Tinjauan : Ta’aruf sebuah istilah asal keren

Tinjauan : Ta’aruf sebuah Istilah Asal Keren 

“Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.”(QS Al Hujurat :13) 

Assalamu’alaykum warahmatullahi wabarakatuh

Benarkah ta’aruf sebuah istilah asal keren?? Dan Siapakah yang telah membatasi makna ta’aruf?? Apakah kesan anda saat membaca judul dan artikel SPPI tentang ta’aruf itu?? (Kesan saya pribadi..dari judul dan artikel SPPI tersebut adalah..“sinis” J, wallahu’alam.)

Kali ini kita mencoba mengkritisi tulisan SPPI yang berhubungan dengan ta’aruf. Udah pada baca?? Kalau belum, bisa langsung klik disini. Semoga bermanfaat.

 SPPI berkata(link)“Pada beberapa tahun terakhir ini, ada gejala pergeseran makna taaruf. Ada kecenderungan, taaruf tidak lagi diartikan menurut makna asli yang terkandung dalam Al-Quran, surat al-Hujurât [49], ayat 13: “Hai manusia! Sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku li ta‘ârafû (supaya kamu saling kenal). …Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.”  Jadi, makna asli istilah taaruf itu adalah proses saling kenal dengan siapa pun selama hayat dikandung badan. Namun sekarang, ada banyak ikhwan yang bilang, “taaruf adalah perkenalan antara seorang ikhwan dan seorang akhwat yang akan menikah.” Bahkan, ada tak sedikit akhwat yang ngomong, “taaruf adalah proses pendekatan selama maksimal tiga bulan antara seorang laki-laki dan seorang perempuan yang akan menikah.” Aneh, ya?Gimana nggak aneh? Bayangin aja. Mereka batasi makna taaruf hanya untuk pendekatan ketika akan menikah. Itu pun selama maksimal tiga bulan saja. Mereka dengung-dengungkan istilah taaruf dengan makna yang agak “MENYIMPANG”dari makna yang terkandung dalam Al-Quran, surah al-Hujurât [49], ayat 13. Padahal, mereka kan rajin membaca Al-Quran. Tekun pula menyimak terjemahnya dan mengkaji isinya. Lantas, apakah mereka itu asal beda? Asal pake istilah dari bahasa Arab biar kedengaran Islami? Ataukah asal keren? Sorry, men! Gak usahlah kita “BERPRASANGKA BURUK” kepada mereka.” 

J Sudah baca ikhwah fillah. Saya ingin memulai dari peryataan dibawah dimana SPPI menyatakan “ga usahlah berprasangka buruk”, lantas..apakah yang dimaksud dengan “mereka itu asal beda?”…” Asal pake istilah dari bahasa Arab biar kedengaran Islami”..” Ataukah asal keren?”..” Mereka dengung-dengungkan istilah taaruf dengan makna yang agak “MENYIMPANG”dari makna yang terkandung dalam Al-Quran”…” Padahal, mereka kan rajin membaca Al-Quran. Tekun pula menyimak terjemahnya dan mengkaji isinya”. Subhanallah, wa kafa billahi syahida (Cukuplah Allah SWT sebagai saksi).

Istilah ta’aruf atau perkenalan atau berkenalan memang ‘dipopulerkan’ oleh gerakan2 dakwah yang berkembang di Indonesia. Dan faktanya hingga saat ini tidak ada pergeseran makna atas makna Quraninya(QS Al Hujurat :13). Artinya, ta’aruf bagi ikhwan dan akhwat adalah meliputi segala hal yang berkaitan dengan aktifitas berkenalan. Apakah itu berkenalan dalam ta’lim, halaqah, dijalan, dan lain-lain sampai kepada pengertian “perkenalan” dengan calon pasangan. Nah kira2 motivasinya apa sih menggunakan istilah ta’aruf itu(kalau mau jujur, sebenarnya bukan saja istilah ta’aruf saja yang dikenalkan oleh gerakan2 dakwah yang ada, tetapi mulai dari istilah ikhwan akhwat, ana antum, akhi ukhti, afwan, syukron, jazakallah, ghirah, ghodul bashor, dll)?? “Asal keren kah atau untuk apa nih??”..InsyaAllah ngga ke situ arahnya, tetapi lebih kepada mendekatkan(mengenalkan dan menumbuhkan kecintaan) kita-kita kepada bahasa arab, bahasa rasulullah SAW, dan bahasa Al Quran. Idealnya memang, kita sebagai muslim/ah bisa berbahasa arab, tapi kalaupun belum bisa, minimal beberapa istilah kita tahu dan kita paham.

Bagi mereka yang  tidak buru2 taqlid tulisan SPPI diatas pasti bertanya “Yakin, ta’aruf di Al Quran itu juga bermakna ‘perkenalan’ dengan calon pasangan udah ada dari dulu??”. Tentu saja yakin.

 Berkata Imam Ibnu Katsir rahimahullah berkenaan dengan tafsir ayat ini (QS Al Hujurat : 13)“..Ayat mulia dan hadits2 syarif (*) ini telah dijadikan dalil oleh beberapa ulama yang berpendapat bahwa kafaah (sederajat) didalam masalah nikah itu tidak dijadikan syarat(sederajat-dalam hal kecantikan/kegantengan, keturunan, harta/kekayaan-ed), dan tidak ada yang dipersyaratkan kecuali agama. Hal itu didasarkan pada firman Allah Ta’ala “..Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu”. Sedangkan ulama lainnya mengambil dalil-dalil lain yang terdapat dalam buku-buku fiqih. Dan kami telah menyebutkannya sekilas mengenai hal itu dalam kitab Al Ahkam. Segala puji dan sanjungan hanya bagi Allah semata.” (Tafsir Ibnu Katsir, QS Al Hujurat:13 Juz 26).

 Inilah fakta bahwa ayat 13 dari surat Al Hujurat itu telah lama dijadikan dalil dalam berta’aruf dengan calon pasangan, dan ini juga yang dipahami oleh Ustadz Abu Syuqqah sebagaimana perkataannya “Perkawinan itu memiliki mukaddimah seperti perkenalan(ta’aruf dalam bahasa arab), khitbah, akad nikah, dan resepsi.”(hal.77).

 

Jadi apakah anda masih berkesimpulan bahwa “ta’aruf sebuah istilah asal keren??” jika iya, ya ga papa J. Tapi mbok ya jangan bilang kalau istilah ta’aruf yang dimaksudkan juga perkenalan kepada calon pasangan itu baru datang beberapa tahun belakangan apalagi ditambah dengan perkataan yang tidak ada manfaatnya seperti diatas. Karena ta’aruf itu maknanya sangat luas, seperti yang saya katakan diatas, maka ketika kita berbicara perkenalan dengan calon pasangan, atau perkenalan dengan teman, perkenalan dengan keluarga, dan lain-lain, semua makna perkenalan itu dikembalikan kepada makna umumnya yakni kata “ta’aruf”. Dan seperti inilah yang didakwahkan para ulama2 salaf dan khalaf yang berpegang kepada kitabullah dan sunnah. Tidak ada keraguan bagi orang2 yang berfikir, insyaAllah. Sehingga tidak akan pernah dapat digantikan istilah ta’aruf ini dengan istilah ‘tanazhur’ ala SPPI, karena selain tidak memiliki dalil yang tepat, hal itu bertentangan dengan fakta bahwa dalil ‘tanazhur’ yang dimasukkan oleh Ustadz Abu Syuqqah ada didalam Bab. MEMINANG. Sedangkan “meminang” atau “khitbah” adalah proses lanjut setelah melalui perkenalan atau ta’aruf.

 

Mengenai penjelasan.. apakah yang dimaksud dengan tanadzhur menurut Abu Syuqqah??  Apakah sama perkataan “memberi perhatian” dan “memperhatikan” ?? dll..akan disampaikan pada kesempatan lain, insyaAllah.

Wallahu’alam wastaghfirullah li walakum

Wassalamu’alaykum warahmatullahi wabarakatuh

(*) Diantara Hadits2 Syarif (mulia) tersebut :

  1. Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda :”Sesungguhnya Alla tidak melihat rupa kalian dan harta benda kalian, tetapi Dia melihat hati dan amal perbuatan kalian” (HR Muslim, diriwaytkan juga oleh Ibnu Majah)
  2. Dari Abdullah bin Amirah, suami Darrah binti Lahab, dari Darrah binti Lahab radhiallahu’anha, ia berkata :”Ada seorang laki2 yang berdiri menemui nabi SAW yang ketika itu beliau tengah berada diatas mimbar, lalu ia berkata :’ya Rasulullah, siapakah orang yang paling baik itu?’ Rasulullah SAW menjawab ‘Sebaik-baik manusia adalah yang paling baik bacaan (Al Quran)nya, paling bertaqwa kepada Allah SWT, paling gigih menegakkan amar ma’ruf nahi munkar, dan paling giat menyambung tali silaturahim’. (HR Ahmad)
Advertisements

4 Comments (+add yours?)

  1. Trackback: Tinjauan 12 Alasan Mengapa Bercinta.. « Pacaranislamikenapa’s Weblog
  2. Trackback: Sebegitu Sulitkah Memilih Jodoh?? « Pacaranislamikenapa’s Weblog
  3. Trackback: Ta’aruf vs Pacaran.. bag 2 « Pacaranislamikenapa’s Weblog
  4. Trackback: My Blog

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: