Lamaranmu Kutolak!!!

Source

Mereka, lelaki dan perempuan yang begitu berkomitmen dengan agamanya. Melalui ta’aruf yang singkat dan hikmat, mereka memutuskan untuk melanjutkannya menuju khitbah. Sang lelaki, sendiri, harus maju menghadapi lelaki lain: ayah sang perempuan.

Dan ini, tantangan yang sesungguhnya. Ia telah melewati deru pertempuran semasa aktivitasnya di kampus, tetapi pertempuran yang sekarang amatlah berbeda. Sang perempuan, tentu saja siap membantunya. Memuluskan langkah mereka menggenapkan agamanya. Maka, di suatu pagi, di sebuah rumah, di sebuah ruang tamu, seorang lelaki muda menghadapi seorang lelaki setengah baya, untuk ‘merebut’ sang perempuan muda, dari sisinya.

“Oh, jadi engkau yang akan melamar itu?” tanya sang setengah baya.
“Iya, Pak,” jawab sang muda.

“Engkau telah mengenalnya dalam-dalam? ” tanya sang setengah baya
sambil menunjuk si perempuan.
“Ya Pak, sangat mengenalnya, ” jawab sang muda, mencoba meyakinkan.

“Lamaranmu kutolak. Berarti engkau telah memacarinya sebelumnya? Tidak bisa. Aku tidak bisa mengijinkan pernikahan yang diawali dengan model seperti itu!” balas sang setengah baya.

Si pemuda tergagap, “Enggak kok pak, sebenarnya saya hanya kenal sekedarnya saja, ketemu saja baru sebulan lalu.”

“Lamaranmu kutolak. Itu serasa ‘membeli kucing dalam karung’ kan, aku tak mau kau akan gampang menceraikannya karena kau tak mengenalnya. Jangan-jangan kau nggak tahu aku ini siapa?” balas sang setengah baya,
keras.

Ini situasi yang sulit. Sang perempuan muda mencoba membantu sang lelaki muda. Bisiknya, “Ayah, dia dulu aktivis lho.”

“Kamu dulu aktivis ya?” tanya sang setengah baya.
“Ya Pak, saya dulu sering memimpin aksi demonstrasi anti Orba di Kampus,” jawab sang muda, percaya diri.

“Lamaranmu kutolak. Nanti kalau kamu lagi kecewa dan marah sama
istrimu, kamu bakal mengerahkan rombongan teman-temanmu untuk mendemo rumahku ini kan?”
“Anu Pak, nggak kok. Wong dulu demonya juga cuma kecil-kecilan. Banyak
yang nggak datang kalau saya suruh berangkat.”

“Lamaranmu kutolak. Lha wong kamu ngatur temanmu saja nggak bisa, kok mau ngatur keluargamu?”

Sang perempuan membisik lagi, membantu, “Ayah, dia pinter lho.”
“Kamu lulusan mana?”

“Saya lulusan Teknik Elektro UGM Pak. UGM itu salah satu kampus
terbaik di Indonesia lho Pak.”

“Lamaranmu kutolak. Kamu sedang menghina saya yang cuma lulusan STM ini tho? Menganggap saya bodoh kan?”

“Enggak kok Pak. Wong saya juga nggak pinter-pinter amat Pak. Lulusnya saja tujuh tahun, IPnya juga cuma dua koma Pak.”

“Lha lamaranmu ya kutolak. Kamu saja bego gitu gimana bisa mendidik
anak-anakmu kelak?”

Bisikan itu datang lagi, “Ayah dia sudah bekerja lho.”
“Jadi kamu sudah bekerja?”
“Iya Pak. Saya bekerja sebagai marketing. Keliling Jawa dan Sumatera
jualan produk saya Pak.”
“Lamaranmu kutolak. Kalau kamu keliling dan jalan-jalan begitu, kamu
nggak bakal sempat memperhatikan keluargamu.”

“Anu kok Pak. Kelilingnya jarang-jarang. Wong produknya saja nggak
terlalu laku.”

“Lamaranmu tetap kutolak. Lha kamu mau kasih makan apa keluargamu,
kalau kerja saja nggak becus begitu?”

Bisikan kembali, “Ayah, yang penting kan ia bisa membayar maharnya.”
“Rencananya maharmu apa?”

“Seperangkat alat shalat Pak.”

“Lamaranmu kutolak. Kami sudah punya banyak. Maaf.”

“Tapi saya siapkan juga emas satu kilogram dan uang limapuluh juta Pak.”

“Lamaranmu kutolak. Kau pikir aku itu matre, dan menukar anakku dengan
uang dan emas begitu? Maaf anak muda, itu bukan caraku.”

Bisikan, “Dia jago IT lho Pak”

“Kamu bisa apa itu, internet?”

“Oh iya Pak. Saya rutin pakai internet, hampir setiap hari lho Pak
saya nge-net.”

“Lamaranmu kutolak. Nanti kamu cuma nge-net thok. Menghabiskan
anggaran untuk internet dan nggak ngurus anak istrimu di dunia nyata.”

“Tapi saya ngenet cuma ngecek imel saja kok Pak.”

“Lamaranmu kutolak. Jadi kamu nggak ngerti Facebook, Blog, Twitter,
Youtube? Aku nggak mau punya mantu gaptek gitu.”

Bisikan, “Tapi Ayah…”

“Kamu ke sini tadi naik apa?”
“Mobil Pak.”

“Lamaranmu kutolak. Kamu mau pamer tho kalau kamu kaya. Itu namanya
Riya’. Nanti hidupmu juga bakal boros. Harga BBM kan makin naik.”

“Anu saya cuma mbonceng mobilnya teman kok Pak. Saya nggak bisa nyetir”

“Lamaranmu kutolak. Lha nanti kamu minta diboncengin istrimu juga? Ini
namanya payah. Memangnya anakku supir?”

Bisikan, “Ayahh..”

“Kamu merasa ganteng ya?”
“Nggak Pak. Biasa saja kok”
“Lamaranmu kutolak. Mbok kamu ngaca dulu sebelum melamar anakku yang cantik ini.”
“Tapi pak, di kampung, sebenarnya banyak pula yang naksir kok Pak.”

“Lamaranmu kutolak. Kamu berpotensi playboy. Nanti kamu bakal selingkuh!”

Sang perempuan kini berkaca-kaca, “Ayah, tak bisakah engkau tanyakan
soal agamanya, selain tentang harta dan fisiknya?”

Sang setengah baya menatap wajah sang anak, dan berganti menatap sang
muda yang sudah menyerah pasrah.

“Nak, apa adakah yang engkau hapal dari al-Quran dan Hadits?”

Si pemuda telah putus asa, tak lagi merasa punya sesuatu yang berharga.
Pun pada pokok soal ini ia menyerah, jawabnya, “Pak, dari tiga puluh
juz saya cuma hapal juz ke tiga puluh, itupun yang pendek-pendek saja.
Hadits-pun cuma dari Arba’in yang terpendek pula.”

Sang setengah baya tersenyum, “Lamaranmu kuterima anak muda. Itu
cukup. Kau lebih hebat dariku. Agar kau tahu saja, membacanya saja
pun, aku masih tertatih.”

Mata sang muda ikut berkaca-kaca.

Advertisements

30 Comments (+add yours?)

  1. fkvfkv
    Aug 22, 2010 @ 04:09:09

    nice post!
    boleh share?

    admin :

    alhamdulillah.. silahkan, ini juga nge-share punya orang :).

    Reply

  2. ervyta
    Sep 05, 2010 @ 13:02:16

    tulisannya bagus… i like it…

    Reply

  3. asmaul chusna
    Sep 06, 2010 @ 13:40:42

    cendol gan ^^
    😀

    admin :

    makasih gan…. ups :).

    Reply

  4. baburinix!
    Sep 07, 2010 @ 12:39:25

    luar biasa!
    aku kira si pemuda sudah tak bisa melakukan apa-apa lagi, selain harus merelakan kekasihnya.
    ternyata sang orangtua sangat bijaksana dlam memberikan pelajaran buat calon mantunya….hehehehe

    izin copy paste ya!

    Reply

  5. rackhelsa shirazi
    Sep 15, 2010 @ 20:25:17

    i like it
    ………

    Aku Sangat Suka
    Boleh Di Copy Paste Ya….????

    admin;

    silahkan.. dan jangan lupa mencantumkan sumber aslinya ya (punya kang O. sholihin ) 🙂 .

    Reply

  6. goglagh
    Sep 20, 2010 @ 10:12:34

    Mantaaaafff…ijin share ya

    admin;
    silahkan.. dan jangan lupa mencantumkan sumber aslinya ya (punya kang O. sholihin ) 🙂 .

    Reply

  7. GIE...
    Sep 22, 2010 @ 11:34:52

    i like thiss…..
    uaapik tenan..,,

    Reply

  8. nyurian
    Oct 23, 2010 @ 05:54:05

    mantebh kang solihin. ijin nyebarin yaaaah 🙂

    nyurian.wordpress.com

    Reply

  9. nelynol
    Oct 26, 2010 @ 23:02:00

    hehehhe,… nice post.
    ijin share ya^^

    Reply

  10. khoiriyah
    Oct 29, 2010 @ 13:40:41

    cinta itu…

    Ketika aku salah…
    Dia selalu maafkan aku…

    Ketika aku marah
    Dia selalu tersenyun untukku,,

    Ketika aku sakit,
    Dia selalu beikan yang terbaik untukku…

    Ketika aku pergi,,
    Dia mash ‘n akan selalu
    Menungguku,,

    Dan ketika cinta itu terganti
    Yang lain…
    Cintanya mash ‘n selalu
    Untukku…

    Karna…

    Dialah cinta itu…. !!!!

    Reply

  11. ude baha
    Oct 31, 2010 @ 17:17:09

    ane numpang silaturohim, jangan di tolak ya…. 🙂

    Reply

  12. yessika
    Nov 15, 2010 @ 12:31:57

    lucu..
    tp bgus….^^
    like it so much….

    Reply

  13. wildan
    Nov 20, 2010 @ 14:08:35

    Subhanallah…….
    akhirnya ayah wanita itu luluh dengan ilmu agama yang dimiliki pemuda….
    semoga setiap orang tua bisa memiliki sifat yang sama dengan orang tua wanita tersebut dalam melepaskan anaknya untuk seorang pemuda yang beriman..

    Reply

  14. yudha
    Nov 20, 2010 @ 22:20:13

    kang solihin, izin share yach…..
    saya banyak baca di blog ini…
    benar-benar bisa menambah wawasan agama, terutama dalam hal pacaran islami….

    terima kasih kang solihin…

    admin:
    hehe.. saya bukan kang solihin, kebetulan ngutip dari webnya kang sholihin yang sumber aslinya saya cantumkan pada kata “source”.

    anyway.. kita juga terima kasih sama kang sholihin :D.

    Reply

  15. azizah
    Nov 24, 2010 @ 09:03:02

    cerita.y kerend…
    numpang tag ya…….

    Reply

  16. Endi
    Nov 26, 2010 @ 21:35:10

    bermanfaat

    Reply

  17. buyong
    Nov 27, 2010 @ 22:42:59

    MMMuuuaannntttaaaapppp… boleh pamer di MAding kampus ga????

    admin :
    silahkan.. dicantumin ya sumber aslinya 🙂 (http://osolihin.wordpress.com/2010/01/16/lamaranmu-kutolak/).

    Reply

  18. amee
    Dec 10, 2010 @ 14:50:42

    whahahahaha gokill
    mau share ke tmen2 biar bisa nanti pas nglamar..wkwkwk..keren2…
    ^^d
    lanjutkan!!

    Reply

  19. lebay
    Dec 24, 2010 @ 19:20:43

    blum selesai bacanya

    Reply

  20. nisa
    Jan 06, 2011 @ 22:18:33

    baguss… mhn maaf sblumnya.. ijin share 🙂

    Reply

  21. kuryanti
    Jan 18, 2011 @ 12:10:36

    wehhhhhhhh
    mantaps…..

    udah b’kali kali bacanya..tapi masih asyik juga…

    Reply

  22. lucky1986
    Mar 05, 2011 @ 15:56:37

    mantap gan

    blh di copy ga…

    admin :

    silahkan 🙂

    Reply

  23. hesti riany
    Apr 03, 2011 @ 21:32:58

    ^^ ^^ ^^ cerita menarik. ikutan share ya….

    Reply

  24. Rina Faurizani
    Jun 07, 2011 @ 18:21:41

    suka bngeeeeeeeeeeettzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzz
    mau . mau maaauuu

    Reply

  25. Ummu 'Aaqilah
    Jun 12, 2011 @ 20:30:02

    assalamualaikum…
    izin share yah ukhty
    syukron jazakillah khair ^_^

    Reply

  26. rha_zahra
    Jun 16, 2011 @ 13:29:41

    Subhanallah….^_^…..bakal calonku kalo ditanyai gitu gimana prsaannya ya…??hmmm..mudah2an khitbahnya lancar…amin…^_^

    Reply

  27. Rahmat Hidayat
    Oct 23, 2011 @ 05:20:30

    gitu ya…. syukron sharingnya

    Reply

  28. widya
    Dec 14, 2011 @ 22:39:18

    lutchuu…. Klimaxnya dapet ,,!! subhanallah

    Reply

  29. Febrian Widodo
    Jan 01, 2012 @ 14:22:00

    sukron kasiron,,mhon sharingnya ya

    Reply

  30. Dadang Si Naga
    Jan 31, 2012 @ 06:59:59

    hahaha, lucu…
    gak bisa ngebayangin kalo camer nanya-nanya gitu. jadi serba salah…
    but, endingnya bagus. tidak terduga, dan begitu simple ternyata…
    d(^_^)b

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: