Tips Memilih Pasangan

Source

Antara memilih dan dipilih. Begitulah sesungguhnya hidup ini. Hal ini dikarenakan kehidupan manusia di dunia ini sering diwarnai sebuah proses pilihan hidup yang saling susul menyusul, yang selalu hadir dalam dua buah kondisi : Memilih ataukah dipilih! Dan salah satu kenyataan hidup yang tak dapat kita hindari adalah keniscayaan untuk memilih calon suami atau istri sebagai pendamping hidupnya di dunia bahkan hingga di akhirat.

Masalah Pertama Yang Harus Diperhatikan.

Dalam membentuk sebuah keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah, pemilihan pasangan hidup merupakan pintu gerbang pertama yang harus dilewati secara benar sebelum masuk kepada lembaga keluarga Islami yang sesungguhnya, sehingga perjalanan selanjutnya menjadi lebih mudah dan indah untuk dilalui.

Karena itu ajaran Islam sangat menekankan system pemilihan pasangan hidup yang berpedoman kepada nilai-nilai Islam. Tujuannya agar lelaki yang shalih akan mendapatkan wanita yang shalihah, demikian pula sebaliknya. Allah berfirman:

“Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah untuk wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula)” (QS. An Nuur: 26).

Mengapa Kita Harus Selektif?

Kecermatan memilih pasangan hidup sangat menentukan keberhasilan perjalanan seorang hamba di dunia dan akhirat. Apalagi mengingat pernikahan merupakan bentuk penyatuan dari dua lawan jenis yang berbeda dalam banyak hal, keduanya tentu memiliki kebaikan dan keburukan yang tingkatannya juga berbeda satu sama lain.

Adalah menjadi suatu hak dan kewajiban bagi setiap muslim dan muslimah untuk mencari pendamping yang benar-benar akan membuka pintu kebaikan buat dirinya dan mengundang keridhaan dari Rabb-nya dan hal ini hanya dapat dicapai bila diawali proses pemilihan calon pasangan hidup yang selektif, yang dilandasi oleh semangat Islami sebagai dasar terjadinya suatu pernikahan. Ingat! Setelah pernikahan, tidak ada pilihan lagi buat kita, kecuali dua hal: mendapatkan ketenangan yang membahagiakan rumah tangga atau memperoleh kesengsaraan yang membinasakan. Na’udzubillahi min dzaalik!

Akibat Salah Memilih

Akibat salah dalam memilih pasangan hidup, banyak pasangan suami istri yang menghadapi kesulitan dan hidupnya malah tidak bahagia, bahkan perceraian dan gonta ganti pasangan menjadi sesuatu yang sudah biasa dilakukan. Dewasa ini, begitu banyak kasus pertikaian di dalam sebuah keluarga, dari sekedar konflik yang berbentuk pertengkaran mulut sampai dengan penganiayaan fisik bahkan pembunuhan, yang disebabkan oleh kesalahan langkah awal dalam membentuk rumah tangga.

Iklim pergaulan di masyarakat kita yang memang cenderung permisif dan belum Islami, merupakan penyebab utama yang melahirkan pernikahan sebatas dorongan nafsu semata. Tolak ukur pencarian pasangan hidup jarang yang berorientasi pada nilai-nilai agama. Melainkan seringkali hanya sebatas keindahan fisik, melimpahnya materi dan mulianya status di masyarakat, atau bahkan hanya karena sudah terlanjur cinta yang telah menyebabkan mata hati menjadi buta terhadap kebaikan dan keburukan orang yang dicinta.

Apabila pernikahan terjadi hanya lantaran dorongan nafsu semacam itu, maka wajarlah jika banyak pasangan yang bertikai mereasa kesulitan menyelesaikan permasalahan rumah tangga mereka secara Islami, lantaran proses pernikahan mereka terjadi begitu saja secara naluriah, tanpa ada landasan nilai-nilai ke-Islaman yang mengawali. Lalu bagaimana mungkin akan kembali kepada Qur’an dan Sunnah, sedangkan mereka dahulunya tidak berangkat dari keduanya? Maka memilih pasangan hidup atas dasar nilai-nilai Islam adalah sikap yang penting, dan berhati-hati dalam memilih pasangan hidup menjadi suatu keharusan bagi kita, camkanlah nasehat Luqman Al Hakim berikut ini:

“Wahai anakku, takutlah terhadap wanita jahat karena dia membuat engkau beruban sebelum masanya. Dan takutlah wanita yang tidak baik karena mereka mengajak kamu kepada yang tidak baik, dan hendaklah kamu berhati-hati mencari yang baik dari mereka.”

(Begitu pula untuk Wanita berhati-hatilah dalam mencari pasangan)

Siapa Yang Harus Kita Pilih?

Islam telah mengajarkan dengan cermat atas dasar apa kita harus memilih pasangan hidup kita:

“Dinikahi wanita atas dasar empat perkara: karena hartanya, karena kecantikannya, karena keturunannya, dan k arena agamanya. Barangsiapa yang memilih agamanya, maka beruntunglah ia.” (HR. al Bukhari dan Muslim)

Maka jelaslah bagi kita bahwa ada empat dasar dalam menentukan siapa yang layak untuk kita pilih menjadi pasangan hidup kita, yakhi kekayaan, keelokan, keturunan serta akhlak dan agama. Dan di antara semuanya, maka akhlak dan agama menjadi jaminan kedamaian dan kebahagiaan, sebaliknya pengabaian bahkan pengingkaran terhadap masalah ini akan menyebabkan fitnah dan kerusakan yang besar bagi para pelakunya. Alangkah indahnya memang bila kesemuanya terkumpul pada diri seseorang hamba Allah.

Pilih Yang Taqwa, Baru Yang Lain

Yang pertama adalah perihal kekayaan

Hal ini memang utama, bahkan Rasullah saw adalah seorang dermawan yang paling banyak sedekahnya, tetapi pernikahan bukanlah sekedar transaksi perdagangan semata, bahkan Allah mengancam mereka yang menikah semata-mata karena mengharapkan kekayaan dengan kefakiran:

”Barangsiapa yang menikahi wanita karena hartanya, Allah tidak akan menambahkannya kecuali kefakiran..” (HR. Ibnu Hibban).

Yang kedua adalah keelokan

Hal ini juga memang boleh-boleh saja dan menyukai keelokan memang fitrah manusia, bahkan Allah sendiri indah dan menyukai keindahan, tetapi pernikahan pun bukan sekedar kesenangan mata belaka. Sesungguhnya keelokan merupakan karunia Allah kepada hamba-Nya, yang kelak pasti akan diambil-Nya secara perlahan dengan bertambahnya usia sang hamba. Karena memang tidak ada keelokan yang berkekalan di dunia yang fana ini.

“Janganlah kamu menikahi wanita karena kecantikannya, sebab kecantikan itu akan lenyap dan janganlah kamu menikahi mereka karena hartanya, sebab harta itu akan membuat dia sombong. Akan tetapi nikahilah mereka karena agamanya, sebab seorang budak wanita yang hitam dan beragama itu lebih utama.” (HR. Ibnu Majah).

Dan ketiga adalah keturunan,

Demikian pula hal ini juga sesuatu yang utama, tetapi pernikahan pun bukan sekedar kebanggaan silsilah yang justru bias membawa kepada penyakit ‘ashobiyah’. Bahkan Allah mengancam mereka yang menikahi seseorang hanya untuk mengejar keturunan, dengan memberikan kerendahan bukan kemuliaan.

“Barangsiapa yang menikahi wanita karena keturunannya, Allah tidak akan menambahkan kecuali kerendahan…”(HR. Ibnu Hibban)

Terakhir yang keempat adalah akhlak dan agama,

Inilah faktor yang paling utama, yang tidak boleh tidak, harus ada pada calon pasangan hidup kita. Semakin baik akhlak dan agama seseorang, maka seakan-akan semakin jelaslah kebahagiaan sebuah rumah tangga telah terbentang dihadapan kita. Akhlak dan agama disini bukanlah sebatas ilmu dan retorika atau banyaknya hapalan di kepala, melainkan mencakup ucapan dan perbuatan sebagai cerminan dari hati seseorang yang telah melekat dalam kepribadiannya, dan inilah TAQWA yang sebenarnya!.

Betapa beruntungnya menikah dengan hamba yang bertaqwa, karena ia pandai menghormati pasangan hidupnya dan sangat berhati-hati dari menzhaliminya, sebagaimana jawaban Hasan bin Ali ketika ada seseorang yang bertanya. “Aku mempunyai anak gadis, menurutmu kepada siapa aku harus menikahkannya?” Maka Hasan menjawab.” Nikahkanlah ia dengan lelaki yang bertaqwa kepada Allah. Jika lelaki itu mencintainya, maka ia akan menghormatinya, dan jika marah maka ia tidak akan menzhaliminya.

Dan sebaliknya penolakan terhadap lelaki atau wanita yang bertaqwa, bagaikan menolak kebaikan dan menggantinya dengan kerusakan:

Simaklah kedua hadits berikut ini:

: “Jika datang seorang laki-laki kepadamu (untuk melamar), sedang kau tahu ia baik akhlak dan agamanya lalu kau tolak, maka jadilah fitnah buatmu dan kerusakan yang besar,” (HR. Ibnu Majah)

: “Apabila telah dating kepadamu seorang wanita yang agama dan akhlaknya baik maka nikahilah dia. Jika engkau menikahi wanita bukan atas dasar agama dan akhlak, maka wanita itu akan menjadi fitnah dan menimbulkan kerusakan luas.”(HR. At Tirmidzi).

Akhirnya pernikahan yang ideal sesungguhnya merupakan keseimbangan dari semua faktor tersebut, dengan akhlak dan agama sebagai parameter yang paling penting, karena itu dalam memilih pasangan hidup, jangan sampai niatan kita hanya sekedar mencari kecantikan atau keturunan atau harta saja dengan meninggalkan criteria taqwa, sehingga tidak ada keberkahan yang akan kita dapatkan dalam rumah tangga kita kelak.

“Barangsiapa yang menikahi wanita karena hartanya, Allah tidak akan menambahkannya kecuali kafakiran. Barangsiapa yang mengawini wanita karena untuk memejamkan pandangannya, menjaga kemaluannya serta menjalin tali persaudaraan, niscaya Allah memberkahinya.” (HR. Ibnu Hibban).

Mempersempit Pilihan Untuk Keutamaan

Tidak jarang seseorang dihadapkan pada sekian banyak pilihan pasangan hidup yang dari segi akhlak dan agama sama dan setaraf, apalagi masalah di dalam ketaqwaan seseorang memang sulit untuk dideteksi dalam waktu yang singkat. Maka untuk mencari sebuah keutamaan, pilihan kadang memang perlu dipersempit, sebab semakin banyak pilihan maka akan semakin sulit bagi kita untuk memilih yang terbaik. Dan menurut kacamata agama yang tentunya selalu selaras dengan fitrah dan naluriah seorang insan. Ada beberapa keutamaan yang bias dipertimbangkan dalam memilih pasangan hidup.
1. Pilihan yang sekufu

“Pilihlah wanita-wanita yang akan melahirkan anak-anakmu dan nikahilah wanita yang sekufu (sederajat) dan nikahlah dengan mereka.”(HR. Ibnu Majah, Al Hakim, dan Al Baihaqi)

Al Kafa’ah merupakan masalah kesesuaian dan kesamaan antara pasangan pernikahan yang dianggap paling mendekati, seperti pertimbangan akan masalah: usia, garis keturunan, kehormatan, profesi, atau tingkat pendidikan. Para ulama menyarankan agar laki-laki idealnya menikah dengan wanita yang setingkat dengannya atau dibawahnya, sedangkan seorang wanita sebaiknya menikah dengan laki-laki yang mempunyai tingkatan yang sama atau di atasnya.

Tetapi penting untuk dipahami, bahwa tingkat kesamaan sosial ini bukanlah merupakan syarat mutlak dalam sebuah proses pernikahan, karena Islam sendiri adalah agama tanpa kelas, yang menyamakan kedudukan semua hambanya, terkecuali dari ketakwaanya.

Kalaupun ia menjadi sebuah pertimbangan, adalah semata-mata sebagai tindakan kehati-hatian, agar kelak tidak ada penyesalan dikemudian hari yang akhirnya bias lebih menyakitkan, karena sesungguhnya hati manusia itu memang sering labil dan mudah berubah-ubah. Dan masalah ini, sebenarnya merupakan tata cara kebijaksanaan duniawi yang masih bisa disepakati bila ada persetujuan diantara kedua belah pihak.

2. Memilih yang penuh kasih sayang dan subur

“Nikahilah wanita-wanita yang penuh kasih dan banyak memberikan keturunan (subur) sebab aku akan bangga dengan banyaknya ummat dihari kiamat kelak” (HR. Ahmad).

Hamba yang penuh kasih dan mengasihi adalah hamba yang memiliki nada perasaan (afek) yang halus serta emosi yang terkendali. Kita dapat mengenali apakah seseorang termasuk kriteria ini melalui ucapan, perbuatan ataupun tatapan mata, baik dikala ia gembira maupun kecewa, yang kesemuanya itu dapat memberikan gambaran tentang bagaimana kepribadian dan isi hati yang dimilikinya. Apakah dipenuhi kelembutan dan kasih sayang? Ataukah dipenuhi kekasaran , kebencian dan kepalsuan.

Sementara itu mereka secara mudahnya dapat kita ketahui dari berapa jumlah saudara atau keluarganya yang terdekat, atau dari jenis penyakit penghambat keturunan yang diderita dirinya ataupun saudaranya dan keluarganya yang terdekat.
3. Memilih kerabat yang jauh

Nasihat Rasulullah saw. “Janganlah kalian menikahi kerabat dekat, sebab dapat berakibat melahirkan keturunan yang lemah akal dan fisik.” Dan selain untuk menjaga kualitas keturunan dari penyakit bawaan, menikahi mereka yang berasal jauh dari keluarga kita akan menambah ikatan kekerabatan dengan orang lain, serta memberikan kebahagiaan sendiri bila harus berpergian jauh untuk saling silaturahim.
4. Memilih para gadis

“Nikahilah para gadis sebab ia lebih lembut mulutnya, lebih lengkap rahimnya, dan tidak berfikir untuk menyeleweng, serta rela dengan apa yang ada di tanganmu.” (HR. Ibnu Majah. Al Baihaqi dari Uwaimir bin Saidah)

Pernikahan dengan yang masih gadis lebih utama daripada janda, karena dapat membuat hubungan lebih erat dan menyatu, mereka lebih mudah digoda dan Bercanda serta bersenang-senang, lebih setia dan menerima, serta lebih sedikit beban mental dan psikologisnya bagi kita. Semua ini mempunyai kesan dan kenikmatan tersendiri di dalam menambah keindahan rumah tangga.

Mempersempit pilihan bukan mempersulit pilihan

Jadi sesungguhnya tidak ada larangan untuk mempersempit pilihan kita dalam rangkan meraih sebuah ketentraman, selama pijakannya tetap berpedoman kepada nilai-nilai Islam. Walaupun demikian, keinginan ini bukan suatu kemutlakan yang harus dilakukan apalagi dipaksakan.

Dalam kondisi-kondisi tertentu, menikahi seorang yang dari satu sisi dianggap tidak sekufu, atau yang kurang kesuburannya, atau yang masaih memiliki hubungan kerabat dekat, atau seorang janda, bukanlah suatu perbuatan yang bernilai minus di dalam Islam, bahkan bisa jadi lebih utama, bila ada alas an yang kuat untuk dilakukan.

Yang perlu digaris bawahi adalah bahwa mempersempit pilihan ini tidaklah sama dengan mempersulit pilihan. Jika mempersempit pilihan berdasarkan anjuran agama demi keutamaan, kepuasan dan kesyukuran seorang hamba atas nikmat Allah yang sangat banyak, maka mempersulit pilihan merupakan anjuran hawa nafsu demi keangkuhan, gengsi dan kepuasan duniawi belaka. Jadi sangat jauh berbeda diantara keduanya!.

About these ads

37 Comments (+add yours?)

  1. mustaniroh
    Mar 11, 2009 @ 14:49:06

    Assallamualaikum, ana mo tanya, saat ini ana sedang ta’aruf dengan seorang ikhwan,..kami memutuskan InsyaAllah akan menikah kurang Lebih 1 tahun lagi, apakah hal itu tidak melanggar syariah??? dan misalkan boleh batasan-batasan yang boleh dan batasan – batasan apa saja yang tidak boleh…. syukran atas jawabannya Wassallamualaikum Wr. Wb.

    admin:

    wa’alaykumussalam warahmatullah

    Memang tidak ada aturan khusus dalam hal panjangnya masa proses ta’aruf yang dijalani. Tetapi jika bukan dikarenakan alasan yang dibenarkan oleh agama(misalnya..karena pengen “ngejalanin” kaya orang pacaran dulu), maka memperpanjang masa ta’aruf itu itu hanya akan menimbulkan fitnah. Adapun batasan yang boleh dan tidak misalnya seperti pertemuan harus ditemani mahram, tidak membicarakan hal-hal yang membangkitkan birahi, tidak berdua-duaan, tidak berpegangan tangan untuk tujuan berkasih sayang, tidak melangkahkan kaki ke tempat-tempat yang sepi, tidak saling memandang kecuali sudah dipastikan hendak melamar, dsbnya dan sebaiknya dikaji lagi melalui buku, ustadz/ah, website yg membicarakan tentang ta’aruf, dll, agar bisa menjadi pegangan dalam rangka ta’aruf yang kita jalani. Allahu’alam.

    wassalamu’alaykum warahmatullahi wabarakatuh

    Reply

    • pacaranislamikenapa
      Mar 11, 2009 @ 20:02:53

      @ukhti mustaniroh
      wa’alaykumussalam warahmatullah

      mengenai batasan waktu dalam ta’aruf itu sendiri memang tidak ada batasan secara khusus. artinya boleh jadi pada sebagian orang hanya butuh 1 minggu, 1 bulan, 3 bulan, 6 bulan bahkan 1 tahun, mungkin karena alasan2 tertentu sehingga ta’arufnya harus selama itu. tetapi yang mesti dipahami adalah, semakin lama “kedekatan” kita dengan lawan jenis non mahram itu, hanya akan semakin “meresahkan” hati. semakin sulit kita menata hati, semakin sulit juga untuk kita menjaga kedekatan itu agar tetap didalam koridor yang dibenarkan oleh syariat. karena syetan justru akan semakin senang dengan keadaan 2 insan lain jenis yang saling mencintai tetapi tidak/kurang berusaha untuk menyegerakan pernikahan.

      batasan2 apa saja yang tidak boleh dilakukan? banyak.. semua perkara yang dapat mendekatkan kita kepada perbuatan zina dan maksiat kepada Allah :D. pokoknya kalo dah jatuh cinta, dah saling kenal, sudah memiliki kemampuan untuk itu.. bersegerahlah memasuki pintu pernikahan, niatkan karena Allah, bismillah.. insyaAllah lebih berkah dan lebih menyelamatkan, dibandingkan jika harus ditunda-tunda dengan berbagai macam alasan yang sesungguhnya tidak prinsip, Allahu’alam.

      wassalamu’alaykum warahmatullah.

      Reply

    • adi nurcahyo
      Sep 27, 2009 @ 12:15:31

      asalamualaikum
      mohon sarannya saat ini aku duda ingin menikah dgn wanita dgn status sama janda tapi dia non islam,tapi dia akan jadi mualaf dgn iklas,apakah yang harus saya lakukan,

      admin: wa’alaykumussalam warahmatullahi wabarakatuh

      Perbaiki kedekatan kita dengan Allah SWT pak, perbanyak istikharah, perbanyak bersedekah, jauhi perkara-perkara yang dilarang meski itu tergolong dosa kecil, mohon petunjuk Allah SWT agar pilihan yang akan bapak buat adalah pilihan yang baik dalam pandangan Allah SWT. Tentu setiap pilihan mengandung konsekuensi yang tidak sama, misalkan memilih calon yang memang telah beriman, atau memilih calon yang akan beriman, dsbnya. Semoga bapak mendapatkan yang terbaik, aamiin.

      wassalamu’alaykum warahmatullahi wabarakatuh

      Reply

  2. Ma'mun
    Mar 11, 2009 @ 17:57:09

    Assalamualaikum.. Ma’af akhi apakah hadits riwayat ibnu hibban shahih?

    Reply

    • pacaranislamikenapa
      Mar 11, 2009 @ 19:11:37

      @akh ma’mun
      wa’alaykumussalam warahmatullah

      maaf juga akhi.. ana belum tahu riwayatnya se-”shahih” apa. konteks haditsnya sendiri insyaAllah tidak bertentangan dengan hadits-hadits lain yang tingkatannya lebih shahih. disamping itu hadits diatas tidak dimaksudkan untuk menetapkan suatu hukum, sebagaimana juga para ulama2 salaf seperti Syaikhul Ibnul Qayyim Al Jauziyah menggunakan hadits2 yang derajatnya dibawah shahih, sekedar untuk memperkuat maksud, wallahu’alam bishshawab.

      Reply

  3. Ma'mun
    Mar 11, 2009 @ 20:58:20

    ga papa akhi, ana langsung semaput sewaktu baca hadits td yg gak blh menikah karena harta atau keturunan, tp ana termotivasi untuk menikah karena agamanya bukan karena lainnya.

    Reply

  4. Nanang Yudi Pratama
    Apr 05, 2009 @ 09:30:44

    Assalamu’alaikum wr wb.
    saya mungkin hanya seorang biasa bukan ikhwan, tetapi menginginginkan calon istri yang solehah karena ingin benar2 mendekatkan diri pada Nya, bisa ga’hal itu terjadi?? bagaimana caranya??
    Syukron
    Wassalamu’alaikum wr wb

    admin:
    ‘alaykumussalam warahmatullahi wabarakatuh

    Semoga Akh Nanang selalu dalam naungan Allah SWT :). “Ikhwan” atau tidak sekali lagi bukan lah “status” yang menandakan seseorang itu lebih baik dari yang lain, tidak.
    Menginginkan istri yang sholehah adalah dambaan setiap laki-laki muslim, tanpa terkecuali(artinya yang bandit juga mengharapkan hal yang sama :D). Apakah mungkin? Pasti .. hehe, pertanyaanya mungkin? jawabannya “Pasti”. “Pasti” karena memang Allah SWT menjanjikan hal itu, Allah SWT berfirman : “Dan di antara tanda-tanda yang membuktikan kekuasaanNya dan rahmatNya, bahwa Ia menciptakan untuk kamu (wahai kaum lelaki), isteri-isteri dari jenis kamu sendiri, supaya kamu bersenang hati dan hidup mesra dengannya, dan dijadikanNya di antara kamu (suami isteri) perasaan kasih sayang dan belas kasihan. Sesungguhnya yang demikian itu mengandungi keterangan-keterangan (yang menimbulkan kesedaran) bagi orang-orang yang berfikir.”(QS Ar Ruum :21). Tidak diragukan lagi, bahwa istri yang dapat memberikan kesenangan hati, perasaan kasih sayang, dan kedamaian adalah sosok istri yang sholehah. Tetapi Allah mensyaratkan sesuatu bagi laki2/ wanita yang mendambakan pasangan yang sholeh/ah, yakni masing-masing harus menjadi atau mengarah untuk menjadi pribadi yang “sholeh/ah” juga :).

    Allah SWT berfirman :”..dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula)..”.(QS. An Nuur : 26) Laki-laki/ wanita baik itu seperti apa gambarannya, dapat kita lihat sebagiannya pada firman Allah SWT berikut :”Katakanlah kepada laki-laki yang beriman:”Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat. Katakanlah kepada wanita yang beriman:”Hendaklah mereka menahan pandangan mereka, dan memelihara kemaluan mereka, dan janganlah mereka menampakkan perhiasan mereka kecuali yang (biasa) nampak dari mereka.Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedada mereka, dan janganlah menampakkan perhiasan mereka, kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara mereka, atau putera-putera saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita Islam, atau budak-budak yang mereka miliki atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita.Dan janganlah mereka memukulkan kaki mereka agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan.Dan bertaubatlah kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.” (QS. An Nuur: 30-31)

    Caranya seperti apa? tidak ada aturan “teknis” baku mengenai hal ini. Bisa melalui usaha sendiri, teman, guru ngaji, orang tua, dsbnya, selama cara-cara yang kita tempuh itu tidak bertentangan dengan aturan-aturan pasti yang telah ditetapkan Allah dan RasulNya, misalnya masing-masing menutup aurat, tidak berkhalwat, tidak berlama-lama dalam proses perkenalan, dsbnya. Hanya saja yang perlu ditekankan dalam diri kita masing-masing adalah, bahwa usaha menjemput jodoh sejatinya adalah proses perbaikan diri kita agar menjadi seorang muslim/ah yang sesungguhnya. Allahu’alam. Semoga urusan Akh Nanang dalam menjemput jodoh yang sholelah dipermudah oleh Allah SWT, amin.

    wassalamu’alaykum warahmatullahi wabarakatuh.

    Reply

  5. deni
    Apr 15, 2009 @ 13:52:36

    assalamualaikum….

    ana mau nanya,
    ana suka terhadap wanita yang moeslim dan bertakwa + the beautyful face, dan ana sudah mengatakan kepadanya kalau ana suka sama dia. tapi dia kurang merespon, dia hanya tersenyum saja, apa yang harus ana lakukan…??
    sukron…

    admin: wa’alaykumussalam warahmatullahi wabarakatuh..

    “apa yang harus antum lakukan?”.. mulailah “berhitung” :). Berhitung seberapa besar cinta antum terhadap wanita itu karena Allah SWT.. atau justru karena kecantikannya? Karena jika ia tidak cantik lagi..akankah antum masih mencintainya? Berhitung..seberapa besar kesanggupan/ tanggungjawab antum untuk menjalani kehidupan cinta yang sesungguhnya yakni rumah tangga? Behitung.. seberapa baikkah diri antum untuk menjadi “imam” bagi si dia? dsbnya. Kemudian jangan pernah lupa untuk “melibatkan” Allah SWT dalam menjawab setiap pertanyaan2 itu, dengan sholat, bergaul dengan mereka yang sholeh, mempelajari aturan agama dalam hal pergaulan dengan lawan jenis, dsbnya, hingga kemudian hati antum mantap, dan siap untuk perkenalan yang syar’i ke arah pernikahan.

    Jodoh itu bagian dari takdir Allah SWT.. Allah SWT telah memilihkannya untuk kita. Syaratnya gampang, perbaiki kedekatan kita dengan Allah SWT, dan jemputlah “bidadari hati” itu sesuai dengan tuntunan Allah SWT, insyaallah.

    Reply

  6. doez
    May 03, 2009 @ 08:56:22

    ok thx yaw … artikelnya

    Reply

  7. harris
    Jul 21, 2009 @ 19:53:47

    slm,
    kenapa kita selalu tertarik dengan hal-hal yang indah, sesuai mata memandang, yang skiranya hal itu indah dari sebagian banyak mata, tapi adakah yang kita cari dikehidupan sekarang??
    duniawi/ukhrawi.tuhan tentukan nasib dan jodohnya, tinggal cara kita yang mana kita pilih kawan…..
    mau yang gimana tinggal diri kita yang tahu…..
    ini rubrik dapat membuka apa yang kita tak tahu dan dari apa yang tuhan rahasiakan di kehidupan ini hanya tuhan yang tahu, yang diciptakan tidaklah mungkin mengungguli penciptanya…..
    dengan ini haturkan trimakasih kepada tuhan yang beriakan. hidup dan cinta adalah kreasi yang luar biasa….

    Reply

  8. harris
    Jul 21, 2009 @ 19:56:24

    semoga dapatkan apa yang dicari di kehidupan sekarang, wahai kawan-kawan seiman, moga dapat dipertemukan dijalan tuhan, dalam sikon yang memungkinkan………….
    salam……….

    Reply

  9. sa'
    Jul 27, 2009 @ 13:54:29

    saudaraku tlg bantu ana. ana lg dlm proses ta’aruf yg insya Allah scptny ingin mnyempurnakan sparuh agama. tp terkadang ad kbimbangan dlm diri ana n ingin mengakhiri ini smua tp tdk sanggup.

    admin: ukhti yang dirahmati Allah.. kenali kebimbangan seperti apa yang menghambat ukhti untuk menyegerakan perkara ini. Jika keraguan itu lebih didasari kondisi sang calon, maka galilah informasi itu dengan sebenar-benarnya, hingga hilanglah keraguan dan berganti dengan kemantapan. Jika keraguan itu keraguan yang tidak “terdefinisikan”, kemungkinan besar keraguan itu adalah “was-was” dari syetan yang tidak rela kedua insan ini disatukan dalam mahligai indah pernikahan. Maka jadikanlah sholat dan shabar sebagai penolong kita.

    Kebimbangan pada porsi tertentu pun sesungguhnya adalah hal yang wajar. Kekhawatiran akankah si dia sesuai dengan yang selama ini dibayang pasti ada. Tetapi yakinlah bahwa tidak ada manusia yang sempurna. Kita maupun si dia, hanyalah manusia akhir zaman yang mencoba untuk tidak terikut arus “kerusakan” sebagai tanda-tanda dekatnya hari akhir itu, dan bersama menguatkan, mengajak, serta mengingatkan orang-orang yang merindukan nasehat.

    bismillah.. innallah ha ma’ashobirin..

    Reply

  10. tHa_tha
    Sep 16, 2009 @ 13:24:34

    Assalamu’alaikum wr wb.

    Saya mempunyai pasangan yg terpaut umur 9 tahun lbh dr umur saya,saya sekarang b’umur 20 thn. Dr kami b’dua sbnarny sdh niat untuk menikah,tetapi dr keluarga laki” tdk menyetujui hubungan kami,alasan mereka krn saya terlalu muda untuk ny. Langkah apa yg hrs kami jalani saat ini??
    Kedua keluarga blm pernah bertemu sama sekali. Hruskah kami memutuskan hubungan qta ini??

    wassalamu’alaykum warahmatullahi wabarakatuh.

    admin :
    wa’alaykumussalam warahmatullahi wabarakatuh

    Yang perlu diingat, bahwa pernikahan bukanlah sekedar menyatukan 2 insan lain jenis yang saling mencintai, tetapi juga menyatukan kedua keluarga, inilah salah satu tujuan pernikahan didalam Islam. Kemudian, restu yang disyaratkan oleh syariat adalah restu dari bapak calon perempuan bukan dari bapak/ibu calon dari laki2. Artinya tanpa restu dari ortu laki2 pun, jika dengan segala upaya dalam mengkondisikan keluarga si laki2, ternyata alasan dari ortu laki2 misalnya kurang syar’i, maka pernikahan tetap dapat dilaksanakan, karena sekali lagi restu yang disyariatkan oleh agama kita adalah restu dari bapak calon perempuan.

    InsyaAllah seiring waktu, dengan perhatian dan bakti tulus mbak nantinya kepada mertua dari pihak laki2, dengan kehadiran cucu, dsbnya, akan menerima mbak juga dengan tulus sebagai menantu kesayangannya :).

    Sekarang yang perlu dilakukan, memperbaiki kedekatan kita dengan Allah SWT, jauhi larangannya meski itu dosa-dosa kecil, pelajari kembali ilmu syariat tentang pra dan pasca pernikahan, kondisikan keluarga, banyak bersedekah, dan selalu mohonkan petunjuk dari Allah SWT, semoga setiap pilihan yang kita buat (apakah itu berujung kepada pernikahan ataukah sebaliknya) adalah pilihan terbaik dalam pandangan Allah SWT, aamiin. Allahu’alam.

    Wassalamu’alaykum warahmatullahi wabarakatuh

    Reply

  11. Ikhsanul Hakim
    Oct 05, 2009 @ 10:06:45

    Assalamu’alaikum wr wb..

    Beberapa waktu lalu saya mempunyai pasangan yang memang sudah saya niat saya nikahi.

    Saya juga ga mau terlalu lama penjajakan, saya terima kondisi dia yang terbaik dan yang terburuk dari dia.

    sms dari dia “Aku akan nikah dengan pilihan mama. Siapapun itu orangnya aku terima dengan ikhlas dan bahagia. Karena niat awal untuk bahagiakan orang tua terutama mamaku. Aku hanya tunggu kata2 dari beliau. Aku sudah lelah”

    Wajarkah saya bila saya yang pertama secara langsung meminta ke keluarga pacar saya ? Mulai dari kakaknya.. kemudian ibunya ?

    Lebaran kemarin saya berbicara dengan ibunya, malah ibunya sebetulnya menyerahkan pilihan ke anaknya, ada sedikit trauma ibunya ttg perjodohan.

    Saya bingung dengan sikap yang akan saya ambil..
    Mohon saran-saran nya

    wassalamu’alaykum warahmatullahi wabarakatuh

    admin: wa’alaykumussalam warahmatullahi wabarakatuh

    Memang sudah sewajarnya jika perkenalan sudah mantap, maka lamaran harus disegerakan. Agar kemudian tidak terjadi “fitnah” perkenalan, dan lain sebagainya.

    Kemudian perkenalan yang baik haruslah dimulai dengan niat yang baik, ilmu syar’i, serta kesamaan visi dan misi secara umum. Artinya orang yang kita ajak berkenalan apakah juga memiliki keinginan/tujuan(pernikahan) yang sama ketika berkenalan dengan kita? jangan sampai kita-nya berharap, padahal orang yang diharap tidak memiliki harapan kepada kita.

    Jika sudah, maka masing2 pihak haruslah mengkondisikan keluarganya masing2 akan pilihan yang sedang kita jajaki. Ini penting untuk mengetahui sejauh mana ‘penolakan’ yang mungkin didapat oleh sang calon dari pihak keluarga, agar juga dapat sedari awal kita coba redam dengan argumentasi yang mantap dan meyakinkan.

    Dan tak kalah penting adalah menjaga keyakinan positif kepada Allah SWT. Proses perbaikan amaliyah personal, menjaga kedekatan kita kepada Allah SWT, memperlakukan ortu dengan baik, dll sebagainya, akan mengantar kita kepada sebuah keyakinan bahwa segala sesuatu adalah atas kehendak Allah SWT. Tidak lanjutnya sebuah perkenalan tidak membuat kita kemudian berprasangka buruk kepada Allah SWT. Karena kita yakin, Allah SWT lebih Tahu apa yang terbaik untuk kita, dan kita juga meyakini, bahwa apa yang kita pandang baik, belum tentu baik dalam pandangan Allah SWT. Karena perkara “jodoh dan rizki” adalah perkara yang pasti bagi keturunan adam hawa, persoalannya hanyalah agar proses bertemunya kita dengan “jodoh dan rizki” itu agar selalu dalam koridor yang dibenarkan oleh syariat, selebihnya hanya masalah “waktu”, cepat atau lambat. Allahu’alam.

    wassalamu’alaykum warahmatullahi wabarakatuh

    Reply

  12. oki hartanto
    Nov 21, 2009 @ 14:19:11

    Assalam!akhi yang dirahmati Allah.. ane minta saran gimana seh caranya taaruf yang paling baik menurut islam?? kalo bisa yang romantis yah!!he3x. jazakallah.

    admin :wa’alaykumussalam warahmatullahi wabarakatuh

    Ta’aruf yang paling baik menurut Islam, adalah ta’aruf yang jelas tujuannya(baca:pernikahan) dengan semangat taqwa, tidak berlama2, tidak beduaan/ dihadiri pihak mahram, melibatkan Allah SWT(puasanya, istikharahnya, doanya..dll), meletakkan harapan hanya kepada Allah SWT bukan kepada makhluk-artinya kalaupun ditolak, dukun tidak bertindak :) -, dan hal2 baik lainnya.

    Bagaimana ta’aruf yang romantis?? nanti setelah menikah.. kenal lagi pribadi sang istri dengan cara yang romantis.. OK :). Allahu’alam.

    Reply

  13. Aq ingin jadi muslim yang baik
    Dec 23, 2009 @ 14:14:33

    Assalamu’alaikum wr wb..

    Sekarang saya sedang menunggu seorang pria yang ingin melamar saya 5 bulan lagi,karena dia sedang dalam masa kontrak dengan perusahaan tempat dia bekerja…. selama menunggu kita bersepakat untuk tidak berkomunikasi,takut adanya fitnah,kita sudah saling kenal dia kakak kelas sewaktu saya kuliah
    Jujur saya senang sekali dengan niatan dia ingin melamar saya, dia akhlaq dan agamanya baik
    Tapi ada satu hal yang membuat saya takut, saya memiliki masa lalu yang tidak baik,saya tidak bisa menjaga kehormatan saya ,tapi sekarang saya selalu berusaha mendekatkan diri padaNYA, saya ingin jujur pada dia , apapun yang terjadi nantinya saya harus jujur sebelum dia menikahi saya, karna saya tidak mau membohongi dia dengan masa lalu saya, kira2 apa yang harus saya lakukan,dari mana saya harus memulai berbicara, mohon sarannya

    terimakasih

    admin :
    wa’alaykumussalam warahmatullahi wabarakatuh

    Pendapat saya, sebaiknya hal2 seperti ini disampaikan jauh2 hari sebelum sang pria memutuskan untuk menikahi mbak. Setidaknya ada 2 hal positif, pertama..sang pria akan melihat mbak memulai proses ini dengan kejujuran. Bukanlah perkara yang gampang untuk menceritakan aib diri kepada seseorang yang kita cintai. Adanya kekhawatiran bahwa sang kekasih akan pergi meninggalkan kita, tentunya hal ini manusiawi, tetapi insyaAllah akan jauh lebih mudah untuk kita menyikapinya dengan baik, dibandingkan jika sang pria mengetahuinya setelah adanya pernikahan ditambah lagi peristiwa itu diketahui dari orang lain.

    Kedua, Inilah bentuk kasih sayang Allah SWT kepada mbak. Mbak sedang dihadapkan dengan ujian keimanan, keyakinan terhadap janji Allah SWT, yang akan mengangkat derajat mbak jauh lebih tinggi lagi dalam pandangan Allah SWT. Mbak sudah bertaubat, sudah berusaha untuk menjadi lebih baik, dan lebih baik lagi dalam pandangan Allah SWT. Jodoh itu perkara yang pasti dan sangat mudah bagi Allah SWT, kalaulah kenyataannya setelah mbak menyampaikan peristwa masa lalu itu kepada sang pria, dan sang pria memutuskan untuk tidak melamar mbak, yakinlah bahwa Allah SWT sedang mempersiapkan seseorang yang akan menerima mbak apa adanya.

    Allah SWT Maha Berkuasa..Maha Berkehendak atas segala sesuatu..dan Maha Membolak-balikkan hati manusia, mohonkanlah kepada Allah SWT dalam sujud2 malam, pilihan2 terbaik apa yang mesti kita ambil, boleh jadi sang pria inilah yang menjadi jawaban atas doa2 dan kekhawatiran mbak selama ini. Intinya..apapun yang terjadi, setelah mbak menceritakan peristiwa itu kepada sang calon, ini adalah takdir Allah SWT yang terbaik untuk kita, kalaulah mungkin tidak bersesuaian dengan apa yang kita harapkan, kembalikanlah semuanya kepada Allah SWT, dan bersiap2 dengan ribuan kesempatan jodoh lainnya yang telah dipersiapkan Allah SWT untuk kita. Allahu’alam.

    wassalamu’alaykum warahmatullahi wabarakatuh

    Reply

  14. Aq ingin jadi muslim yang baik
    Dec 29, 2009 @ 07:04:32

    wa’alaykumussalam warahmatullahi wabarakatuh

    Alhamdulillah saya sudah lega , saya sudah jujur pada dia dan akhirnya dia memutuskan tuk tidak jadi melamar saya, ini adalah resiko yang harus saya jalani atas perbuatan saya di masalalu. Saya akan mencoba ikhlas dan Ridha atas semua ketetapannya, saya yakin rencanaNYA indah.
    Terimakasih atas bantuan Anda, semoga Allah senantiasa memberikan kemudahan bagi kita semua.
    Ini adalah cobaan yang berat buat saya , tapi saya harus menjalani semuanya,saya harus bertahan dan tetap SABAR dan SEMANGAD,saya tidak akan menyerah karna saya yakin CintaNYA kan slalu melindungi saya dan hanya dengan CintaNYA saya dapat bertahan.
    Semoga pengalaman saya bisa menjadikan pelajaran untuk kita semua.

    wassalamu’alaykum warahmatullahi wabarakatuh

    admin :
    wa’alaykumussalam warahmatullahi wabarakatuh
    Allaahu Akbar..Allah Maha Besar.. tidaklah semua hal yang datang ke dalam hidup kita yg dalam prasangka kita itu baik ataukah buruk, kecuali berasal dari Allah SWT, semua hanyalah ujian, apakah kita kemudian bersyukur dan bersabar..ataukah kita menjadi kufur atas nikmat dan musibah dari Allah SWT.
    Dan tidaklah Allah SWT memberikan sebuah cobaan, melebihi kemampuan sang hamba. InsyaAllah ukhti, bersabarnya ukhti karena telah memilih untuk mendapatkan cinta dan ridho Allah SWT akan berbuah manis, kelapangan hati, kuatnya iman, mendekatnya orang-orang sholeh dan sholehah, dan banyak kebaikan lainnya, termasuk jodoh yang jauh lebih baik dari yang sebelumnya, insyaAllah.
    Tinggal bagaimana kita istiqomah memperbaiki pemahaman dan amaliah kita kepada Allah SWT, mengaji kepada ustadzah yang hanif, bacalah buku2 daripara ulama yang hanif, dan tentu saja tetaplah maksimal mengusahakan jodoh dalam koridor yang dibenarkan oleh syariat, kembalikanlah segala gundah hati, curatan hati kita hanya kepada Allah SWT, berharaplah hanya kepada Allah SWT,Rabb yang Maha Melihat..Maha Mendengar.. Maha Berkehendak..Maha Menguasai Segala-galanya..yang Maha Mengabulkan doa hamba2Nya, it’s only about time,insyaAllah.

    wassalamu’alaykum warahmatullahi wabarakatuh

    Reply

  15. Aq ingin jadi muslim yang baik
    Dec 30, 2009 @ 13:50:38

    wa’alaykumussalam warahmatullahi wabarakatuh

    terima kasih atas jawaban2nya semoga Allah senantiasa membalasnya.

    Lalu apakah seorang seperti saya bisa menjadi seorang wanita yang sholeha??? meskipun saya memiliki masalalu yang sangat buruk??? dan masih pantaskah saya mendapatkan seorang pendamping yang sholeh, karna disebutkan wanita yang baik untuk pria yang baik dan begitu juga sebaliknya, apalagi disebutkan “Nikahilah para gadis sebab ia lebih lembut mulutnya, lebih lengkap rahimnya, dan tidak berfikir untuk menyeleweng, serta rela dengan apa yang ada di tanganmu.” (HR. Ibnu Majah. Al Baihaqi dari Uwaimir bin Saidah), sedangkan keadaan saya disini tak lagi seperti itu. Pria yang melamar sayapun menyatakan bahwa jika sudah tidak memiliki keVirginan maka akan mudah merusak hubungan jika sudah menikah kelak.
    Sebenarnya saya sangat menyayangkan pria yang tidak jadi melamar saya karena agama dan akhlaqnya baik.
    Saya ingin sekali menjadi wanita sholeha,dan bisa menjadi seorang istri yang baik untuk suami saya kelak.

    wassalamu’alaykum warahmatullahi wabarakatuh

    admin :
    wa’alaykumussalam warahmatullahi wabarakatuh

    Siapapun berhak menjadi wanita sholehah, tanpa terkecuali. Menjadi sholehah itu pilihan hidup, tidak ada kaitannya dengan “virgin” atau tidaknya seorang wanita. Banyak juga mereka yang “virgin” tetapi tidak sholehah, tetapi banyak juga mereka yang tidak “virgin” lagi, mengambil pelajaran dari peristiwa itu, dan menjadi wanita sholehah yang jauh lebih sholehah dari wanita yg tidak “virgin”.

    Menjadi sholehah itu proses, proses menjawab setiap ujian hidup (apakah itu senang ataukah tidak) dari Allah SWT dengan sikap yang terbaik yang mampu kita berikan. Mbak sudah mengambil pelajaran dari peristiwa masa lalu, dan seiring dengan waktu berproses untuk menjadi lebih baik dan menjauhi segala hal yang dapat menarik mbak kepada peristiwa itu. Jangan pernah berkecil hati, Allah SWT Maha Melihat..tidaklah suatu kebaikan sekecil zarrah pun yang terlewat olehNya kecuali Allah SWT ganti dengan lipatan kebaikan lainnya.

    Pria yang menyatakan “jika sudah tidak memiliki keVirginan maka akan mudah merusak hubungan jika sudah menikah kelak” sesungguhnya telah mendahului takdir Allah SWT. Tidak seorang pun dari keturunan anak adam yang terbebas dari dosa. Kalaulah seseorang pada masa lalu pernah melakukan kesalahan, dan kemudian ia telah bertobat, jangan kemudian melabelinya akan mudah mengulangi perbuatan tersebut dimasa yang akan datang. Allah SWT saja Maha Pengampun atas segala dosa, kecuali dosa syirik, kenapa kita begitu sombong tidak mau memaafkan seseorang yang pernah berbuat salah dan telah bertaubat dari kesalahannya.

    Tutuplah ruang hati mbak untuk pria ini, jangan pernah kembali mengintip apa yang mungkin pernah mbak rasakan terhadap pria ini, jadikan kenyataan kemarin sebagai bagian dari lembaran2 buku lama. Buka kembali lembaran kehidupan yang baru, letakkan ikhtiar dan harapan kita dalam menjemput jodoh yang baik dan sholeh hanya kepada Zat Yang Menetapkan Jodoh itu sendiri, jangan kepada makhlukNya yang lemah.

    Pria sholeh mah banyak insyaAllah, cuma memang agak susah2 gampang ketemunya :). Tinggal kita fokuskan ke perbaikan diri, luar dan dalam, dari sisi penampilan luar apakah sudah sesuai dengan syariat Islam, pakaian yang tertutup kecuali muka dan telapak tangan, longgar dan tidak menonjolkan bagian tubuh, tidak ber-makeup berlebihan, tidak memakai perhiasan berlebihan, menjaga bicara agar tidak membangkitkan birahi para pria, apakah ritual sholat-puasa sudah benar, dll. Dari sisi dalam diri, apakah niat kita sudah lurus, apakah harapan kita hanya kepada Allah SWT, apakah kita selalu berbaik sangka kepada Allah SWT, apakah kita sudah meningkatkan kualitas ibadah2 sunah kita, apakah kita sudah berbakti kepada ortu, apakah kita masih sering menyakiti hati teman2 kita melalui ucapan-canda, dsbnya. Sambil secara pararel menjemput jodoh secara syar’i, insyaAllah tinggal persoalan waktu aja :). Allahu’alam.

    Mudah2an Allah SWT memudahkan langkah mbak untuk menjadi wanita sholehah dan dipertemukan dengan jodoh yang sholeh, Aamiin ya Rabbal ‘alamiin.

    wassalamu’alaykum warahmatullahi wabarakatuh
    Tetap semangat, istiqomah, dan bersabar dijalanNya

    Reply

  16. ali butuh pasangan
    Jan 05, 2010 @ 19:37:42

    subhanallah…
    ane butuh pasangan hidup nih. ada yang link?

    Reply

  17. vika
    Jan 07, 2010 @ 11:34:19

    Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

    Bagus sekali pembahasannya… ini sangat bermanfaat …. mohon ijin untuk share ya …. Jazakallah

    wassalamu’alaykum warahmatullahi wabarakatuh

    Reply

  18. fath
    Feb 02, 2010 @ 14:34:07

    assalamu’alaikum kak..
    fath mw tanya apa dan bagaimana jika seorang wanita ingin mencari jodohnya seorang pemuda yang baik, karena yang banyak dijelaskan adalah mencari calon istri, lalu bagaimana jika ingin mencari calon suami (tentunya dengan kriteria yang baik).
    tolong jawabannya, selain dipostingkan disini, tolong juga dikirimkan ke email fath y kak, ditunggu ya kak. syukroon
    jazakallah khairoon katsiron..
    wassalam

    admin:
    wa’alaykumussalam warahmatullahi wabarakatuh

    wah pertanyaannya menarik, meskipun sebenarnya tidak terlalu jauh berbeda dengan laki2 yang ingin menjemput belahan jiwanya :). Tapi nanti setelah saya dapat referensinya, insyaAllah akan saya buat dalam satu tulisan khusus.

    Wassalamu’alaykum warahmatullahi wabarakatuh

    Reply

  19. mira
    Feb 20, 2010 @ 11:46:20

    Asslm., saya mau bertanya mengenai Restu Orang Tua di dalam pemilihan pasangan hidup… Sringkali saya selalu dinilai salah oleh kedua orang tua saya, disaat saya memiliki kekasih hati… seringkali pula saya selalu harus memutuskan ikatan percintaan tersebut karena ortu saya tidak pernah setuju dgn pilihan saya… Sakit rasanya disaat saya harus memutuskan kekasih hati saya padahal masih ada rasa sayang dan cinta untuk mereka…Jujur, saya sudah 11 kali berpacaran… tapi diantara semua itu tidak pernah ada respon yg baik dari ortu saya…Jadi, baru stu atau dua bulan pacaran saya harus sudah memutuskan hubungan percintaan itu…sakit rasanya…sakiit….dan sangat2 sakit…
    Saya anak pertama dari 3 bersaudara… Saat ini, usia saya hampir 27 tahun…sekarang saya sedang menyelesaikan pendidikan S2 saya….Pacar saya saat ini memiliki latar belakang pendidikan S1… Mmg secara Status Sosial, Ekonomi, dan Pendidikan kita sangat berbeda jauh… Tetapi bagi saya dia adalah seseorang yang baik, mandiri, dan sabar serta tekun…Namun, entah mengapa kedua ortu saya tetap saja tidak menyukainya…Bahkan dia juga sering ikut pengajian…
    Butuh waktu untuk menyembuhkan luka hati saya ini, luka hati dmn saya sdh kesekian kalinya harus memutuskan pacar2 saya dulu… Saat ini saya sudah hampir setahun menjalin cinta dgn kekasih saya dan hal ini saya lakukan karena saya tidak mau kehilangan kembali orang yang saya sayangi dan juga saya cintai… Apa yang harus saya lakukan? Apakah ada yang salah pada diri saya?
    Terima kasih u jawabannya….

    admin :
    wa’alaykumussalam warahmatullahi wabarakatuh

    Mira yang dirahmati Allah SWT, pernikahan adalah salah satu ibadah penting didalam Islam. Bahkan Al Quran memasukkannya ke dalam kategori “Mitsaqon Gholizho” yang berarti perjanjian yang kuat. Sebagaimana firman Allah SWT yang artinya “Bagaimana kamu akan mengambilnya kembali, padahal sebagian kamu telah bergaul (bercampur) dengan yang lain sebagai suami-isteri. Dan mereka (isteri-isterimu) telah mengambil dari kamu perjanjian yang kuat.”(QS Annisa:21).
    Untuk itu syariat telah menetapkan rukun dan syarat sah pernikahan sebagaimana yang telah kita ketahui yakni: 1. ada calon pengantin pria dan wanita, 2. ada wali, 3. ada saksi, dan 4. ada ijab qobul. Nah secara umum tanpa keempat hal tadi, atau ada salah satu tidak terpenuhi maka pernikahan bisa dipastikan tidak sah. Mengenai detail fiqh menikah tanpa restu orang tua seperti apa, silahkan mbak Mira merujuk kepada penjelasan para ulama atau diwebsite2 yang membahas persoalan ini, salah satunya disini.

    Yang ingin kami angkat sedikit, terkait dengan masalah pengkondisian keluarga. Dari sekian pengalaman Mira yang lalu2, seharusnya Mira sudah dapat menganalisa apa sebenarnya yang menjadi perhatian orang tua Mira. Ini penting diketahui agar kemudian Mira dapat menerapkan strategi baru untuk melunakkan hati orang tua. Karena sejatinya pernikahan bukanlah sekedar menyatukan 2 orang, tetapi dua buah keluarga. Terkadang penolakan dari orang tua datang karena ketidaktahuan mereka terhadap kualitas calon yang kita inginkan, atau mungkin adanya perbedaan presepsi dalam memandang manakah yang lebih prioritas dari beberapa kriteria yang ada. Misalkan masalah pendidikan tinggi, dan tingkat kemapanan. Intinya “sekeras” apapun bentuk penolakan orang tua haruslah ditempatkan dalam kerangka kasih sayang mereka kepada kita, tinggal bagaimana kita mengkomunikasikan hal itu dari hati ke hati kepada orang tua.

    Jika ditanyakan “Apakah ada yang salah pada diri saya?”, jawaban saya pasti ada, karena tidak ada seorang pun didunia ini yang tidak memiliki kesalahan. Pertama, banyaklah melihat kedalam..bermuhasabah..apakah selama ini niat dan amal kita sudah sesuai dengan aturan syariat, termasuk dalam rangka menjemput jodoh yang diridhoi Allah SWT? kedua, apakah selama ini kita sering menyakiti hati orang tua..? ketiga..apakah selama ini kita pernah menyakiti saudara dan teman2 kita? dll. Semoga dimudahkan Allah SWT dalam menyelesaikan persoalan ini, aamiin. Allahu’alam, wassalamu’alaykum warahmatullahi wabarakatuh.

    Reply

  20. muslimahBaru
    Apr 07, 2010 @ 15:20:15

    assalamualaikum …

    Sy br putus tunang sekitar 3bulan yg lalu…hubungan sy dgn ex tunang sy sudah mnjangkau 5thn…dan kami bakal berlanngsung pada bulan jun..permasalahannya hubungan kami diputuskn oleh org tua sy….ats sbb ketidakjujuran ex tunang sy..melibatkn penipuan yg di anggap memungkiri jnji,bcakap tidak benar dan sentiasa beputar belit sehinggakn org tua sy myiasat apa yg sebenanye berlaku dan slps disiasat br la ex tunang sy mengaku kesalahan dirinya…sebelum udah diberi peluang utk berubah..tetapi masih tdk becakap benar …org tua sy melayan pacaran sy dgn baik bagaikn anak sndiri…tetapi tdk d sangka hubungan yg bakal ke jinjang pelamin di timpa musibah dgn tiba-tiba…dan sepnjang ketiadaan n kehilangan pacar saya…sy telah bekenalan dgn seorang lelaki..sejujurnya sy sgt mengagumi lelaki ini..kerana agamanya..selama kehilangan tunang sy,lelaki ini byk mengajar dan membimbing sy mengenai agama…sy keliru ustaz..keliru dengan perasaan saya…sehinggalah tunang sy muncul kembali utk menebus kesalahan nya depan org tua sy..bagaimana menurut ustaz?? pemilihan dan restu org tua juga sama penting…sy senang bangat dgn insan yg baru sy kenali..kerana dia ada sifat kepimpinan..dan banyak merobah sy mnjadi muslimah..berbeda dgn tunangan sy..sy takot utk meneka…sy tdk putus2 membuat istkharah mohon petunjuk…sekrang ini sy masih bekwan dgn ex tunangan sy tanpa pengetahuan keluarga sy…sy risau ustaz,risau org tua sy tdk dpt menerima tunangan sy…lelaki yg sy kagumi juga bekata satukn kembali hubungan sy dgn tunangan sy …bg nya itu hanyala salah paham….gi mana menurut ustaz..dlm diam sy myukai insan ini tetapi sy berasa tidak layak utk dirinya kerana dia layak mendapat pilihan yg secocok dan sepadan dgnnya…dia juga tau permasalahan antara sy dan tunangan sy…bantula sy ustaz..sy keliru dgn perasaan sy..sy takot sy terlanjur myukai insan ini…dia hanya menganggp sy kawan ..

    admin:
    wa’alaykumussalam warahmatullahi wabarakatuh

    Mbak muslimahbaru yang dirahmati Allah SWT, jika seorang hamba menghendaki kebenaran dari Allah SWT, maka Allah SWT akan menunjukkan kebenaran itu dengan terang benderang, laksana matahari yang bersinar gagah disiang hari.
    Pernikahan didalam agama kita adalah termasuk ibadah yang tinggi nilainya. Bahkan Allah SWT memasukkannya didalam Al Quran sebagai “Mitsaqon Gholizho” atau ‘Perjanjian yang Agung’. Dari segi bahasa saja, sebuah perjanjian mesti berdiri tegak dengan azas “Kejujuran”. Jika sebuah Perjanjian yang Besar nilainya, telah diawali dengan kebohongan demi kebohongan, maka dapat dipastikan, kalaupun Perjanjian itu tetap dipaksakan akan berakhir mengecewakan.

    Bagi mbak (umumnya wanita yang sering dimabuk cinta, kurang “aware” terhadap kualitas calon suami) yang sedang dimabuk cinta, terkadang lupa akan kriteria utama yang harus dimiliki oleh seorang calon suami. Sedikit perhatian dan rayuan dari para lelaki, seringkali melambungkan angan-angan wanita hingga ke langit ke tujuh, padahal kehidupan setelah pernikahan membutuhkan banyak perhatian, pengorbanan, kasih sayang dan kejujuran yang tinggi. Alhamdulillah hal itu(mabuk cinta) tidak terjadi pada orang tua mbak muslimah baru. Orang tua dengan segala upaya, pastinya memohon keselamatan dan yang terbaik bagi putrinya yang hendak menikah. Allah SWT menjawab doa orang tua mbak itu dengan menggerakkannya agar mencari tahu lebih dalam tentang sosok sang calon menantu. Dan terbukti pada akhirnya, sang calon yang mbak lihat begitu sempurna menyimpan banyak kebohongan.

    Jika saya ditanyakan “apakah melanjutkan hubungan ini ke jenjang pernikahan ataukah putus saja?”, maka jawaban saya, lebih baik putus saja! dan jagalah jarak dengan “ex tunangan” tersebut. Berbicaralah jika memang ada suatu keperluan yang sangat untuk itu, hindarilah jika obrolan yang ada hanya sekedar mencari-cari cara untuk dapat bersenda gurau. Perbaiki kedekatan kita kepada Allah SWT, hadirilah majelis-majelis ilmu, berbuat baik kepada orang tua, perbanyak teman-teman wanita yang berusaha untuk menjadi sholehah, aktif dalam kegiatan dakwah, dsbnya.

    Jika perasaan kita sudah tenang, mulailah kembali menata hati, menentukan kriteria calon yang sesuai dengan kriteria agama, pelajari proses perkenalan yang syar’i itu yang seperti apa, yang pasti jauh dari perbuatan yang mendekati zina semacam pacaran, dan jangan terburu-buru menyukai lawan jenis sebelum mengenalinya dengan benar, karena pernikahan adalah sesuatu yang baik, maka gapailah dengan cara-cara yang baik pula. Adalah janji Allah SWT, laki2 yang baik hanya untuk wanita2 yang baik, begitu juga sebaliknya, sehingga yang harus menjadi prioritas kita ketika hendak mendapat jodoh yang baik, adalah dengan mensholehah-kan diri terlebih dahulu , insyaAllah :).

    Allahu’alam,
    Wassalamu’alaykum warahmatullahi wabarakatuh.

    Reply

  21. muslimahBaru
    Apr 08, 2010 @ 07:22:22

    assalamualaikum…

    terima kasih d atas pandangan ustaz..sy terkadang sgt keliru ustaz…bila kita mendengarkn apa yg org kata….kita rasa goyah..sebahagian mngatakan coba utk disatukn…sebahagian mgatakan patuh pada org tua…pada mulanya sy mmg keras hati tdk langsung mhiraukn ex tunangan sy ustaz…kerana org tua sy sudah berpesan kpd sy juga kepada tunangan supaya jgn mengganggu sy..alhamdulillah..sy mengikuti org tua sy ke kelas agama mendalami ilmu as sunnah..hati sy tenang dan seronok kerana dpt mempelajari byk benda yg sy tdk tahui ustaz….sy tau ustaz kejujuran adalah perkara paling penting dlm perhubungan,tetapi adakah pembohongan yg di buat itu utk kepentingan diri atau kepentingan utk mnjaga hati…sy mndapatkn penjelasan tunangan sy,mengapa dia berbuat begitu pada sy..katanya tdk mahu sy susah hati d ats kesusahan dirinya…dia cuba sedaya upaya utk menyelesaikan masalah nya sndiri tnpa pengetahuan sy dan akhirnya,dia yg terbeban dgn permasalahan yg cuba di setelkn nya..ustaz mempunyai email ngak?kerana ada beberapa perkara sy mau mndpt pandangan ustaz tetapi ia telalu private jika diceritakan di sini…petunjuk yg Allah berikn tdk semestinya dalam mimpi kn ustaz…sy masih dlm kebingungan dan kebuntuan…bg emailnya ustaz..salam

    Reply

  22. hendra
    Apr 10, 2010 @ 13:36:22

    assalamu’laikim wr.wb. semakin aku dekat dngn islam n smakin jd ikhwan yg salih.tp smakin bnyak wanita atau akhwat yg soleh tau pun tidak,mreka smua berani ungkapin perasaan.n aku merasa mereka para wanita semakin di jauhi tp smakin mendekati,jd merasa di kejar2 minta solusinya wassalamu’alaikum wr. wb

    admin :
    wa’alaykumussalam warahmatullahi wabarakatuh

    Akh Hendra yang dirahmati Allah SWT..

    Adalah lumrah jika semakin “tinggi” tingkatan seseorang, maka akan semakin “berat” juga ujian yang akan dihadapinya. Ujian itu lah yang kemudian akan menguatkan “otot2″ ikhlas, sabar dan syukur kita kepada Allah SWT.
    Terkait dengan semakin “dijauhinya” para wanita itu terasa semakin “mendekati” atau bahkan serasa “dikejar2″, mungkin ada baiknya kita yang terlebih dahulu melihat ke dalam diri. Apakah selama berinteraksi dengan para wanita ini, akh hendra sudah secara maksimal menjaga kesesuaian adab-adab bergaul secara islami dengan para wanita ini – menggunakan pakaian yang pantas, berbicara seperlunya, dan tidak dimerdu-merdukan, tidak sering memuji, tidak melulu “beradu” pandangan ketika berbicara, tidak memberikan response secara berlebihan terhadap cerita para wanita, tidak memberikan perhatian secara berlebihan, tidak menunjukkan bahasa tubuh yang seperti sedang menggoda atau ingin digoda, dsbnya -.

    Artinya..ada banyak hal yang mesti secara jujur kita gali dari dalam diri kita sendiri, sebelum “menyalahkan” sikap para wanita tadi. Sebab-sebab apakah yang kita tampilkan yang dapat membuat para wanita ini “tergoda” . Disisi para wanita, tentu mereka mendambakan seorang sosok teman hidup yang sholeh, mungkin yang humoris, yang besar perhatiannya terhadap cerita-cerita yang mereka miliki, yang peduli terhadap mereka dsb-dsbnya.

    Intinya, bergaullah dengan lawan jenis sesuai dengan keperluannya, jika sudah selesai maka berpisahlah, dan jangan mencari-cari cara untuk berlama-lama bersama, karena dapat dipastikan syetan-lah yang kemudian akan “menguasai” topik pembicaraan. Dan jika sudah memiliki kemampuan, maka segeralah menikah, karena dengan menikah dapat menundukkan keinginan kita untuk “dekat” kepada para wanita :). Allahu’alam.

    wassalamu’alaykum warahmatullahi wabarakatuh

    Reply

  23. muslimahBaru
    Apr 19, 2010 @ 04:53:40

    assalamualaikum wbt..

    akak,tdk perlu rsasanye sy ulaskn lagi d email…btul kate mbak..Allah menunjukkan kebenaran secara terang benderang..jd sy tdk akan pulang atau balik ke ex tunangan sy kak….utk pengetahuan kak..lelaki yg baru sy kenali n sy myukai dia dlm diam kerana agamanya itu…sudah pulang ke rahmatullah mgadap penciptaNYA..jumaat yg lalu slps solat jumaat.. pd tnggal 16/4/2010..YA ALLAH kak….arwah hnya pnjaman utk sy mbak…pnjaman sementara utk membimbing sy…sy amat trasa kehilangan arwah mbak…tidak pernah merasakn kesedihan sebegini walaupn sy putus tunangan kak……apa pun,sy redha dgn ketentuan dan ujian ALLAH kpd sy kak….wajahnya tenang dan tersnyum mbak…. :’(..mohon doakn arwah dtmtpk d kalangan org2 beriman…amin..al fatehah

    admin:
    innalillahi wainnailaihi raji’un.. semoga amal ibadah almarhum mendapat balasan yang berlipat ganda, dan segala kesalahan almarhum mendapat ampunan Allah SWT..Allahumma aamiin.

    Inilah salah satu bentuk kuasa Allah SWT, barangsiapa yang menghendaki kebenaran..akan Allah SWT tunjukkan kebenaran itu, yang seringkali dalam pandangan “manusiawi” kita begitu menyakitkan, begitu tidak ‘adilnya’, dan pikiran-pikiran negatif lainnya. Padahal kalau manusia mau sedikit bersabar, menggunakan akal sehatnya untuk memikirkan segala peristiwa yang menghampirinya, niscaya buahnya adalah keimanan yang benar kepada Allah SWT serta pilihan-pilihan yang membahagiakan.

    Yang penting mbak muslimahbaru, yang lalu jadikan pelajaran berharga untuk kembali menyusun langkah ke depan. Jadikan Al Quran dan Sunnah sebagai pelita kita dalam menjalani hidup, dalam menjemput jodoh ‘impian’..insyaAllah keberkahan dunia dan akhirat meliputi hidup kita..aamiin.

    Reply

  24. AEP
    Apr 21, 2010 @ 23:00:08

    aq bingung kenapa aku susah mendapatkan pasangan

    admin:
    sudahkah tips diatas dilaksanakan dengan maksimal? :).

    Reply

  25. muslimahBaru
    Apr 22, 2010 @ 20:07:44

    terima kasih kak ats jawaban nya…

    alhamdulillah sy dpt menerima dgn redha walaupn berat hati sy kehilangan arwah kak…Allah maha kuasa mgatur segalanya utk hmabaNYA…muncul seorang lelaki kak,senior sy d sekolah…sudah 10thn myukai sy dan terus bjmpa dgn org tua sy..alhmdulilllah..kedua belah keluarga senang n berstuju kak..insyaAllah akan belgsung kak…doakan kebahagiaan sy..sujud syukur YA RABB alhmdulillah sy dpt dr istkharah stiap malam..alhamdulillah YA ALLAH

    Reply

  26. muslimah_1
    Aug 19, 2010 @ 13:56:33

    sebenarnya saya malu mau bercerita mbak, tapi gak enak kalau dipendam terus, kenapa ya lelaki yg saya kehendaki tuh ko kyk gak da respon ma saya, truz malah lelaki yg dtg ke kehidupan saya tuh, yg gak saya kehendaki, bagaimana saya menyikapi ini semua….???? mohon dibantu,
    sedangkan saya ingin secepatnya membina rumah tangga…..

    admin :
    @ukhti muslimah_1

    Just info.. saya bukan ‘mbak’.. tapi ‘mas’.. :).

    “Memilih” orang yang sesuai/ dekat dengan “kriteria” dalam pandangan kita tentu dambaan setiap orang. Tetapi adakalanya ketika “pilihan” sudah ditetapkan, orang yang kita “pilih” ternyata tidak menyambut keinginan kita itu. Kemudian kita menjadi sedih hati, sehingga rasa2nya hampir seluruh peluang kita untuk dipertemukan dengan pasangan yang tepat menjadi kecil sekali.
    Padahal sesungguhnya peluang untuk mendapatkan pasangan yang tepat masih sama, tidak berkurang sedikitpun, karena Allah SWT telah menyatakan diciptakannya segala sesuatu itu secara berpasang-pasangan, termasuk sang lelaki dengan sang wanitanya.
    Sikap merasa susah hati ketika “pilihan” kita tidak disambut oleh orang yang kita “pilih”, sesungguhnya telah menutup(sebagian) peluang dan menyusahkan kita untuk mendapatkan pasangan yang tepat. Padahal orang yang berniat untuk mendapatkan pasangan yang tepat, harus membuka segala peluang yang ada dan yang baik selebar dan seluas-luasnya. Artinya, boleh jadi orang yang tepat itu bukan ditemukan dengan kata “memilih” tetapi justru dari kata “dipilih”.
    Secara positif..ada perasaan senang menjadi orang yang hendak “dipilih” oleh orang lain, carilah informasi tentang orang yang hendak memilih kita itu sebaik-baiknya, terutama informasi dari aspek agamanya. Kalaupun belum ada rasa “senang” terhadap orang yang hendak memilih kita itu, carilah jawaban sejujur2nya dari dalam diri, apa yang menjadi kelebihan dari si laki2 itu(tentunya yang baik..baik dari sisi fisik maupun secara spiritual).
    Disisi yang lain, sudahkah kita mengenal lingkungan kita selama ini..apakah lebih banyak bergaul dengan orang2 yang sholeh/ah ataukah tidak? tentunya hal inipun akan sangat membantu secara informatif, jika ada diantara teman/ saudara/ kerabat dilingkungan itu yang sudah siap menikah. Yang perlu diingat, tidak ada manusia sempurna..hatta untuk orang yang terlihat sempurna sekalipun dimata kita, kecuali satu, Rasulullah SAW, dan jadikanalah segala proses dalam kehidupan kita(termasuk urusan menjemput jodoh) menjadi bagian dalam rangka men-sholeh/ahkan diri dan sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT, bukan justru sebaliknya, menjauh dari tuntunan Allah SWT dan RasulNya, atau malah bermaksiat kepada Allah SWT, na’udzubillah.

    Allahu’alam
    wassalamu’alaykum warahmatullahi wabarakatuh

    Reply

  27. karisma
    Sep 03, 2010 @ 17:40:40

    kenapa aku juga ditinggal kan oleh kekesihku
    karena alasan hubungan kami tidak direstui oleh orang tua’nya

    admin :

    sabar aja..insyaAllah gantinya yang terbaik :).

    Reply

  28. rahma
    Oct 06, 2010 @ 15:07:17

    asslmualaikum
    saya dulu pernah punya seorang kekasih, dan kami sudah bertunangan.
    sy dengan kekasih sy jaraknya cukup jauh, krena dia berada di luar kota. sehingga kami menjalani hubungan jarak jauh.
    hny sj, dia pencmburu, tiap hari kami bisa bertengkar walaupun hanya lewat handphone. padahal sy tidak ad macm2 ataupun bergaul dgn laki2 dan mnjaga hti utknya.
    dan suatu hari, kami sempat terjadi perang mulut antara sy dgn diriny, terjadi salah paham diantara kami, lalu selama 3 minggu dia tidak ada ksh kabar ke sy, smntra status mash bertunangan.
    lalu, tiba2 dia putuskan sy dr pertunangan itu, tanpa brbicara langsung dgn ke 2 orgtua sy. dia putuskan pertunangan lewat sms. dan cincin yg ada ditangan sy dia mnt dikembalikan, dan smua brang2 yg dia berikan dia mnt dipulangkan. dan sy pun mengembalikan smua barang2nya.
    namun, setelah sebulan lamanya kami putus, tiba2, dia sms sy, dia bilang dia msh cnt sm sy.
    dia ingin kembali sm sy.
    tapi, seluruh keluarga sy sudah terlanjur tdk suka padanya melihat tindakannya yg sesuka hatinya putuskan tunangan secara sepihak tanpa berpikir panjang terlebih dahulu.
    namun, krn sy masih syang padanya, akhirnya sy cb buka pintu maaf kpdnya. kebetulan wktu itu bulan ramadhan.
    dan ketika lebaran pun akan tiba,dia bilang dia akan datang kerumah dan meminta maaf kepada ke 2 orangtua sy jg keluarga atas kesalahannya dan akan mmprbaiki dirinya lebih baik lg.
    namun, ketika lebaran tlah tiba, dan dia datang kerumah, dia tidak ada berbicara khusus kpd ke 2 orgtua sy yg dia bilang dia mau meminta maaf atas ksalahanny itu. sesuai janji yg sebelumnya dia ucapkan. seakan ketika di rumah sy, dia merasa tidak pernah punya salah. dan dia bersikap biasa sj.
    ke 2 orgtua sy pun tdk menaruh simpati lg padanya, melihat sikapnya yg seperti itu.
    pernah wktu itu, kmi brtengkar krna sy menegur tetangga lama sy yg kebetulan sedang lewat dan seorang laki2. lantas, kekasih sy ni marah pd sy, dan cemburu pd sy, dia lalu menuduh sy yg bukan2. padahal sy tidak pernah macm2.
    namun, prtngkaran itu akhirnya tratasi jg.
    tapi, setelah dia balik ke kotanya lg, sekarang dan sampai saat ini sudah hampir 2 minggu lebih, dia tidak ada memberi kabar kepada sy. ternyata dia mnyimpan rasa marh dan cmburunya itu, hngga saat ni hubungan sy dengannya pun ntah berstatus apa. karena dia sudah tidak ada kabr lg selama dua mnggu ni. pdhal dia brjnj akan nikahi sy smpai sy tmat kuliah nant. smentara sikapnya sprt ini, dan org tua sy jg sudah mulai tdk smpati lg dengannya setelah dia putuskan tali pertunangan itu.
    sy bingung, sy harus bagaimana trhadapnya kalau2 tiba2 dia menghubungi sy lg? semntara ke 2 orangtua sy sudah tdk suka dengannya, dan dia juga tdk ksh kbr lg pd sy.
    apa yang harus sy lakukan kalau dia tiba2 menghubungi sy lg?
    dia seolah kadang timbul kadang menghilang, dan setelah diberi kesempatan inilah yg dia berikan pd sy, tidak ada kbrnya sm sekali. sy jd bingung ap yg sbnrny harus sy lakukan.
    bantulah sy, agar sy tidak salah dalam memilih pasangan hidup sy.
    hny pd Allah S.W.T sy berserah diri dan mhon ampun.
    mhn bantuannya..

    admin :

    wa’alaykumussalam warahmatullahi wabarakatuh

    Dari cerita mba, sepertinya mba memiliki “calon” yang posessif dan kurang dewasa. Dalam sebuah hubungan rumah tangga, cemburu itu perlu dan harus ada. Tetapi kadarnya harus tepat sehingga tidak menyebabkan orang yang cemburu itu bertindak irrasional sehingga melakukan tindakan-tindakan yang dikemudian hari akan dia sesali.

    Bagaimana jika belum berumah tangga saja, sang calon sudah terlihat possessif dan bertindak irrasional? ditambah lagi dengan fakta bahwa tidak terlihat itikad baik(dengan mengakui kesalahan dihadapan ortu) dari penyesalan(mengatakan masih cinta/ masih berharap/dsbnya) yang keluar dari mulutnya.

    Wallahu’alam, mungkin ini bagian dari tanda-tanda “mohon ampun dan keberserahan diri” mba kepada Allah SWT. Allah SWT tunjukkan calon mba sejelas-jelasnya, agar kemudian mba berfikir secara rasional apakah akan mempertahankan calon seperti ini, ataukah mba mencari calon lain yang insyaAllah jauh lebih baik keadaannya. Ditambah lagi sikapnya kepada ortu mba, membuat ortu mba tidak bersimpati lagi kepadanya. Tetapi tentu yang jauh lebih penting dari itu adalah perlakuan dia yang tidak menyenangkan kepada mba, yang harus menjadi pertimbangan utama mba dalam memutuskan lanjut/ tidak.

    Pilihan lanjut atau tidak inipun, memiliki konsekuensi yang secara rasional mba sendiri yang paling paham kalkulasinya akan seperti apa. Tetapi selama keputusan itu berasal dari suara hati dan doa kita kepada Allah SWT, insyaAllah setelah kesulitan ada kemudahan. Jadikan moment ini, moment kita memperbaiki diri, sehingga kita masuk ke dalam kategori mereka yang dijanjikan Allah SWT, yakni “wanita-wanita yang baik hanya untuk laki-laki yang baik”, Allahu’alam.

    wassalamu’alaykum warahmatullahi wabarakatuh.

    Reply

  29. habiby
    Oct 06, 2010 @ 19:34:41

    Assalamualaikum
    gimana cara mendapatkan pacar yang alim/beriman?
    dan gimana cara memilih pacar yang muslim dan baik?
    tolong kasih saran
    terimakasih
    wassalamu’alaykum warahmatullahi wabarakatuh

    admin :

    wa’alaykumussalam warahmatullahi wabarakatuh

    ngapain pacaran.. ga keren :), beneran deh..

    pertanyaannya saya ganti ya ..

    “gimana cara mendapatkan istri yang alim/beriman?”
    gampang.. jadikan diri kita terlebih dahulu sebagai seorang yang alim, dan beriman dengan sebenar-benarnya iman.. :)

    “dan gimana cara memilih istri yang muslim dan baik?”
    gampang juga.. jadikan diri kita terlebih dahulu sebagai seorang muslim yang hanif dan juga baik pribadinya, karena adalah janji Allah SWT dalam firmanNya “sedangkan wanita-wanita yang baik untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik juga diperuntukkan bagi perempuan-perempuan yang baik….” (QS.24:26)

    Tetapi menikah itu untuk mereka yang sudah mampu :), lantas bagaimana jika belum mampu? karena masih sekolah misalnya, atau masih kuliah dan dibiayai oleh ortu dsbnya misalnya?? apakah dengan berpacaran?? betul..kalo agamanya bukan Islam..hehee. Karena kalo Islam jelas tuntunannya.. bagi mereka yang belum mampu menikah maka puasa adalah solusi konstruktif untuk masalah ini. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW berikut, yang artinya :

    “Hai golongan pemuda, siapa di antara kamu yang mampu untuk menikah, maka hendaklah ia menikah, karena menikah itu lebih menundukkan pandangan, dan lebih memelihara kemaluan. Tetapi, siapa yang tidak mampu menikah, maka hendaklah ia berpuasa, karena puasa itu dapat mengurangi syahwat. (HR Bukhari, Muslim, Abu Daud, Tirmizi, Nasai, Ibnu Majah, Ahmad, dan Darami).

    Puasa dalam arti yang luas..apakah dengan berpuasa senin – kamis, atau berpuasa “Daud” puasa sehari -berbuka sehari, puasa dari menghayalkan orang yang disukai, puasa dari tontonan yang dapat memancing birahi, dan puasa2 lainnya. Allahu’alam.

    wassalamu’alaykum warahmatullahi wabarakatuh

    Reply

  30. arye callista okta putri
    Oct 15, 2010 @ 18:55:25

    assalamualaikum
    pak mohon nasehatnya donk..
    aq berumur 20th, slama ini aq pacaran cm buat have fun ja. . buat ngilangin kesepian aq. . karena emank aq gak punya banyak teman maupun sahabat tapi sekarang aq lelah dengan hubungan yang seperti itu. . aq ingin hubungan yang serius. . mang ce aq masik kuliah tapi aq loem pengen nikah cm pengen suatu kepastian ja dari suatu hubungan.. dan kebetulan jg aq g punya pacar karna aq mang sengaja pengen nyari hubungan aq bilang tadi, sat ini aq suka ma sesorng. tp aq g tau pa dia jg sk ato gak ma aq… prasaan ku bkin hatiq sakit. . apa yang harus aq lakuin????

    admin:
    wa’alaykumussalam warahmatullahi wabarakatuh
    :).. pernyataan kamu sesungguhnya sangat bertolakbelakang, sebelumnya kamu mengatakan “aq ingin hubungan yang serius. . mang ce aq masik kuliah tapi aq loem pengen nikah cm pengen suatu kepastian ja dari suatu hubungan..”, lantas “hubungan serius” seperti apa yang ada dalam benak mu ? :).

    Cinta (kepada lawan jenis) adalah sebuah kata yang menuntut kesiapan dan kematangan diri, diantaranya tanggungjawab, kesiapan untuk memberi bukan menuntut, kesiapan materi(siapa bilang cinta ga butuh materi :D), kesiapan untuk mempengaruhi dan dipengaruhi dengan perbuatan yang baik, dsbnya yang kesemuanya itu diawali dengan kesiapan untuk segera menikah :D.

    Lantas kesiapan apa yang sudah kita miliki? :). Jika kesiapan kita masih2 sangat minim, status masih kuliah dengan biaya ortu, belum bisa bertanggungjawab kepada diri diri sendiri(masih sering ngelawan ortu, masih sering bermaksiat dengan sengaja, masih sering menuntut daripada berkorban, dan tanda2 ketidakdewasaan lainnya), belum memiliki penghasilan sendiri, belum memiliki ilmu bahkan gambaran kehidupan rumah tangga yang bertanggungjawab, dan lain sebagainya, maka PUASA adalah satu2nya jalan yang dapat menyelamatkan kita dari virus cinta yang setiap saat dapat menginfeksi mereka yang “lemah”.

    Pada titik ini, maka “hubungan yang serius” dengan lawan jenis termasuk kedalam program jangka menengah(jika tidak dikatakan jangka panjang :) ). Maka, fokuskan diri pada “program jangka pendek” terlebih dahulu, kuliah dengan baik, menjadi anak yang patuh kepada ortu, pelajari dan amalkan syariah Islam dengan baik, jauhi dosa2 kecil serta perkara2 yang dapat mengarahkan kita kepada perbuatan dosa, perbanyak amal sholeh, aktif dalam kegiatan dakwah, perbanyak teman sebanyak2nya, perbanyak kegiatan positif sebanyak2nya, dsbnya, karena dengan itulah kita membangun kesiapan2 tadi sehingga tidak menutup kemungkinan “program jangka menengah” itu menjadi “program jangka pendek” dalam waktu yang tidak lama. Intinya..apapun fase hidup yang akan kita hadapi(misalkan, suka kepada lawan jenis) sejatinya adalah moment untuk menjadikan diri pribadi yang lebih baik dan sholeh lagi. Wallahu’alam.

    wassalamu’alaykum warahmatullahi wabarakatuh

    Reply

  31. Anisah
    Oct 26, 2010 @ 12:07:26

    assalamu’alaykum warahmatullahi wabarakhathu

    maaf Uztads, saya mohon solusinya.
    saya pernah di lamar sama temen SD, 3 tahun yang lalu saya menolaknya sebelum dia ketemu sama ortu saya. mengingat Ibu saya mengingnkan calon menantunya juga seorg pegawai, sedang dia cuma swasta bahkan pekerjaannya tidak menentu. waktu aku menolaknya aku bilang “kalau jodoh Insya Allah akan ketemu kok”. mungkin sedikit kekeceaan pada dirinya sehingga dia pergi jauh merantau ke Malaysia dan terakhir kabar saya terima dia ada di Brunei sekarang, dan dia titip pesan kepada temen terdekat saya kalau Insya Allah tahun depan 2011 ingin kembali ke dan niat pengen ngelamar aku lagi.. sedang jelas2 keluarga saya tidak setuju, apa yang harus saya lakukan?. mungkin kah saya harus mempertahnkannya atau menolaknya lagi… mengingat umur aku skrg dah 25, maaf apa bener kalau dah menolak lamaran lebih dari 3 kali.. berarti jodoh kita dah gak bakalan datang lagi..
    itu yg menjadi perasaan was2 dalam hati aku sekarang… mohon bimbingannya terima kasih

    admin :

    wa’alaykumussalam warahmatullahi wabarakatuh

    Mbak yang dirahmati Allah SWT, berbicara tentang perasaan antara laki-laki dan wanita itu sesungguhnya sama dalam fitrah ingin mencintai dan dicintai. Seorang laki2 akan begitu kecewa jika sang wanita yang dicintainya- yang dengan isyarat2 lisan, tulisan dan tubuhnya menunjukkan rasa suka yang sama dengannya- ketika hendak diajak menikah, ternyata sang wanita ternyata menolak lamaran itu. Tetapi lagi2 sang wanita tidak dengan pernyataan yang jelas dan tegas menolak, sehingga sang laki2 berfikir bahwa masih ada harapan jika lamaran itu dilakukan dilain waktu.
    Mbak yang dirahmati Allah SWT, bagaimanakah jika Mbak berada diposisi sang laki2? Mbak diberi harapan untuk dipilih, sedangkan sang laki2 sesungguhnya tidak memasukkan mbak ke dalam “kelompok” yang akan dipilih. Jika mbak tidak mau diperlakukan seperti itu, maka jangan pernah memperlakukan orang lain seperti itu. Berikan jawaban yang tegas dan jelas, misalkan dengan mengatakan “maaf mas.. lamaran mas aku tolak, mas bukan tipe aku, ada banyak hal yang ga cocok diantara kita, yang kalaupun dipaksakan sepertinya lebih banyak ga baiknya daripada yang bainya, tapi maaf ga bisa aku katakan kenapa2nya, intinya lebih baik kita berteman aja, insyaAllah mas akan dapat orang yang lebih baik dari aku” dsbnya2. Jawaban seperti ini mungkin pada awalnya akan terasa “menyakitkan” bagi sang laki2, tetapi jawaban seperti inilah yang akan memudahkan langkah kalian berdua ke depannya. Sang laki2 tidak perlu lagi berharap akan adanya pernikahan dengan mbak, dan mbak tidak perlu khawatir akan adanya “pengajuan” lamaran ke-2, ke-3 dstnya akibat sikap yang tidak jelas dari mbak kepada sang laki2.

    Menikahlah karena kebaikan(baca: boleh karena pekerjaannya, karena hartanya, karena tampannya..tetapi carilah yang baik juga agamanya) agamanya. Artinya, jika ada kekurangan pada hartanya, pada tampangnya, pada status pekerjaannya, dan segala macam hal duniawai lainnya, tetapi kualitas beragamanya haruslah yang baik diantara yang baik. Mengenai harapan ortu yang menginginkan calon menantunya adalah seorang PNS, hal inipun sesungguhnya bukanlah sesuatu yang tidak bisa diubah/ dikondisikan. Banyak pernyataan yang dapat digunakan sebagai argumentasi untuk menjawab bahwa pekerjaan diswasta juga tidak kalah menjanjikan dibandingkan PNS. Ditambah lagi banyaknya pos2 “korupsi” di lingkungan PNS dapat menjadi faktor “tidak berminat”nya mereka yang ingin menjaga diri dari perkara syubhat itu untuk bekerja menjadi PNS(meski jujur, sesungguhnya PNS membutuhkan banyak pemuda2 jujur yang kuat iman sebagai regenerasi birokrasi :) ).

    Adapun “apa bener kalau dah menolak lamaran lebih dari 3 kali.. berarti jodoh kita dah gak bakalan datang lagi.. ” tidak ada memiliki dasar, jadi tidak perlu kita khawatirkan. Tetapi ada pesan Rasulullah SAW kepada kita, umat yang dicintainya, yang mirip dengan apa yang mbak tanyakan yakni “Apabila datang laki-laki (untuk meminang) yang kamu ridhoi agamanya dan akhlaknya maka nikahkanlah dia, dan bila tidak kamu lakukan akan terjadi fitnah di muka bumi dan kerusakan yang meluas.” (HR. Tirmidzi dan Ahmad). Fitnah atau ujian seperti apa yang akan muncul, Allahu’alam, mungkin saja diantara ujian itu, menjadi “terhambatnya” jodoh yang baik itu dihampiri oleh Allah SWT kepada kita. Allahu’alam.

    wassalamu’alaykum warahmatullahi wabarakatuh

    Reply

  32. sri mulyati
    Nov 17, 2010 @ 13:35:49

    Assalamualaikum……Izin copi ya,,,,syukron

    Reply

  33. hendy
    Feb 27, 2012 @ 23:06:35

    met mualem semua

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 27 other followers

%d bloggers like this: