<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Comments for Pacaran Islami ?</title>
	<atom:link href="http://pacaranislamikenapa.wordpress.com/comments/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://pacaranislamikenapa.wordpress.com</link>
	<description>Pacaran islami tanya ken..napa??</description>
	<lastBuildDate>Mon, 26 Oct 2009 02:58:38 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>Comment on Pacaran again..!! by Nur</title>
		<link>http://pacaranislamikenapa.wordpress.com/2009/07/27/pacaran-again/#comment-344</link>
		<dc:creator>Nur</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 26 Oct 2009 02:58:38 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://pacaranislamikenapa.wordpress.com/?p=140#comment-344</guid>
		<description>Ok, thank you..
Now,, I&#039;m clear..

dan untukadmin,,please bantu doain aq ya..
insyaalloh aq bisa mengambil n mlaksanakan cara2 syar&#039;i
bukan hanya jodoh ttp jg yg laen amin..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Ok, thank you..<br />
Now,, I&#8217;m clear..</p>
<p>dan untukadmin,,please bantu doain aq ya..<br />
insyaalloh aq bisa mengambil n mlaksanakan cara2 syar&#8217;i<br />
bukan hanya jodoh ttp jg yg laen amin..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Pacaran again..!! by Nur</title>
		<link>http://pacaranislamikenapa.wordpress.com/2009/07/27/pacaran-again/#comment-341</link>
		<dc:creator>Nur</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 14 Oct 2009 14:17:38 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://pacaranislamikenapa.wordpress.com/?p=140#comment-341</guid>
		<description>sy setuju dengan tidak brpacaran,,
tp bgmn cara sy hrus menjemput istri..

td d atas dsbutkan jg klo pdkt tu (&quot;not recomended, maybe&quot;)
so bgmana kt bs tau calon istri yg harus d jmput td..
jngan2 kt salah pilih lg..

klo misal pdkt dprbolehkan,bgmana carana pdkt ma akhwat yg
pake jilbab gede2 itu lho,,
mslhnya jngankan pdkt,,liat aj mreka kagak mau.
apa aq hrus dtng krumahnya n lngsung mlamarna??
(i think it&#039;s not gud ide..:D)
 


&lt;blockquote&gt;admin :
Yang &quot;not recomended&quot; itu adalah pdkt(pendekatan/ perkenalan) yang mengumbar &quot;romance&quot;/ romantika :), karena hal2 yang berbau romantis semacam pacaran, rayu-merayu, pandang-memandang, pegang-pegangan, dll karena itu..adalah &quot;domain&quot;(daerah)nya orang yang sudah menikah. Asalkan pendekatannya syar&#039;i, kenapa tidak? Tetapi persoalannya kemudian jangan digampangkan dengan berkata &quot;berarti pacaran aja dengan gaya islami?.. pacaran gue islami lho?&quot; dsbnya. Standar islaminya harus jelas, dan tidak diwilayah abu-abu, misalkan untuk istilah &quot;pacaran islami&quot;, dimana-mana(baik dibarat, ditimur, utara atau selatan :) ) yang namanya orang pacaran itu pasti ada &quot;session&quot; nembaknya, jika &quot;ya&quot; jawabannya, maka saat itulah &quot;diproklamirkan&quot; -aku pacarmu..dan kamu pacarku- artinya ada &quot;penisbatan status hubungan romantis antara 2 insan lain jenis&quot; yang ini tdk dipernah dibenarkan didalam Islam, kecuali pernikahan. Konsekuensinya jelas, boleh jalan-jalan, boleh antar jemput, boleh rayu-merayu, boleh pegangan tangan, dll yg bahkan banyak kemudian yang terjatuh kepada perkara zina besar. Jika istilah pacaran ini mewakili sesuatu yang diharamkan oleh agama, akankah ia pantas digandengkan dengan istilah &quot;islami&quot;?.

Kemudian pelajari dahulu, apa yang dimaksud dengan perkenalan didalam Islam? bagaimana Islam mengatur interaksi laki2 dan wanita non mahrom? kenali apa2 saja perihal yang dapat dikategorikan perkara mendekati zina? sudahkah kita memperbanyak lingkungan orang-orang yang berusaha untuk sholeh? bagaimana dengan sholat kita, ngaji kita, bakti kita terhadap ortu dsbnya?. Ini adalah prioritas dan sebuah proses untuk membentuk pribadi yang sholeh, yang jika hal itu sudah kita lakukan maka apapun keinginan(misalnya :menikah) kita nantinya akan selalu dekat dengan pertolongan Allah SWT.

Bagaimana pdkt yang baik? caranya banyak! :), salah satunya seperti yang antum sebutkan, datang langsung ke ortunya, bilang &quot;pak.. anak bapak saya lamar ya.. boleh ga?&quot;, itu boleh, sah, gentlement, daripada krasak-krusuk pacaran ga jelas. Cuma kalo gini persoalannya, &quot;kita ini siapa?..sekelas Rasulullah bukan?-kalo bukan- ulama terkenal bukan? -kalo bukan- temen babenya ngaji bukan?-kalo bukan- sholat berjamaah kita gimana? ngaji dah bisa belon?, dll :) &quot;. Artinya cara ini, cara orang yang memang sudah dikenal pribadinya dengan baik oleh si keluarga perempuan, dan keluarga si perempuan juga paham bagaimana agama mengatur hal ini. Yang seperti ini banyak terjadi dizaman rasulullah SAW dan para sahabat Ra. &quot;Kalo zaman sekarang masih ada ga yg kaya gini?&quot; masih ! :), kalo dilingkungan orang2 sholeh, para kyai,para ustadz, para ulama, cara seperti ini masih lazim(biasa).

Cara lainnya, bisa melalui perantara (teman, keluarga, guru ngaji, dsbnya). Silahkan dipilih cara apa saja asalkan syar&#039;i. Batasan2 yang diberikan agama,sejatinya bukanlah hambatan untuk manusia mendapatkan jodoh yang telah ditetapkan oleh Allah SWT. Justru batasan2 itu adalah skenario Allah SWT agar proses yang kita jalani guna menjemput jodoh yang dijanjikan Allah SWT itu mudah dan segera menjadi kenyataan. Bayangkan, mereka yang menjalani perkenalan yang syar&#039;i hanyalah dalam hitungan bulan hingga sampai kepada pintu pernikahan, berbeda dengan kebanyakan mereka yang berpacaran. Karena apa? karena setiap prosesnya jelas, tidak ada yang meragukan. Tetapi kebanyakan manusia tidak yakin dengan janji Allah SWT, mereka lebih senang berimprovisasi, pacaran disana, pacaran disini, akhirnya pilihan yang diambil dan dianggap baik, ternyata bukanlah pilihan yang baik dalam pandangan Allah SWT, dan ini akan dibuktikan pada masa-masa yang akan datang, akankah keluarga yang dibentuk ini kembali kepada skenario Allah SWT ataukah masing-masingnya asyik dengan &quot;improvisasi&quot;. Allahu&#039;alam :).
&lt;/blockquote&gt;


</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>sy setuju dengan tidak brpacaran,,<br />
tp bgmn cara sy hrus menjemput istri..</p>
<p>td d atas dsbutkan jg klo pdkt tu (&#8220;not recomended, maybe&#8221;)<br />
so bgmana kt bs tau calon istri yg harus d jmput td..<br />
jngan2 kt salah pilih lg..</p>
<p>klo misal pdkt dprbolehkan,bgmana carana pdkt ma akhwat yg<br />
pake jilbab gede2 itu lho,,<br />
mslhnya jngankan pdkt,,liat aj mreka kagak mau.<br />
apa aq hrus dtng krumahnya n lngsung mlamarna??<br />
(i think it&#8217;s not gud ide..:D)</p>
<blockquote><p>admin :<br />
Yang &#8220;not recomended&#8221; itu adalah pdkt(pendekatan/ perkenalan) yang mengumbar &#8220;romance&#8221;/ romantika <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> , karena hal2 yang berbau romantis semacam pacaran, rayu-merayu, pandang-memandang, pegang-pegangan, dll karena itu..adalah &#8220;domain&#8221;(daerah)nya orang yang sudah menikah. Asalkan pendekatannya syar&#8217;i, kenapa tidak? Tetapi persoalannya kemudian jangan digampangkan dengan berkata &#8220;berarti pacaran aja dengan gaya islami?.. pacaran gue islami lho?&#8221; dsbnya. Standar islaminya harus jelas, dan tidak diwilayah abu-abu, misalkan untuk istilah &#8220;pacaran islami&#8221;, dimana-mana(baik dibarat, ditimur, utara atau selatan <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  ) yang namanya orang pacaran itu pasti ada &#8220;session&#8221; nembaknya, jika &#8220;ya&#8221; jawabannya, maka saat itulah &#8220;diproklamirkan&#8221; -aku pacarmu..dan kamu pacarku- artinya ada &#8220;penisbatan status hubungan romantis antara 2 insan lain jenis&#8221; yang ini tdk dipernah dibenarkan didalam Islam, kecuali pernikahan. Konsekuensinya jelas, boleh jalan-jalan, boleh antar jemput, boleh rayu-merayu, boleh pegangan tangan, dll yg bahkan banyak kemudian yang terjatuh kepada perkara zina besar. Jika istilah pacaran ini mewakili sesuatu yang diharamkan oleh agama, akankah ia pantas digandengkan dengan istilah &#8220;islami&#8221;?.</p>
<p>Kemudian pelajari dahulu, apa yang dimaksud dengan perkenalan didalam Islam? bagaimana Islam mengatur interaksi laki2 dan wanita non mahrom? kenali apa2 saja perihal yang dapat dikategorikan perkara mendekati zina? sudahkah kita memperbanyak lingkungan orang-orang yang berusaha untuk sholeh? bagaimana dengan sholat kita, ngaji kita, bakti kita terhadap ortu dsbnya?. Ini adalah prioritas dan sebuah proses untuk membentuk pribadi yang sholeh, yang jika hal itu sudah kita lakukan maka apapun keinginan(misalnya :menikah) kita nantinya akan selalu dekat dengan pertolongan Allah SWT.</p>
<p>Bagaimana pdkt yang baik? caranya banyak! <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> , salah satunya seperti yang antum sebutkan, datang langsung ke ortunya, bilang &#8220;pak.. anak bapak saya lamar ya.. boleh ga?&#8221;, itu boleh, sah, gentlement, daripada krasak-krusuk pacaran ga jelas. Cuma kalo gini persoalannya, &#8220;kita ini siapa?..sekelas Rasulullah bukan?-kalo bukan- ulama terkenal bukan? -kalo bukan- temen babenya ngaji bukan?-kalo bukan- sholat berjamaah kita gimana? ngaji dah bisa belon?, dll <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  &#8220;. Artinya cara ini, cara orang yang memang sudah dikenal pribadinya dengan baik oleh si keluarga perempuan, dan keluarga si perempuan juga paham bagaimana agama mengatur hal ini. Yang seperti ini banyak terjadi dizaman rasulullah SAW dan para sahabat Ra. &#8220;Kalo zaman sekarang masih ada ga yg kaya gini?&#8221; masih ! <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> , kalo dilingkungan orang2 sholeh, para kyai,para ustadz, para ulama, cara seperti ini masih lazim(biasa).</p>
<p>Cara lainnya, bisa melalui perantara (teman, keluarga, guru ngaji, dsbnya). Silahkan dipilih cara apa saja asalkan syar&#8217;i. Batasan2 yang diberikan agama,sejatinya bukanlah hambatan untuk manusia mendapatkan jodoh yang telah ditetapkan oleh Allah SWT. Justru batasan2 itu adalah skenario Allah SWT agar proses yang kita jalani guna menjemput jodoh yang dijanjikan Allah SWT itu mudah dan segera menjadi kenyataan. Bayangkan, mereka yang menjalani perkenalan yang syar&#8217;i hanyalah dalam hitungan bulan hingga sampai kepada pintu pernikahan, berbeda dengan kebanyakan mereka yang berpacaran. Karena apa? karena setiap prosesnya jelas, tidak ada yang meragukan. Tetapi kebanyakan manusia tidak yakin dengan janji Allah SWT, mereka lebih senang berimprovisasi, pacaran disana, pacaran disini, akhirnya pilihan yang diambil dan dianggap baik, ternyata bukanlah pilihan yang baik dalam pandangan Allah SWT, dan ini akan dibuktikan pada masa-masa yang akan datang, akankah keluarga yang dibentuk ini kembali kepada skenario Allah SWT ataukah masing-masingnya asyik dengan &#8220;improvisasi&#8221;. Allahu&#8217;alam <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> .
</p></blockquote>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Pacaran again..!! by Nur</title>
		<link>http://pacaranislamikenapa.wordpress.com/2009/07/27/pacaran-again/#comment-340</link>
		<dc:creator>Nur</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 13 Oct 2009 22:45:40 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://pacaranislamikenapa.wordpress.com/?p=140#comment-340</guid>
		<description>Kalo gini caranya
gmana gue bs dapet istri,,,
ada solusi??



&lt;blockquote&gt;admin :
Pasti bisa !! :), kan udah pasti itu, Allah SWT menciptakan segala sesuatu berpasang-pasangan. Artinya ini hanyalah soal &quot;cara&quot; dan &quot;waktu&quot;. Bagaimana kemudian kita memilih cara &quot;menjemput&quot; istri, dan &quot;kapan&quot; kemudian Allah SWT pertemukan keduanya dalam indahnya mahligai cinta, Pernikahan! :).

Kuncinya, perbanyak mengaji, belajar bagaimana Islam mengatur pertemanan dengan lawan jenis, bagaimana menjemput jodoh yang syar&#039;i, perbanyak lingkungan orang-orang yang berusaha untuk sholeh, dll, insyaAllah nanti pertanyaan anda akan berubah &quot;Siape bilang kalo mo punye istri mesti pacaran.. ade-ade aje lu pade&quot;..hehehe.&lt;/blockquote&gt;

</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Kalo gini caranya<br />
gmana gue bs dapet istri,,,<br />
ada solusi??</p>
<blockquote><p>admin :<br />
Pasti bisa !! <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> , kan udah pasti itu, Allah SWT menciptakan segala sesuatu berpasang-pasangan. Artinya ini hanyalah soal &#8220;cara&#8221; dan &#8220;waktu&#8221;. Bagaimana kemudian kita memilih cara &#8220;menjemput&#8221; istri, dan &#8220;kapan&#8221; kemudian Allah SWT pertemukan keduanya dalam indahnya mahligai cinta, Pernikahan! <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> .</p>
<p>Kuncinya, perbanyak mengaji, belajar bagaimana Islam mengatur pertemanan dengan lawan jenis, bagaimana menjemput jodoh yang syar&#8217;i, perbanyak lingkungan orang-orang yang berusaha untuk sholeh, dll, insyaAllah nanti pertanyaan anda akan berubah &#8220;Siape bilang kalo mo punye istri mesti pacaran.. ade-ade aje lu pade&#8221;..hehehe.</p></blockquote>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Pacaran again..!! by elfina_maulida@yahoo.com</title>
		<link>http://pacaranislamikenapa.wordpress.com/2009/07/27/pacaran-again/#comment-339</link>
		<dc:creator>elfina_maulida@yahoo.com</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 11 Oct 2009 03:08:41 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://pacaranislamikenapa.wordpress.com/?p=140#comment-339</guid>
		<description>Begitu indahnya Allah yang anda terangkan...
Tak terasa rasanya saya ingin menangis....
Dulu saya bimbang dengan namanya pacaran, saya selalu mencari jawaban atas pertanyaan2 saya..Alhamdulillah saya sdh di ingatkn...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Begitu indahnya Allah yang anda terangkan&#8230;<br />
Tak terasa rasanya saya ingin menangis&#8230;.<br />
Dulu saya bimbang dengan namanya pacaran, saya selalu mencari jawaban atas pertanyaan2 saya..Alhamdulillah saya sdh di ingatkn&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Pacaran again..!! by aulia rahman</title>
		<link>http://pacaranislamikenapa.wordpress.com/2009/07/27/pacaran-again/#comment-338</link>
		<dc:creator>aulia rahman</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 07 Oct 2009 04:32:35 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://pacaranislamikenapa.wordpress.com/?p=140#comment-338</guid>
		<description>AssalamualaiQum. . .
Saya mau brtanya , Saya bru klas 1SWMK , saya mmpunyai keinginan utk melamar seorang prenpuan yg sy kasihi, nmun tdk saat ini , sy akn mlaksanakan k&#039;inginan sy ini stlh sy lu2s 7 tntunya stlh mndpt pkrjaan, nmun sy mmpunyai sdikit k&#039;tdk branian trhdp ortu prmpuan itu..
Apkh sLh sy mMpunyai niat sperti itu pdhl sy bru brumur 16thn ???




&lt;blockquote&gt;admin ;wa&#039;alaykumussalam warahmatullahi wabarakatuh

:) wah bagus.. masih muda tetapi sudah punya satu sikap yang jelas dalam memandang jodoh, tidak dengan berpacaran tetapi dengan melamar. Point pertama niatnya sudah benar :).

Didalam Islam, sebuah amal baru dikatakan benar dan bernilai ibadah, jika terpenuhinya 2 point. Pertama, point &quot;niat yang benar&quot;, untuk ini akh rahman sudah memilikinya :). Kedua, point &quot;prosesnya juga harus benar&quot;, nah ini yang belum dan harus akh rahman pelajari dengan sungguh-sungguh :). Bicara &quot;benar&quot; artinya tidak bertentangan dengan aturan Allah SWT dan RasulNya, untuk itu akh rahman harus tahu ilmunya, harus ngaji, harus banyak bergaul dengan orang-orang yang berusaha untuk menjadi sholeh, agar ilmu yang didapat dengan lingkungan yang dilihat mendukung kita untuk mengamalkan apa yang sudah dipelajari.

Ilmu yang mesti dipelajari pertama adalah ilmu2 fardhu &#039;ain, seperti ilmu tauhid, tata laksana rukun iman dan Islam, konsep keimanannya haruslah benar, agar kemudian tidak mudah diombang-ambingkan pemikiran2 yang mengarah kepada jalan kesesatan. Ibadah hariannya juga harus benar, mulai dari sholat, puasa, tilawahnya dll. Ibadah muamalahnya juga harus benar, dimulai dengan interaksi kita dengan keluarga, dengan ortu sendiri, apakah amanah ortu yang telah merawat dan menjaga kita, menyekolahkan kita, dll kita tunaikan dengan maksimal? Kalaulah kita masih lebih sering &quot;mengkhayal&quot; wanita yang kita sukai, hingga mengalihkan waktu belajar kita disekolah, pendek kata kita belum memberikan kemampuan yang terbaik kita sebagai seorang pelajar, maka kita belum memenuhi kewajiban kita terhadap ortu. 

Kemudian pahami juga ilmu syariat yang mengatur perkenalan dan pertemanan terutama dengan lawan jenis. Agar kemudian pertemanan kita jauh dari &quot;fitnah&quot;, tidak menjadi &quot;ha te es-an&quot; dsbnya. Buatlah tujuan jangka pendek, menengah dan panjang dengan lebih baik, sesuaikan dengan realita kita saat ini, dan tentukan prioritasnya. Jika saat ini peran kita adalah sebagai seorang anak dan seorang pelajar, maka prioritas kita adalah menjadi seorang anak yang berbakti, dan pelajar yang cerdas. Artinya pada titik ini, akh rahman belum terlalu perlu untuk memikirkan masalah jodoh, ada banyak prioritas yang mesti mendapat perhatian lebih akh rahman. Yakin deh.. nanti ada saatnya memikirkan masalah jodoh, setelah memiliki kemampuan, tidak tergantung kepada pemberian ortu, bahkan sudah bisa memberi kepada ortu secara rutin, dsbnya :), karena pernikahan adalah ibadah, suatu perjanjian yang besar antara pelakunya dengan Allah SWT, sehingga dibutuhkan kematangan diri dalam segala hal, baik fisik, materi, maupun mental, dan semua kematangan itu tidak akan dicapai kecuali dengan sebuah proses menjadi seorang muslim sejati, yang mampu membedakan mana yang benar dan mengikutinya, serta melihat dengan jeli apa yang salah agar dapat dijauhi :). Allahu&#039;alam.

wassalamu&#039;alaykum warahmatullahi wabarakatuh&lt;/blockquote&gt;

</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>AssalamualaiQum. . .<br />
Saya mau brtanya , Saya bru klas 1SWMK , saya mmpunyai keinginan utk melamar seorang prenpuan yg sy kasihi, nmun tdk saat ini , sy akn mlaksanakan k&#8217;inginan sy ini stlh sy lu2s 7 tntunya stlh mndpt pkrjaan, nmun sy mmpunyai sdikit k&#8217;tdk branian trhdp ortu prmpuan itu..<br />
Apkh sLh sy mMpunyai niat sperti itu pdhl sy bru brumur 16thn ???</p>
<blockquote><p>admin ;wa&#8217;alaykumussalam warahmatullahi wabarakatuh</p>
<p> <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  wah bagus.. masih muda tetapi sudah punya satu sikap yang jelas dalam memandang jodoh, tidak dengan berpacaran tetapi dengan melamar. Point pertama niatnya sudah benar <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> .</p>
<p>Didalam Islam, sebuah amal baru dikatakan benar dan bernilai ibadah, jika terpenuhinya 2 point. Pertama, point &#8220;niat yang benar&#8221;, untuk ini akh rahman sudah memilikinya <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> . Kedua, point &#8220;prosesnya juga harus benar&#8221;, nah ini yang belum dan harus akh rahman pelajari dengan sungguh-sungguh <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> . Bicara &#8220;benar&#8221; artinya tidak bertentangan dengan aturan Allah SWT dan RasulNya, untuk itu akh rahman harus tahu ilmunya, harus ngaji, harus banyak bergaul dengan orang-orang yang berusaha untuk menjadi sholeh, agar ilmu yang didapat dengan lingkungan yang dilihat mendukung kita untuk mengamalkan apa yang sudah dipelajari.</p>
<p>Ilmu yang mesti dipelajari pertama adalah ilmu2 fardhu &#8216;ain, seperti ilmu tauhid, tata laksana rukun iman dan Islam, konsep keimanannya haruslah benar, agar kemudian tidak mudah diombang-ambingkan pemikiran2 yang mengarah kepada jalan kesesatan. Ibadah hariannya juga harus benar, mulai dari sholat, puasa, tilawahnya dll. Ibadah muamalahnya juga harus benar, dimulai dengan interaksi kita dengan keluarga, dengan ortu sendiri, apakah amanah ortu yang telah merawat dan menjaga kita, menyekolahkan kita, dll kita tunaikan dengan maksimal? Kalaulah kita masih lebih sering &#8220;mengkhayal&#8221; wanita yang kita sukai, hingga mengalihkan waktu belajar kita disekolah, pendek kata kita belum memberikan kemampuan yang terbaik kita sebagai seorang pelajar, maka kita belum memenuhi kewajiban kita terhadap ortu. </p>
<p>Kemudian pahami juga ilmu syariat yang mengatur perkenalan dan pertemanan terutama dengan lawan jenis. Agar kemudian pertemanan kita jauh dari &#8220;fitnah&#8221;, tidak menjadi &#8220;ha te es-an&#8221; dsbnya. Buatlah tujuan jangka pendek, menengah dan panjang dengan lebih baik, sesuaikan dengan realita kita saat ini, dan tentukan prioritasnya. Jika saat ini peran kita adalah sebagai seorang anak dan seorang pelajar, maka prioritas kita adalah menjadi seorang anak yang berbakti, dan pelajar yang cerdas. Artinya pada titik ini, akh rahman belum terlalu perlu untuk memikirkan masalah jodoh, ada banyak prioritas yang mesti mendapat perhatian lebih akh rahman. Yakin deh.. nanti ada saatnya memikirkan masalah jodoh, setelah memiliki kemampuan, tidak tergantung kepada pemberian ortu, bahkan sudah bisa memberi kepada ortu secara rutin, dsbnya <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> , karena pernikahan adalah ibadah, suatu perjanjian yang besar antara pelakunya dengan Allah SWT, sehingga dibutuhkan kematangan diri dalam segala hal, baik fisik, materi, maupun mental, dan semua kematangan itu tidak akan dicapai kecuali dengan sebuah proses menjadi seorang muslim sejati, yang mampu membedakan mana yang benar dan mengikutinya, serta melihat dengan jeli apa yang salah agar dapat dijauhi <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> . Allahu&#8217;alam.</p>
<p>wassalamu&#8217;alaykum warahmatullahi wabarakatuh</p></blockquote>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Valentine Day..ikut apa ngga ya? by argha</title>
		<link>http://pacaranislamikenapa.wordpress.com/2009/02/11/valentine-dayikut-apa-ngga-ya/#comment-337</link>
		<dc:creator>argha</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 06 Oct 2009 03:00:42 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://pacaranislamikenapa.wordpress.com/?p=127#comment-337</guid>
		<description>Valentine adalah ajaran orang-orang yahudi dan nasrani</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Valentine adalah ajaran orang-orang yahudi dan nasrani</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
