Ta’aruf Selamanya..

Assalamu’alaykum warahmatullahi wabarakatuh

Ta’aruf forever..! Ya..:) berbicara ta’aruf dengan pasangan..adalah pembicaraan yang tidak pernah usang. Kali ini kita tidak hendak berbicara mereka  yang ta’aruf terus tetapi ngga nikah-nikah :p, tetapi ta’aruf pranikah yang ‘berakhir’ dengan pernikahan. Bahwa adalah dugaan yang salah, dengan berta’aruf pranikah yang singkat dan padat itu, menjamin kita mengenal secara detail pasangan kita.

“Tuh kan..makanya pacaran..kenali dulu luar dalamnya.. gimana sifat-sifatnya..ga perlu segera nikah..ntar cerai lagi..”(pro pacaran said)

…eit..nyamber aja yah.. :hmmm:..emangnya kalo pacaran, butuh berapa lama untuk bisa saling kenal?

“Nah..kalo itu sih tergantung ‘pelakunya’, apakah udah merasa cukup atau belum..kadang setahun..kadang 5 tahun..kadang 12 tahun..kadang hamil duluan..kadang..mmmm…yang penting jalanin aja dulu deh..” (pro pacaran said again :D)

😮 ..yeeee..jadi ngga jelas(salah ma salah diaduk2) gini, kalo dalam Islam, jawaban-jawaban yang kaya gini ini “syubhat” namanya, dan yang namanya syubhat itu dekat sama maksiat (jangan-jangan ‘anaknya’ yak..:p) itu mesti kita jauhin. Karena faktanya, ta’aruf yang singkat itu lebih tahan ‘uji’ dibandingkan mereka yang bertahun-tahun pacaran, wallahu’alam. Hanya terkadang, ada gejala bahwa hal-hal yang diketahui melalui ta’aruf yang singkat itu sebagai segala-galanya. Kita mengeneralisir pasangan, berdasarkan ta’aruf pranikah yang singkat tadi. Sehingga terjadi mis-understanding dalam mengkomunikasikan sesuatu terhadap pasangan, padahal seharusnya hal itu tidak perlu terjadi, karena pernikahan juga dapat berarti ta’aruf selamanya.

Perumpamaannya kira-kira seperti ini, ingat masa-masa kita ingin memasuki bangku kuliah? Terutama bagi mereka yang ingin memasuki perguruan tinggi negeri ternama, pasti akrab dengan istilah SPMB(kita abaikan bagi mereka yang menggunakan jalur khusus ya :p). Untuk persiapan SPMB itu, sebaiknya kita telah mengetahui jurusan apa yang menjadi minat kita, kemudian kita mulai belajar dengan sungguh-sungguh, dengan latihan mengerjakan soal, mempersiapkan stamina pada saat ujian dsbnya. Artinya, secara sederhana, sebelum mengikuti SPMB tersebut, kita sudah paham dengan tujuan kita, kita sudah mempersiapkan ilmu untuk hal itu, dan kita sudah siap dengan kemungkinan diterima atau ditolak.

Begitu juga dengan ta’aruf pranikah. Sebelum memulai ta’aruf, maka tetapkanlah tujuan kita dengan jelas(meliputi tujuan pernikahan, kriteria pasangan, dsbnya), ilmu yang mengajarkan tentang pergaulan yang syar’i, tentang pernikahan, tentang hak suami dan istri, dan kesiapan diri untuk kemungkinan ditolak atau diterima. Nah..jika sudah siap dengan segala persiapan itu, maka ta’aruf pranikah dapat dengan mudahnya kita laksanakan, mengenai hasilnya, kita serahkan kepada Allah SWT. Setelah proses ta’aruf itu kita lewati satu persatu, hingga tiba masanya kita melaksanakan walimatul ursy, ketahuilah pada saat itu..ta’aruf yang sesungguhnya baru saja dimulai. Ta’aruf pranikah yang kemarin kita lakukan, sejatinya hanyalah ‘ujian masuk’ ke ta’aruf yang sesungguhnya. Laksana kehidupan ‘perkuliahan’ di perguruan tinggi , maka pernikahan adalah masa-masa ta’aruf yang sesungguhnya dalam ‘universitas kehidupan’.

So, jangan pernah ada lagi ekspektasi yang terlalu tinggi terhadap pasangan. Kelebihan dan kekurangan selalu ada dalam diri setiap insan. Jangan hanya karena kekurangannya yang sedikit menghapus banyak kebaikannya kepada kita, apalagi kita sadar bahwa diri ini pun tidak sedikit kekurangannya. Selamilah diri pasangan kita dengan tulus, kenali dan kenali lagi, karena dengan semakin kenal..kita semakin cinta .

“Rabbana hablana min azwajina wadzurriyatina qurrata a’yun, waj ‘alna lil muttaqi na imamaa”.aamiin.

wassalamu’alaykum warahmatullahi wabarakatuh

3 Comments (+add yours?)

  1. elok
    Sep 03, 2008 @ 13:56:37

    Assalamu’alaikm…

    Sbg salah satu org yg tak setuju dg kberdaan pcran, krn selain dlrag dlm islam, tp mmg menmbulkan banyak krugian, sy sgt sng ada web site seperti ini. Di masyarakat kita, yg ironisnya mayoritas muslim, tnyata banyak yg tdk mngenal ta’aruf. Masyarkt cnderung mlht pcran sbgai suatu proses yg wajar sebagai ajang pengnaln sblm mnkah. Sbnernya, akan lbh baik lagi seandainya tdk ada dikotomi bhw proses ta’aruf hnya dpruntukkan bg para aktivis. dan sudah smstinya di negara yg mayoritas pnduduknya Islam, ta’aruf tidak lagi mnjadi brang yg asing didengar.

    wassalamu’alaikum

    admin:

    wa’alaykumussalam warahmatullahi wabaramatuh

    alhamdulillahirabbil ‘alamin.. tetap istiqomah🙂.

    iya.. ironis memang, padahal islam mayoritas disini, tetapi pemikiran islam sendiri kurang dipahami dengan sebagaimana mestinya. Banyak dari kita yang belum memahami pokok-pokok ajaran ini dengan baik, sehingga masih sering “latah” mengikuti mode barat, tanpa mampu memfilter mana yang baik dan mana yang buruk. Khususnya dalam masalah “perkenalan” dengan lawan jenis dalam rangka menuju pintu pernikahan.
    Pacaran sendiri kalau mau dilihat sebagai usaha “perkenalan”, bisa disebut “perkenalan” a.k.a ta’aruf juga, tetapi tentu ta’aruf yang dikenal dalam bentuk-bentuk seperti pacaran bukanlah jenis ta’aruf yang syar’i.

    Dan tidak ada juga pembatasan “ta’aruf” hanya untuk para aktifis🙂, kalaupun ada yang membatasi berarti dia belum paham tentang makna ta’aruf. Tetapi memang istilah “perkenalan” a.k.a “ta’aruf” itu sendiri lebih dikenalkan oleh para aktifis dakwah, karena didorong keinginan yang kuat(azzam) guna mengamalkan ajaran agamanya dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam rangka menjemput jodoh. Kalaupun ada yang membatasi, sebenarnya ada pada mereka yang berusaha mengadopsi ide “pacaran” itu ke dalam syariat, seolah-olah antara “ta’aruf” dan “pacaran” itu dalam tingkatan yang sama(apakah dilihat sebagai perintah/anjuran agama..dsbnya), padahal tidak sama sekali. Kedua-duanya ada ditingkatan yang berbeda, karena yang satu (ta’aruf) adalah sebuah keniscayaan, sedangkan yang lain(pacaran) adalah sebuah fenomena yang diakibatkan oleh ta’aruf yang tidak syar’i tadi, sama halnya dengan “perselingkuhan” dsbnya.

    Dan akhirnya, sebagaimana janji Allah SWT..”..laki-laki yang baik hanya untuk wanita-wanita yang baik..”, seperti itulah kaum muslimin memaknai nikmat “jodoh” itu, dimulai dengan memperbaiki diri sendiri, membuat pilihan2 yang positif, berbaik sangka kepada Allah SWT, melaksanakan hak-hak Allah SWT dsbnya.. dan Allah SWT akan menyempurnakan janjiNya untuk kita..aamiin.wallahu’alam.

    wassalamu’alaykum warahmatullahi wabarakatuh

    Reply

  2. vivi
    Dec 03, 2009 @ 10:38:29

    AKU SETUJU DENGAN PROSES TA’ARUF

    Reply

  3. soemanov
    Aug 08, 2010 @ 08:47:18

    Assalamu’alaikm…

    Saya setuju dengan mas di atas… ironis memang… sepertinya islam itu hanya di jadikan topeng, namun akhlak dan perilaku tidak mencerminkan islam…

    semoga kita tetap berada di jalanNya… Amin

    Saya dulu pernah berfikiran bahwa untuk mengenal seorang wanita haruslah dengancara berpacaran… Kadang saya muak dengan teman yang mengatakan “Mana pacarmu, masa hari ini nga ada pacar” Saat mendengar kata kata itu ni darah udah naik di atas kepala, he he he…. Mungkin pacaran bagi mereka sudah harga mati, hidup tidak indah tanpa pacaran… tapi saya tetap pada jalan saya, karena Allah tidak pernah memerintahkan kita Untuk pacaran… Nga ada hadist, dalil dataupun Ayat di dalam Al – Quran manwajibkan pacaran….

    Nah, kembali ke Ta’aruf… saya senangm ternyata Alla masih sayang kepada saya, dan saya akhirnya mengenal yang namanya Ta’aruf. Cara yang di anjurkan islam dan Allah meridhoinya…

    Apalah arti hidup ini indah di dunia, tetapi Allah tidak meridhoi… cinta kepada manusia setengah mati, dan nga bisa hidup tanpa mereka adalah kata kata yang bodoh… Di tinggal pacar sedihnya bukan main, padahal bukan mereka yang ada di saat kita sedih, melainkan Allah… Kalau cinta Allah kepada hambanya mati, itu baru hidup ini sudah nga ada artinya…

    Kita doakan semoga saudara saudara kita bisa memilih jalan yang baik, dan tentunya di Ridhoi oleh Allah SWT. Amin…

    wassalamu’alaikum

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: