“Do u Wanna Know about Pacaran??” I

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Berikut ada ulasan yang bagus dari ikhwah kita, akh Gibran Huzaifah, mengomentari tulisan Pak Shodiq. Terkait dengan bagaimana “bermasalahnya” istilah, definisi, analogi, dan kesimpulan yang dibuat oleh pak Shodiq dalam tulisannya. InsyaAllah ada banyak manfaat didalamnya, silahkan membaca.
Komentar I GibranHuzaifah :

Maaf, Pak. Tolong perhatikan masalah istilah dan definisi, serta penggunaan bahasa yang Anda kemukakan. Jika Anda menggunakan istilah “pacaran”, dengan segala definisi yang Anda kemukakan, sedangkan Anda yang Da’i membenarkan pacaran itu, maka orang2 “abangan” yang Anda katakan itu akan menjadikan statement Anda sebagai referensi pembenaran pacaran sebagai sebuah aktivitas. Mari kita pandang definisi pacaran yang memang berlaku di masyarakat umum. Karena, sah atau tidak sah, mau atau tidak mau, itulah definisi pacaran yang dipercaya dan diketahui oleh khalayak.

Jadi, dengan segala hormat dan kerendahan hati, saya rasa, tidak tepat juga jika Bapak membuat sebuah istilah pacaran baru yang Islami serta dikaitkan dengan istilah apapun yang Bapak buat. Karena itu hanya akan membuat parsialisasi persepsi mereka yang membaca, termasuk saya. Padahal saya sudah mencoba membuka setiap penjelasan yang Bapak tawarkan kepada komentator2 kontra yang ada di atas, tapi saya tidak mendapatkan sebuah titik terang. Karena pada dasarnya, dalam berfilsafat, hal yang utama adalah makna, definisi, dan kaitan antara ide yang ada. Dan secara definisi, bahkan jika menyesuaikan dengan definisi yang Anda tawarkan berdasarkan KBBI, pacaran tidak sama dengan pencurahan kasih sayang tadi.

Menurut saya, semoga Allah mengampuni jika saya salah, Bapak terlalu menyambung-nyambungkan istilah pacaran dan terlalu mengislami-islamikan pacaran ini secara definisi. Walaupun, dengan apresiasi yang menggunung, saya tahu bahwa Bapak melakukan hal ini dengan tujuan yang mulia, jika memang untuk mendakwahkan dan mengubah platform berfikir orang kebanyakan. Jadi, mungkin bisa dipertimbangkan untuk mengubah gaya pemaparan Bapak, karna ini untuk menghindari pemahaman parsial oleh pembaca yang “abangan”, karna akan sangat berbahaya jika ada pembaca yang melakukan pacaran-non-Islami, sebut saja demikian, dengan menggunakan tulisan-tulisan Bapak yang mereka tangkap secara parsial sebagai landasan pembenaran.

Sesungguhnya kita tahu bahwa manusia hanya mencoba berfikir sesuai dengan kapasitas intelektualnya, maka semoga Allah, sang pemilik segala intelektualitas tanpa batas, sang mahatahu atas apapun yang bahkan tersembunyi, mengampuni saya jika terdapat kesalahan dan kekurangajaran pada komentar ini. Semoga Allah menjauhi kita, saya, Anda, dan semua pembaca, dari segala macam prasangka..

Tanggapan Pak Shodiq :

@ gibranhuzaifah
Kata-katamu indah sekali. Aku jadi ingin bertanya:
1) Aku setuju bahwa hendaknya kita memandang “definisi pacaran yang memang berlaku di masyarakat umum”. Karena itulah aku sampaikan “PR untuk penentang pacaran islami”. Lihat artikel “Ciuman dengan Pacar“. Di artikel tersebut kusajikan data dari hasil penelitian ilmiah mengenai perilaku pacaran para remaja. Apa kau punya data lain (yang ilmiah) mengenai “definisi pacaran yang memang berlaku di masyarakat umum”?
2) Menurut data yang tersedia, para pembaca blog ini pada umumnya lebih menyukai istilah “pacaran islami” daripada istilah-istilah lainnya. Inilah faktanya. (Lihat artikel “Istilah favorit untuk persiapan menikah“.) Apakah kau punya data obyektif mengenai efek buruk istilah ini?
3) Kalau kita buang istilah “pacaran islami” (yang mereka sukai), haruskah kita biarkan mereka lari ke model pacaran jahiliyah?
(Lihat artikel “Jangan Biarkan Mereka Lari ke Model Pacaran Jahiliyah“!)

Penasaran kelanjutannya?? Bersambung kesini

Advertisements

4 Comments (+add yours?)

  1. Trackback: “Do u Wanna Know Pacaran??” II « Pacaran Islami ?
  2. deni
    Jan 28, 2009 @ 08:04:30

    Nanti lama-lama ada ciuman islami…parah memang manusia di dunia, selalu ingin mencari kebenaran dgn menciptakan istilah dan definisi yang tidak masuk akal. Hahahaha….Jangan percaya Dai atau Kyai sekalipun…, percaya sama Tuhan… dan hati kecilmu….

    Reply

  3. wong Islam
    Feb 13, 2009 @ 22:54:52

    hidup perdamaian,,,,,bagi WNI yg pengen hidup bnr2 dengan syariat Islam ya sana pindah ke Arab Saudi aj,,jangan rusak persatuan negara Indonesia gara2 perbedaan agama…

    admin :
    hehehe..
    ojo ngono.. masa orang islam indonesia ngga boleh menjalankan syariat agamanya sendiri.. masa disuruh menjalankan syariat agama lain.. atau masa disuruh pindah dari tanahnya sendiri. perbedaan agama penting untuk diketahui, agar kemudian masing-masing umat beragama bisa saling menghormati, “fair” kan?
    umat islam wajib untuk saling mengingatkan tentang kebiasaan agama lain yang mencoba “mewarnai” kebiasaan umat islam, karena dalam agama Islam, Islam tidak hanya berbicara masalah keTuhanan, tetapi jg masalah sosial, politik, perdagangan, iptek, muamalah sehari2, bahkan sampai kepada urusan buang air kecil/besar, dll, jadi lengkap sudah..segala “tema” dalam kehidupan/ keturunan anak adam, dibicarakan didalam Islam.

    Jadi rugi banget..kalo ada sebagian dari umat Islam, malah ngga ngerti apa itu Islam, atau ngerti setengah-setengah tapi ga mau belajar lagi..
    yo ngaji maning..:)

    salam

    Reply

  4. iansky
    Mar 08, 2009 @ 20:44:53

    Setuju bgt ma bang Admin…
    No Offense…
    Piss..
    ^__^

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: