpa aktivis-aktivis yang dulunya memiliki tingkat militansi dan penjagaan hijab yang tinggi, namun sekarang mengendur dan mencair bahkan bercampur.

Fenomena di lapangan banyak ikhwah yang lepas kendali maupun tarbiyahnya hanya karena masalah yang sebenarnya mereka sudah fahami bahwa hal ini TIDAK BOLEH. Mengendurkan hijab hanya karena takut semakin bertambahnya umur namun belum jua mendapatkan jodoh. Atau berusaha memberikan SINYAL-SINYAL kepada lawan jenis dengan maksud untuk dilihat dan dipertimbangkan kehadirannya. Kenapa bisa begini??? Setelah keluar kampus malah menjadi seseorang yang ahli sms romantis, ahli telepon berdalih da’wah, atau bahkan ahli berlama-lama bersolek diri.

Kawan, sudah saatnya dan bahkan sudah seharusnya kita selalu berbenah diri. Allah telah menjanjikan bahwa wanita yang baik akan mendapatkan lelaki yang baik pula, begitupun sebaiknya. Namun percayakah kita akan janji Allah tersebut? Sudah Khusnudzonkah kita kepada Allah? Tidak perlu dijawab dengan untaian kata-kata, tunjukkan dengan sikap dan perbuatanmu.
Wallohua’lam bishowab… (DAI)

Advertisements

4 Comments (+add yours?)

  1. uswa
    Nov 20, 2011 @ 08:59:15

    alhamdulillah undah sekali postingannya…

    Reply

  2. Sony Surya Kusuma
    Nov 23, 2011 @ 06:47:44

    apakah bisa dikatakan cinta klo kita melupakan salah satunya?

    brati harusnya tidak ada cinta yang hina..

    cinta ya cinta, kok bisa pake embel2 hina, klo dari awal ga cinta ya bukan cinta namanya kan?

    admin :
    mungkin maksudnya gini.. terkadang orang dengan mudahnya menggunakan kata “cinta” untuk mendapatkan/ mencari cara agar syahwat mereka tersalurkan dengan cara yang tidak baik. dan “celakanya” tidak semua orang paham akan tanda-tanda “cinta” yang baik dan benar itu seperti apa. Tulisan diatas salah satu diantara sekian tulisan yang insyaAllah membantu kita untuk lebih dalam lagi dalam mengenali dan memaknai cinta.

    Reply

  3. pera wati yaya
    Dec 06, 2011 @ 07:36:38

    sip…….kelri lbih bnyak lgi dong tentang islaminya……….sy sngat buth banget,,,,,

    Reply

  4. adam synister
    Feb 26, 2012 @ 10:35:28

    tadinya saya merasa bete jadi jomblo tapi setelah baca tulisan diatas, hati saya agak tenang karna sesungguhnya saya sedikit menjauhi dari perbuatan zinah..thanks for all..

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: