Putus Sama Pacar, Tapi Kok Masih Keingat-ingat Ya..Gimana donk?

Assalamu’alaykum warahmatullahi wabarakatuh

Pernah putus “cinta” (baca: putus dari pacar)?? Kalo iya…”kacian deh kamyuuu..:)”.. :p

Ups..sorry..bukannya kita ga berempati, tapi beneran..”kasihan” deh kamu-kamu yang pernah ngerasain putus sama pacarnya :). Makanya..dibilangin jangan pacaran, kamu tetep bandel sih. Coba kalo kamu ga bla..bla..bla. Tapi “it’s OK lah”..:) anggap saja hal itu sebagai kegagalan yang mesti kamu-kamu perbaiki. Kalo udah pernah mengalami jangan mencoba lagi, bagi yang belum mengalami jangan coba-coba :).

Mungkin ada banyak sebab, seseorang bisa putus sama pacarnya. (Dari sudut pandang laki2) Ada yang menganggap sisi “petualangannya” sudah habis (ini tipe orang yang ngebetnya pas PDKT, pas udah dapet bosen), ada juga yang bosan dengan keseharian yang tidak ada “peningkatan”(dari mulai kenal sampe 3 tahun cuma dapet pegang telapak tangannya doank :d), ada juga yang hilang “cintanya” karena ada makhluk baru yang lebih cantik, atau ada juga yang putus karena si cowok atau cewek merasa dikhianati, dstnya. Sebenarnya banyak konteks yang mungkin terjadi dari realita putusnya kamu-kamu sama pacar kamu, tapi kita batasi permasalahan “putusnya” itu pada konteks kamu-kamu merasa dikhianati.

“Bagaikan petir disiang hari…” kata yang doyan dangdut..atau “Baru kusadari..cinta ku bertepuk sebelah tangan..” kata yang doyan Dewa..atau eit..cukup, semakin dicari semakin banyak lagu-lagu atau syair-syair yang mengisahkan tentang putus “cinta”(baca=putus dari pacar). Bahkan mungkin kalau dikumpul-kumpulkan..jangan-jangan banyakan syair putus cinta daripada “sambung cinta” :). Kita ngga akan ngebahas syair-syair itu, tetapi yang pengen kita fokuskan adalah…ternyata…setelah(bisa seminggu, sebulan, atau lainnya) kata “putus” terucap..ada keinginan yang kuat untuk “kembali” dengan si dia. Nah..disini kamu-kamu diuji nih ke-istiqamahannya untuk tidak melanjutkan pacaran dengan si dia atau siapapun lagi sebelum adanya ijab qabul diantara kamu. Ujian itu semakin berat tatkala eks-pacar kamu mengakui kalau dia salah..dia khilaf..dia hanya manusia biasa yang mungkin saja salah. Disatu sisi kamu membenarkan(bisa menerima permintaan maafnya) akan hal itu, disisi yang lain kamu masih ingat akan pengkhianatannya dan khawatir kejadian yang sama akan terulang kembali jika kamu menerimanya lagi, dan disisi yang lain..kamu mulai memahami dan semakin meyakini bahwa jalan perkenalan yang bernama “pacaran” itu bukan jalan yang tepat bahkan menyalahi perintah Allah SWT.

Ibarat persimpangan jalan, saat ini kamu sedang menghadapi 3 persimpangan jalan. Satu..memaafkan si pacar dan melanjutkan aktifitas “perpacaran” dengannya, kedua..menolak permintaan maafnya dan mencari pacar baru, dan ketiga..memaafkannya dan juga meminta maaf kepadanya karena telah “terjebak” ke dalam situasi yang tidak mengenakkan itu, serta mengembalikannya kepada aturan Allah, ga pacaran lagi dengan siapapun…sampai ada ijab qabul yang mengawalinya :). Pilihan pertama dan kedua dijamin akan enak diawal tetapi bakalan ga jelas setelahnya, tetapi pilihan ketiga insyaAllah agak berat diawal tetapi berakhir bahagia dibelakangnya, baik bagi kamu dan bagi si dia. Tetapi kecenderungan yang terjadi pada kebanyakan kita adalah, kita kemudian terjebak pada pilihan yang pertama dan kedua, jarang sekali kemudian kita memilih pilihan yang ketiga. Akhirnya orang akan melihat kita..putus lagi..nyambung lagi, putus lagi..nyambung lagi. Atau putus sama yang ini..pacaran lagi sama yang itu, putus sama yang ntu..pacaran lagi sama yang lain. Ga cowok..ngga cewek kelakuannya kebanyakan sama saat ini, ga juga yang jenggotan..ga juga yang pake jilbab..kadang-kadang agak-agak cenderung pada pilihan pertama dan kedua.

Tetapi..kita setuju, kita bisa memahami perasaan kamu..bukan perkara yang gampang melupakan seseorang yang sering mengisi hati kita hampir disetiap waktu. Bayangin aja, bangun tidur dibanguni “dah bangun sayang..tahajud ga tadi-padahal yang nanya belon sikat gigi juga tuh..hehehe- ..”.., waktu sarapan diingetin, pas mo berangkat kuliah didoain “ati-ati dijalan”..makan siang ditanyain lagi “dah makan siang lom..? nanti pulang kuliah mo dijemput ga? bla..bla..”, jangan lupa makan yah..pas pulang kuliah disms lagi “yang..aku kayanya ga bisa jemput..lagi sibuk nih..-padahal lagi main sama temen2nya :d-“..sampai-sampai sebelum tidur pun telpon2an dulu “tadi gimana..ngapain aja..sama siapa -ceritanya laporan ni yee..hehe-” dsbnya. Makanya ga heran kalo kemudian perasaan “suka”, sama mantan kamu itu menjadi ujian yang cukup berat buat kamu untuk memilih sebuah pilihan yang tepat.

Sebenarnya yang terjadi..kesan “baik dan perhatian” dari mantan pacar kamu lah yang telah menggantikan realita hidup kamu dan dia dari yang sebenarnya. Entah disadari atau tidak kamu berdua akan menafikkan “kekurangan” yang ada pada diri kamu masing-masing, akibat “dosis” kebaikan, perhatian, dan “cinta” yang tidak pada orang yang benar dan tepat. Kemudian melenakan kamu dalam khayalan-khayalan tentang “kesempurnaan” yang ada pada pacar kamu serta “keindahan” metode perkenalan yang kamu jalani, sehingga semakin menarik kalian ke dalam dunia yang jauh dari realita. Meski kita tidak menafikkan secara keseluruhan akan “kebaikan dan perhatian” yang masing-masing kamu tunjukkan itu.. memang ada “cinta”. Tetapi cinta yang tidak sesuai dengan kadarnya itu hanya akan membawa kesedihan dan kesakitan. Ibarat memakan makanan yang enak, tetapi dengan porsi yang melebihi kemampuan kita untuk menampungnya. Yang terjadi kemudian, bukan kesenangan diawal berkelanjutan, tetapi kesedihan dan kesakitan yang dirasakan. Itulah kenapa fenomena “putus-nyambung”, atau “putus lagi pacaran lagi” menjadi realita yang tidak sulit kita temui saat ini.

Kembali kepada persoalan pilihan mana yang kamu ambil, katakanlah pilihan pertama, dimana kamu memaafkan si dia dan melanjutkan berpacaran dengannya, maka kenangan akan “pengkhianatan” yang telah dilakukannya akan selalu menimbulkan rasa was-was pada diri kamu. Kamu akan semakin tidak memberikan “ruang” untuk si dia berlaku salah atau berlaku “tidak sempurna”. Katakanlah kamu memilih pilihan yang kedua, kamu tetap putus dengannya, dan memutuskan untuk menggantikan bayangan-bayangan tentangnya dihatimu dengan orang lain. Yang terjadi kemudian, kamu akan menjadikan ukuran-ukuran “kebaikan dan perhatian” pada mantan kamu sebagai tolak ukur kebaikan dan perhatian pacar baru kamu. Awalnya mungkin masih asik-asik saja, tetapi akhirnya bisa ditebak..kamu atau pacar kamu yang baru tidak akan tahan / sulit menerima realita yang ada, bahwa pacar kamu yang baru memang berbeda dengan pacar kamu yang dulu.

Pengalaman yang salah itu, jika tidak segera direnungi akan berlanjut menjadi pengalaman-pengalaman yang “sama” dan selalu salah dikemudian hari. Entah disadari atau tidak, pengalaman berpacaran itu menjadikan sebagian dari kita kemudian terjebak dengan mind-set mencari “pasangan yang sempurna”, sehingga tidaklah mengherankan jika kita menemukan ada aktifis pacaran yang terbingung-bingung dengan banyaknya realita pernikahan sakinah yang tanpa diawali dengan pacaran. Mereka bingung, kok meski hanya “berkenalan” sebulan dua bulan, anak-anak dari pernikahan mereka yang bisa mencapai 5, 7, 10 orang bahkan lebih, semua anak-anaknya menjadi anak-anak yang sejuk dipandang mata, karena didikan dan keluarga itu dibangun diatas kecintaan kepada Allah SWT. Karena dalam pandangan(baca: yang selalu digembor-gemborkan) mereka yang aktifis pacaran, tidak mungkin ada pasangan yang bisa saling “mencintai” dengan baik jika tidak berpacaran terlebih dahulu -yang kalo ditanya sampai kapan “pacaran” yang katanya baik itu, mereka pun ga punya jawaban yang jelas 🙂 ), padahal apa yang tidak mungkin jika Allah SWT ridho terhadap mereka yang cinta kepadaNya.

Nah..melalui tulisan ini, semoga Allah membuka hati-hati kamu yang saat ini sedang dalam kondisi yang sama, untuk memilih pilihan yang ketiga. Tidak ada yang salah dengan cinta kamu dan dia. “Bahasa” Allah SWT melalui realita ini kepada kamu-kamu yang lagi mengalami kondisi diatas mudah-mudahan bisa kamu renungi. Allah menyadarkan kamu tentang makna cinta, tentang siapa yang memiliki cinta, tentang kesombongan kamu yang mengaku bisa menjaga “cinta” dengan berpacaran dstnya. Mantan pacar kamu tidak sepenuhnya salah dalam hal ini karena episode “pengkhianatan” ini sejatinya bagian dari “pengajaran” Allah SWT kepada kamu berdua, apakah kemudian kamu berdua kembali kepada aturan Allah SWT atau justru berpaling dan semakin sombong. Jika kamu berdua bersabar dengan episode hidup seperti ini, kamu berdua akan saling memaafkan dan akan saling mendoakan semoga Allah SWT memilihkan yang terbaik untuk kamu berdua. Kalaulah kamu berdua memang berjodoh, insyaAllah cara-cara yang ma’ruf(baca: bukan dengan berpacaran) akan mengembalikan cinta yang suci diantara kalian. Dan jikalau kamu berdua tidak berjodoh, insyaAllah..Allah akan gantikan masing-masing untuk kalian, seorang pribadi yang jauh lebih baik dari pada masing-masing dari kalian. Yang wanita akan mendapatkan laki-laki yang lebih baik dari kamu, dan kamu akan mendapatkan wanita yang lebih baik dari mantan pacar kamu dahulu, karena inilah janji Allah bagi mereka yang bersabar, dimana Allah SWT akan melipatgandakan setiap nikmatNya yang bisa kita syukuri, wallahu’alam.

Semoga Allah SWT meneguhkan kita dijalanNya.

Wassalamu’alaykum warahmatullahi wabarakatuh

Advertisements

12 Comments (+add yours?)

  1. wahid fikri
    Jun 20, 2008 @ 12:17:11

    dasar buknnya cari solusi baik malah ngeledek

    admin: ngeledek?? :).. wah kayanya ada yang ngga baca ampe habis nih. Btw..kalo sahabat merasa “diledek”, kita mohon maaf yang sebesar-besarnya, mudah-mudahan setelah “diledek” ikutan mikir solusinya..:). Sok..dibantu sahabat-sahabat yang lain, yang mungkin ada problem yang sama.

    Reply

  2. 12072170 'Hasbi'
    Sep 24, 2008 @ 15:10:26

    cari hari gini?

    Reply

  3. ima
    Apr 03, 2009 @ 23:29:52

    subhanallah….,ak baru sadar,betapa allah maha besar dan saynag dgn umatnya(aku)salah satunya.di mana sekarang aku sedang berpisah dengan pacarku.banyak kenangan yg munkin tdk perlu di ingat lg,allah menyadarkanku dgn perpisahan ini.meski berat n sangat sulit insyaallah allah punya rencana d baliksmua ini.aku ikut d pilihan ke-3 krn ak skrg tdk stuju dgn pacaran,tp ak optimis klo ak bklan te2p berjodoh dgn pacarku.sampai ak dan pacarku(ak ga p’nah ngaggap dia mantan) siap untuk menjalankan sunah rasulnya,dgn ijabkabul n halal tentunya(amien)

    admin:
    Alhamdulillah..
    Ima yang dirahmati Allah.. kalau Ima memilih untuk konsisten pada pilihan ke-3, dan siap menerima rencana Allah, maka Ima harus benar-benar bisa “melupakan” mantan pacar Ima. “Let it be”.. indikatornya gampang, ketika sang mantan sudah “dekat” dengan orang lain, dan kita tidak “cemburu” kepadanya, maka insyaAllah, luka dalam hati akibat pengalaman bersamanya telah sembuh. Letakkanlah harapan itu hanya pada Allah SWT, artinya jikalau Ima memang berjodoh dengan mantan pacar, tentu semua itu tidak akan lari kemana kan? dan pasti caranya kan sesuai dengan tuntunan Allah dan RasulNya. Pun kalau ternyata Ima tidak berjodoh, tentu tidak terlalu sulit menata hati yang “kecewa” karena Ima meyakini bahwa jodoh adalah bagian dari kehendak Allah SWT, dan kabar gembiranya adalah, bahwa jika Ima tetap bersabar (dalam menjemput jodoh secara syar’i) maka Allah telah janjikan seorang pengganti yang jauh lebih baik dari sang mantan.

    Jangan sampai, Ima “disibukkan” dengan pengharapan kepada sang mantan, dan menutup mata serta hati dari jodoh yang sesungguhnya sedang dipersiapkan Allah buat pengganti pacar Ima, atau ketika semua hal yang tidak jelas itu pada akhirnya menjadi kenyataan yang berbeda dengan apa yang telah menjadi pengharapan/ penantian Ima selama ini, tentu semua kekecewaan itu akhirnya menjadi agak sulit untuk diurai.

    Ingatlah, bahwa iblis la’natullah ‘alaihi tidak akan rela dengan anak cucu adam/hawa yang mencoba kembali kepada jalan Allah, dan istiqomah didalmnya. Mereka akan terus menarik kita dari berbagai arah, menanamkan pembenaran demi pembenaran, agar kemudian kita sedikit demi sedikit keluar..kembali kepada jalan yang sesat, yang tidak jelas tujuannya, yang tidak jelas kapan mau nikahnya :), yang tidak jelas cara perkenalannya , dsbnya. Semoga Allah SWT menguatkan hati-hati kita agar terus beristiqomah dijalanNya..aamiin. Allahu’alam.

    Wassalamu’alaykum warahmatullahi wabarakatuh

    Reply

  4. Trackback: TIPS MELUPAKAN MANTAN PACAR – CARA MELUPAKAN MANTAN PACAR – CARA-CARA MELUPAKAN MANTAN KEKASIH « silahkan sms/call: 081325537150 (vita)
  5. umi
    Nov 13, 2009 @ 13:21:42

    assalamualaikum,

    q baru tahu arti cinta itu sesungguhnya, q akan mengikuti perintah2 mu ya allah, smoga q dan dia mendapatkan yang terbaik. amien

    Reply

  6. Ilmi Aji
    Dec 16, 2009 @ 17:32:21

    saya baru putus gan, tp saya yakin Allah pasti punya rencana lain untuk saya

    Reply

  7. Ra_ra :) 18_05_92
    Jan 02, 2010 @ 13:12:03

    saYa Uda PUtUs…
    Tp Tp dy mSiiieh ajja tnYa’2 tNtnG aKu…
    jd’inGaT dy tRUUuuZzz :C

    sdiiieh kOk bisa jd bGnie pUtus nYmbUng pUtUnS nYmbUnG’
    Ntr ke dPn KisaH kU n dY gMna Lg yCCc …..

    Letakkanlah harapan itu hanya pada Allah SWT, artinya jikalau Ima memang berjodoh dengan mantan pacar, tentu semua itu tidak akan lari kemana kan? dan pasti caranya kan sesuai dengan tuntunan Allah dan RasulNya. Pun kalau ternyata Ima tidak berjodoh, tentu tidak terlalu sulit menata hati yang “kecewa” karena Ima meyakini bahwa jodoh adalah bagian dari kehendak Allah SWT, dan kabar gembiranya adalah, bahwa jika Ima tetap bersabar (dalam menjemput jodoh secara syar’i) maka Allah telah janjikan seorang pengganti yang jauh lebih baik dari sang mantan.

    Reply

  8. agus
    Jan 27, 2010 @ 15:03:35

    assalamualaikum
    alhamdulillah mksh ya mas sdh menenangkn hti aqu,wlaupn q dh dpts knp y q msh ada rasa syg,tp ktk bc artikel2 kyk mas seakn2 bs menghlangkn rs dndm&syg tp stlh dua/tga hri nfs syg&dndam kmbli lg?mhn pencerahan dr admin smg htiq bs trobati.mhn jk brkenan bs dkrm lwt email biar bs sy bc2 trus,soalny pnykt dndm sy srg kmbh.
    wassalamualaikum

    admin:
    wa’alaykumussalam warahmatullahi wabarakatuh

    Hati itu “raja” kata Imam Ibnul Qoyyim Al Jauziy berdasarkan sabda Rasulullah SAW yang artinya “Sesungguhnya dalam tubuh itu ada segumpal daging. Bila daging tersebut baik maka baik pula seluruh (anggota) tubuh. Dan bila segumpal daging tersebut rusak maka rusak pula seluruh (anggota) tubuh. Ketahuilah, segumpal daging itu adalah hati.”
    Hati yang memutuskan apakah mata akan memandang atau tidak? hati yang memutuskan apakah kita akan memenangkan bisikan buruk didalam hati kita ataukah kita memenangkan bisikan baik yang ada didalam hati kita. Jika kemudian kita memenangkan bisikan buruk yang pasti berasal dari syaithan menguasai hati kita, maka inilah yang akan menimbulkan dendam yang tidak berkesudahan.
    Apapun yang terjadi dalam hidup kita sejatinya adalah dalam rencana Allah SWT. Kalaulah itu kita rasakan sebagai nikmat maka jangan pernah lupa untuk mensyukurinya dengan lisan dan perbuatan. Gunakanlah nikmat itu untuk kebaikan, untu hal2 yang tidak akan mengundang murka Allah SWT. Kalaulah itu kita rasakan sebagai musibah, maka ketahuilah inipun berasal dari Allah SWT, maka bersabarlah, karena sesungguhnya setelah kesulitan Allah SWT selalu mengiringinya dengan kemudahan.
    Kalaulah episode hidup kita saat ini tidak berjodoh dengan orang yang kita sukai, yakinlah bahwa Allah SWT sudah mempersiapkan seseorang yang tidak saja lebih kita sukai, tetapi Allah SWT pun meridhoi, insyaAllah.

    Persoalannya tinggal sejauh mana kita meyakini hal itu, meyakini bahwa semua dalam takaran Allah SWT, takaran bahwa setiap ujian diberikan tidaklah melebihi kemampuan hambaNya, ujian yang akan menggiring hambaNya untuk mengenal cinta yang sejati..cinta yang dibangun atas dasar cinta kepada Allah SWT :). Allahu’alam.

    Wassalamu’alaykum warahmatullahi wabarakatuh

    Reply

  9. whie
    Feb 17, 2010 @ 20:09:18

    ass…. subhanallah..tlisn d’blog ini sungguh mnyejukkn hati…whie bru sdr..allah tdk brhnti mngingtkn whie… tmn2 tw gk,,,whie dh pcrn 6 thn,,n udh d’slingkuhin 4 kali… pi bdh na whie ttp syg dy….. ttp m’fin dy.. whie sllu mkir dy tu yg t’baik… please..tlongin whie kmbli k’jln allah… whie pngn ambil plhn yg k’3… pi whie blm snggup psh sm dy….pdhl allah sdh b’x2 mnegur whie… ya allah tlg whie….

    admin:
    wa’alaykumussalam warahmatullahi wabarakatuh

    Siapa bilang whie ga sanggup? :). Kalau ada yang bilang whie ga sanggup, saya yakin itu berasal dari bisikan syaithan yang tidak rela whie kembali kepada jalan Allah SWT.
    Lagian ngapain sih whie pacaran 6 tahun..diselingkuhin 4 kali kok ya ga bisa ngelupain?? :). Jangan ingat baiknya yang cuma sedikit dan diluar itu, tapi ingat bahwa ada banyak nikmat Allah SWT yang kemudian sudah kita ingkari. Nasehat ortu yang jadi kurang berharga dibandingkan “bualan” si pacar..padahal ortu jauh lebih berhak mendapatkan kebaikan dan ketaatan dari kita daripada si pacar yang notabene adalah orang lain.
    Ditambah lagi dengan ketidakstabilan emosi kita (jd suka curigaan, bad mood..dll)yang diakibatkan dari hubungan yang bernama “pacaran” ini.

    InsyaAllah whie bisa .. dan akan mendapatkan ganti yang jauh lebih baik selama tidak mendekati hal-hal yang mengundang murka Allah SWT,aamiin. Intinya jangan menunggu yang kali ke-5..dan jangan ditunda2 lagi :).

    wassalamu’alaykum warahmatullahi wabarakatuh.

    Reply

  10. karina
    Oct 31, 2010 @ 11:42:25

    ass..walaupn postingan nya udh lmyan lama,tp msh pas bwt kisah2 q skr. aq udh 5thn pcrn LDR (kami beda pulau) ,putus krna spakat pgn jln lurus, dy jg pgn ngaji n mnyarankan aq jg ikut pngajian,,namun endingnya,1 bln putus si dy malah dpt pngaanti n”trjerumus”,jauh dr komitmen dy yang ingin blajar agama .namun akhrnya dy mnta balik n mnyadari ksalahan2nya,,1 thn kmudian, wacana ttg belajar agamapun kembali lagi, dy menyarankan agar “kembali lagi kjalan yg lurus”ga pacaran lagi ,,dy ikut liqo n aq pun dsarankan ikut jga. …karena sarannya baik, aq pun mengikuti saran2 tsb,,namun,skr dy malah pacaran lagi …dsatu sisi aq merasa dpermainkan karena dy mengatas namakn kebaikan n agama, dy malah melanggar komitmen2 tsb. namun disisi lain, aq brsyukur krna Allah meluruskan niat q utk ikhlas bljar agama bkn krna makhluk lain..allah menyelamatkn aq dr hal2 yg Dilarang…….walaupun trsa berat,aq brusaha memilih pilihan k3…

    admin :
    alhamdulillah..insyaAllah, akan Allah ganti dengan yang lebih baik lagi.

    Reply

  11. yessika
    Nov 15, 2010 @ 15:41:22

    Assalamu’alikum.. Wr. Wb.

    kak, 3th yg lalu saya punya pacar. namun hubungan kami hanya brlangsung 1bln, lalu kami memutuskan untuk brpisah dan mncari jln masing2. sampai saat ini kami masih berteman baik. namun yang membuat resah,mantan saya ini sering mengirim kata2 yg seolah2 menandakan kalo dia masih syg sama saya. kadang kami sering bercanda gurau mengenai sebuah pernikahan. dia pernah bilang ke saya kalo dia sayang skali dengan sseorang dan ingin menikahinya kelak. naaah, permasalahannya muncul disini.. saya selalu di bayang2i, bahwa orang yang dimaksud mantan saya tadi adalah saya. Ya Allah, mohon maaf, mungkin syetan yang ada didekat saya terlalu banyak.. dan suatu kali dia bilang bahwa semua yang dibilang dia tadi adalah gurauan semata,,,, Astaghfirullah…. saya merasa wanita paling bodoh dimata Allah.. sampai2 saya buta akan harapan yang tdk jelas. setelah itu saya putuskan untuk menjauhinya, ya dengan cara tidak sms dia lagi. namun, jika saya teringat dia, lalu saya tekankan dalam hati saya bahwa dia bukanlah jodoh saya, malah air mata yang slalu keluar dari mata saya.. rasanya begitu kecewa.. begitu sakit hati ini.. begitu sangatlah bodoh sekali saya ini..
    menurut kakak saya harus bagaimana??
    mohon bimbingannya

    Wassalamu’alaikum.. Wr. Wb

    admin;
    wa’alaykumussalam warahmatullahi wabarakatuh

    Laki2 yang baik untuk wanita yang baik, itulah janji Allah SWT dalam Al Quran, surat Annur ayat 26.
    Jika kata2 seseorang yang tingkat pemenuhannya masih belum pasti ditepati, dapat dengan serta merta membuat kita gembira, atau membuat kita sedih, sedangkan janji Allah SWT yang pasti selalu ditepati malah tidak terlalu kita pedulikan, berarti ada yang salah :).
    Sesungguhnya segala aturan syariat(yg banyak dari kita menganggapnya sebagai beban, kungkungan, ketidakbebasan, dsbnya) bertujuan mengarahkan manusia kepada kebaikan, keselamatan, dan kebebasan yang sesungguhnya, kebebasan dari pembudakan makhluk kepada makhluk lainnya, kebebasan dari pembudakan “materi” atas jalan hidup manusia, dsbnya. Disuruh-Nya kita berhijab, agar kehormatan kita terjaga. Disuruh-Nya kita menundukkan pandangan, agar kemaluan kita terhindar dari zina. Disuruhnya kita mendekat dengan orang2 sholeh/ah agar debu2 dan karat hati dapat dengan mudah terlihat, sehingga ianya mudah dibersihkan, dan banyak kebaikan lainnya.
    Begitu juga ketika Allah SWT menginformasikan kepada kita bahwa, Dia..Allahu Rahiim telah menciptakan segala sesuatu berpasang-pasangan, tak lain dan tak bukan agar manusia mendapatkan kebaikan dan keselamatan didunia dan akhirat.
    Apa yang sudah Yessy lakukan dengan menjaga jarak dan memutuskan komunikasi, kalau perlu ganti no HP, adalah pilihan yang baik. Tinggal bagaimana kemudian dilanjutkan dengan perbaikan2 kualitas ibadah, pemahaman beragama, dsbnya aga kemudian kelurusan dan keikhlasan niat hanya kita tujukan kepada Allah SWT. Rasanya tidaklah sepadan, menangisi/ mengharapkan sesuatu yang tidak pasti, sedangkan laki2 yang baik yang dipersiapkan Allah SWT, menunggu diujung “jalan” sana :).
    Berharaplah hanya kepada Allah SWT, dan jadilah pribadi yang sholehah.Allahu’alam.

    wassalamu’alaykum warahmatullahi wabarakatuh

    Reply

  12. rhesty
    May 08, 2011 @ 17:00:27

    assalamualaikum

    kak, dulu aku mutusin pacar aku, aku sayang banget sama dia . aku akuin aku yg salah dulu, tanpa sebab aku mutusin diaa, sekarang dia udah lupa sama aku, bhkan udah ada pengganti aku. tapi kenapa yaa sampai sekarang aku gak bisa lupain dia kak . dia itu baik bangeet, aku yang salah 😦 aku nyesel udah mutusin cwok sebaik dia , yang aku bingungkan sekarang ini yang aku rasa kan rasa sayang sama dia atau rasa penyesalan udah mutusin dia ya ka ?
    mohon bantuan nya yaa ka .
    makasih 🙂

    admin:
    wa’alaykumussalam warahmatullahi wabarakatuh

    Kenapa menyesal? harusnya bersyukur, sudah membebaskan diri dari bentuk hubungan yang salah semacam pacaran :). Justru kita menyesal kl ga bisa mutusin pacar karena takut akan azab Allah SWT. Tinggal bagaimana sekarang meluruskan niat, memperbaiki kualitas ilmu dan ibadah kita kepada Allah, agar tidak terulang lagi kesalahan yang sama, yakni berpacaran :), OK.

    wassalamu’alaykum warahmatullah

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: