Pacaran Islami, Memang Ada?

Karya : Yuli Harmita

Source : tentang-pernikahan.com
Bagi remaja, bila istilah itu disebut-sebut bisa membuat jantung berdebar. Siapa sich yang enggak semangat bila bercerita seputar pacaran? Semua orang yang normal pasti senang dan bikin deg-degan.

Bicara soal cinta memang diakui mampu membangkitkan semangat hidup. Termasuk anak masjid, yang katanya “dicurigai” tak kenal cinta. Sama saja, anak masjid juga manusia, yang memiliki rasa cinta dan kasih sayang. Pasti dong, mereka juga butuh cinta dan dicintai. Soalnya perasaan itu wajar dan alami. Malah aneh bila ada orang yang enggak kenal cinta, jangan-jangan bukan orang.

Nah, biasanya bagi remaja yang sedang kasmaran, mereka mewujudkan cinta dan kasih sayangnya dengan aktivitas pacaran. Kayak gimana sich? Deuuh, pura-pura enggak tau. Itu tuch, cowok dan cewek yang saling tertarik, lalu mengikat janji, dan akhirnya ada yang sampai hidup bersama layaknya suami istri.

Omong-omong soal pacaran, ternyata sekarang ada gossip baru tentang pacaran islami. Ini kabar benar atau cuma upaya melegalkan aktivitas baku syahwat itu? Malah disinyalir, katanya banyak pula yang melakukannya adalah anak masjid. Artinya mereka itu pengen Islam, tapi pengen pacaran juga. Ah, ada-ada saja!!!

Memang betul, kalo dikatakan bahwa ada anak masjid yang meneladani tingkah James Van Der Beek dalam serial Dawson’s Creek, tapi bukan berarti kemudian dikatakan ada pacaraan Islami, itu enggak benar. Siapapun yang berbuat maksiat, tetap saja dosa. Jangan karena yang melakukan adalah anak masjid, lalu ada istilah pacaran Islami. Enggak bisa, jangan-jangan nanti kalau ada anak masjid kebetulan lagi nongkrongin judi togel, disebut judi Islam? Wah gawat bin bahaya.

Tentu lucu bin menggelikan dong bila suatu saat nanti teman-teman remaja yang berstatus anak masjid atau aktivis dakwah terkena “virus” cinta kemudian mengekspresikannya lewat pacaran. Itu enggak bisa disebut pacaran Islami karena memang enggak ada istilah itu. Jangan salah sangka, mentang-mentang pacarannya pakai jilbab, baju koko, dan berjenggot, lalu mojoknya di masjid, kita sebut aktivitas pacaran Islami. Wah salah besar itu!!!

Lalu bagaimana dengan sepak terjang teman-teman remaja yang terlanjur menganggap aktivitas baku syahwatnya sebagai pacaran Islami? Sekali lagi dosa! Iya dong. Soalnya siapa saja yang melakukan kemaksiatan jelas dosa sebagai ganjarannya. Apalagi anak masjid, malu-maluin ajach.

Coba simak QS. An-Nuur : 30, “Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: Hendaklah mereka menahan pandanganya, dan menjaga kehormatannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat.” Kemudian QS. An-Nuur : 31, “Katakanlah kepada wanita yang beriman: Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan menjaga kehormatannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya…”

Jadi gimana dong? Dalam Islam tetep tak ada yang namanya pacaran Islami. Lalu kenapa istilah itu bisa muncul? Boleh jadi karena teman-teman remaja hanya punya semangat keislaman saja tapi minus tsaqafah ‘pengetahuan’ Islamnya. So? Ngaji lagi yuk!!!

Advertisements

10 Comments (+add yours?)

  1. fHeBiE_cUtE
    Sep 27, 2007 @ 07:24:41

    assalamualaikum….sodaraq semuax..pzt kalean prnah or mgkn sering baca artikel di blog farid(generasi biru..pacaran g haram kok),,ato blogx ustad mushodiq(pengislamisasian hub.percintaan pranikah secara smart)???…mereka itu smuwa pada kenapa???

    Reply

  2. komaruzzaman
    Dec 07, 2007 @ 12:53:49

    Gimana sich sebenernya pacaran itu, enak ngga’ ya? Bahaya ngga’ ya ? Apa bener pacaran itu harus kita lakukan kalo mo nyari pasangan hidup kita ? Apa memang bener ada pacaran yang Islami itu, dan bagaimana kita menyikapi hal itu?

    Memiliki rasa cinta adalah fitrah
    Ketika hati udah terkena panah asmara, terjangkit virus cinta, akibatnya…… dahsyat man…… yang diinget cuma si dia, pengen selalu berdua, akan makan inget si dia, waktu tidur mimpi si dia. Bahkan orang yang lagi fall in love itu rela ngorbanin apa aja demi cinta, rela ngelakuin apa aja demi cinta, semua dilakukan agar si dia tambah cinta. Sampe’ akhirnya……. pacaran yuk. Cinta pun tambah terpupuk, hati penuh dengan bunga. Yang gawat lagi, karena pengen bukti’in cinta, bisa buat perut buncit (hamil). Karena cinta diputusin bisa minum baygon. Karena cinta ditolak …. dukun pun ikut bertindak.”na’uzubillah min zalik”……….

    Sebenarnya manusia secara fitrah diberi potensi kehidupan yang sama, dimana potensi itu yang kemudian selalu mendorong manusia melakukan kegiatan dan menuntut pemuasan. Potensi ini sendiri bisa kita kenal dalam dua bentuk. Pertama, yang menuntut adanya pemenuhan yang sifatnya pasti, kalo ngga’ terpenuhi manusia bakalan binasa. Inilah yang disebut kebutuhan jasmani (haajatul ‘udwiyah), seperti kebutuhan makan, minum, tidur, bernafas, buang hajat de el el. Kedua, yang menuntut adanya pemenuhan aja, tapi kalo’ kagak terpenuhi manusia ngga’ bakalan mati, cuman bakal gelisah (ngga’ tenang) sampe’ terpenuhinya tuntutan tersebut, yang disebut naluri atau keinginan (gharizah).
    Kemudian naluri ini di bagi menjadi 3 macam yang penting yaitu : Gharizatul baqa’ (naluri untuk mempertahankan diri) misalnya rasa takut, cinta harta, cinta pada kedudukan, pengen diakui, de el el.

    Gharizatut tadayyun (naluri untuk mensucikan sesuatu/ naluri beragama) yaitu kecenderungan manusia untuk melakukan penyembahan/ beragama kepada sesuatu yang layak untuk disembah. Gharizatun nau’ (naluri untuk mengembangkan dan melestarikan jenisnya) manivestasinya bisa berupa rasa sayang kita kepada ibu, temen, sodara, kebutuhan untuk disayangi dan menyayangi kepada lawan jenis.

    Pacaran dalam perspektif islam In fact, pacaran merupakan wadah antara dua insan yang kasmaran, dimana sering cubit-cubitan, pandang-pandangan, pegang-pegangan, raba-rabaan sampai pergaulan ilegal (seks). Islam sudah jelas menyatakan: “Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk.” (Q. S. Al Isra’ : 32).

    Banyak diantara kita yang salah dalam menafsirkan ayat ini. Bahkan ada yang sampai mengatakan:”kan yang haram itu berzinah bukan pegang-pegangan dll”. Dalam ayat tersebut jelas-jelas Allah mengharamkan hal-hal yang dapat menjerumuskan kita kedalam zina. Kalau perbutan itu saja haram apalagi zina nya. Cobalah kita renungkan kalau seandainya ada orang yang mengatakan:”jangan dekat-dekat kerumah saya”. Apakah masuk rumahnya boleh?? Tentu tidak beleh.

    Seringkali sewaktu lagi pacaran banyak aktivitas laen yang hukumnya wajib maupun sunnah jadi terlupakan. Sampe-sampe sewaktu sholat sempat teringat si do’i. Pokoknya aktivitas pacaran itu dekat banget dengan zina. So….kesimpulannya PACARAN ITU HARAM HUKUMNYA, and kagak ada legitimasi Islam buatnya, adapun beribu atau berjuta alasan tetep aja pacaran itu haram.

    Adapun resep nabi yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Mas’ud: “Wahai generasi muda, barang siapa di antara kalian telah mampu serta berkeinginan menikah. Karena sesungguhnya pernikahan itu dapat menundukkan pandangan mata dan memelihara kemaluan. Dan barang siapa diantara kalian belum mampu, maka hendaklah berpuasa, karena puasa itu dapat menjadi penghalang untuk melawan gejolak nafsu.”(HR. Bukhari, Muslim, Ibnu Majjah, dan Tirmidzi).

    Jangan suka mojok atau berduaan ditempat yang sepi, karena yang ketiga adalah syaiton. Seperti sabda nabi: “Janganlah seorang laki-laki dan wanita berkhalwat (berduaan di tempat sepi), sebab syaiton menemaninya, janganlah salah seorang dari kalian berkhalwat dengan wanita, kecuali disertai dengan mahramnya.” (HR. Imam Bukhari Muslim).

    Dan untuk para muslimah jangan lupa untuk menutup aurotnya agar tidak menjerumuskan para lelaki. Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak daripadanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya.” (Q. S. An Nuur : 31).

    Dan juga sabda Nabi: “Hendaklah kita benar-benar memejakamkan mata dan memelihara kemaluan, atau benar-benar Allah akan menutup rapat matamu.”(HR. Thabrany).

    Yang perlu di ingat bahwa jodoh merupakan QADLA’ (ketentuan) Allah, dimana manusia ngga’ punya andil nentuin sama sekali, manusia cuman dapat berusaha mencari jodoh yang baik menurut Islam.

    Tercantum dalam Al Qur’an: “Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik, dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula). Mereka (yang dituduh) itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka (yang menuduh itu). Bagi mereka ampunan dan rezki yang mulia (surga).” Wallahu A’lam bish-Showab

    Reply

  3. pacaranislamikenapa
    Dec 07, 2007 @ 19:20:15

    Jazakallah Akhi

    Alhamdulillah..tambahan yang padat dan jelas..semoga Allah SWT mengakaruniakan kita dan mereka pemahaman agama yang benar dan lurus. Benar dalam pendalilan, dan lurus dalam pemahaman. Terkadang saudara2 kita yang sedang mengkampanyekan pacaran islami itu, mengangkat dalil yang benar tetapi dengan pemahaman yang salah atau bertolak belakang dengan dalil itu. InsyaAllah postingan antum sangat bermanfaat bagi ikhwah fillah yang membaca.

    wassalamu’alaykum warahmatullah

    Reply

  4. Trackback: MAMA, IZINKAN AKU MENIKAH TANPA PACARAN « Amri A. Fillah El Shirazy’s Weblog
  5. pitaxxx
    May 31, 2009 @ 10:07:52

    wah pacaran islami ??
    no comment saya…
    yang haram itu jelas yang halal itu jelas
    jangan menjadikan yang haram itu halal..yang halal itu haram..
    karena itu bisa menjadikan kita kafir setelah beriman
    kunjungan balik sangat diharapkan

    Reply

  6. Trackback: Ainu Amri Tanjung :: MAMA, IZINKAN AKU MENIKAH TANPA PACARAN :: August :: 2009
  7. Trackback: ijInkaNt aQ meNikaH taNpa paCaraNt… « inutkittiyy Blog
  8. agit
    Jul 30, 2010 @ 22:08:06

    kebetulan saya bru balikan sma mantan sya yg trcinta tpi pas bca stus ini sya langsung lmes ga bsa brkta spatah pun sya bru tau bhwa pcaran itt dosa karna sya ngerasa dosa karna sblum mmbca situs ini sya mlakukan ciuman ma pcar sya dosa gede donk aduh gmna yy sya bngung pdhal sya cynx bngt ma pcr sya tpi sya cnta islam jga aduh tmbah pusinx nih gmna eaaaa ???

    admin :

    Assalamu’alaykum warahmatullahi wabarakatuh

    Agit yang dirahmati Allah SWT, tidak banyak yang menyambut “hidayah” Allah SWT ketika melakukan perbuatan dosa. Perasaan bersalah ketika melakukan sebuah perbuatan adalah bagian dari hidayah Allah SWT bagi hamba2Nya yang dikehendaki. Hidayah ini harus segera disambut, agar ianya berbuah iman yang manis dan menjadi dijauhkannya kita dari kesulitan akibat maksiat.

    Seperti yang menjadi bahasan dari blog ini adalah, bahwa pacaran seperti apapun bentuknya hanyalah mendekatkan pelakunya kepada perzinahan yang sesungguhnya. Hari ini mungkin hanya saling menatap, esok sudah saling memegang, keesokannya lagi saling mencium dan meraba, dan selanjutnya terjadilah perzinahan yang menghancurkan izaah(harga diri) pelakunya dimata Allah SWT dan para makhlukNya.

    Sebelum terlanjur dan menjadi kebiasaan, berhentilah dan jauhi apa2 yang dapat mendekatkan kita kepada perbuatan zina, termasuk pacaran. Pelajari kembali bagaimana Islam mengatur interaksi yang elegan diantara lawan jenis, agar kemudian kita dapat menjalani hidup ini sesuai dengan tuntunan Allah SWT dan RasulNya.

    wassalamu’alaykum warahmatullahi wabarakatuh

    Reply

  9. Trackback: MAMA, IZINKAN AKU MENIKAH TANPA PACARAN « Jihadsabili’s Blog
  10. Trackback: KEKERASAN DALAM PACARAN (Posesif Vs Tindak Kekerasan) « Sesungguhnya Pacaran Adalah Perbuatan Keji Dan Haram. Maka Jangan Pacaran Agar Selamat Dunia Akherat. (silahkan add FB teman saya: tundher_cary@yahoo.com & ainuamri5@yahoo.com)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: