Pacaran dalam Islam
Kamis, 02/07/2009 16:04 WIBapakah benar dalam islam di perbolehkan pacaran,…???? padahal sudah jelas dlm AL-Quran tidak di terangkan nya adanya pacaran itu! tapi ada sebagian yang menyatakan bahwa pacaran boleh2 aja……
Syla
July 27, 2009 at 8:19 am (Artikel, Renungan, Tafsir, mantiq, nazhara, pacaran, pacaran islami, ta'aruf, tanazhur)
Tags: konsultasi, nazhar, pacaran, pacaran islami, ta'aruf
Kamis, 02/07/2009 16:04 WIBapakah benar dalam islam di perbolehkan pacaran,…???? padahal sudah jelas dlm AL-Quran tidak di terangkan nya adanya pacaran itu! tapi ada sebagian yang menyatakan bahwa pacaran boleh2 aja……
Syla
December 9, 2008 at 6:39 pm (Artikel, Renungan, Tafsir, pacaran, pacaran islami, ta'aruf, tanazhur)
Kasus 1:
Assalamualaikum wr wb
Wahai ibu yang di rahmati Allah, Bu, dalam tujuan hidup sya yang telah saya rencanakan, sya berniat untuk menikah inysa Alllah 6 bulan-satu tahun lagi. Alhamdulillah saya berkomitmen untuk tidak pacaran dan sebenarnya saya telah menyukai seorang akhwat yang luar biasa shalelahnya.
Dalam suatu kesempatan saya membaca situs Islami bahwa apabila kita sudah siap untuk menikah maka lakukan dengan cara yang baik, yakni bisa dengan cara langsung, atau dengan perantara.
Pertanyaan saya bu, apakah benar Islam memperbolehkan kita untuk menyatakannya secara langsung kepada pihak perempuan. Syukron
Erik
Kasus 2:
Assalamualaikam, Bu Siti yang saya hormati, Langsung saja ya bu,
September 18, 2008 at 7:53 am (Artikel, Renungan, Tafsir, pacaran, pacaran islami, ta'aruf, tanazhur)
Assalamu’alaykum warahmatullahi wabarakatuh
Gimana puasanya ikhwah fillah sekalian? InsyaAllah tetap bersemangat, tetap dalam kondisi prima. Layaknya olahraga marathon, “genjotan” ibadahnya harus mulai ditambah lagi.. karena mendekati garis finish :).
Alhamdulillahirabbil ‘alamiin, bulan penuh rahmah, ampunan, dan pembebasan ini datang menghampiri kita, tentunya penyikapan kita terhadap tamu agung ini pun mestinya tidak main-main, dan harus sungguh-sungguh. Bulan dimana setan-setan terbelenggu, yang jika kemaksiatan tetap kita lakukan, berarti kita telah menjadi atau mengarah menjadi teman syetan, na’udzubillah(mudah2an belum teman sejatinya), dan segeralah memperbaiki diri. Bulan ini juga menjadi bulan dimana pemahaman kita terutama dalam masalah agama, mendapatkan pencerahan. Kajian ada dimana-mana, kita tinggal memilih ingin mengikuti pembahasan apa yang menarik untuk kita.
Pemahaman yang benar seharusnya diawali atas pemahaman yang benar pula akan kata-kata yang mewakilinya. Semisal, kata “Islam”. Ketidakpahaman atau pemahaman yang asal-asalan mengenai kata “Islam” ini akan menghasilkan sebuah produk pemikiran yang salah dan menyesatkan. Dan hal ini menjadi bukti bahwa memahami definisi suatu kata, haruslah dengan pemahaman yang benar untuk mendapatkan sebuah kesimpulan yang benar. Read the rest of this entry »
September 8, 2008 at 7:58 pm (Artikel, Renungan, Tafsir, pacaran, pacaran islami, ta'aruf, tanazhur)
“Dan demi jiwa serta penyempurnaannya (ciptaannya), maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaan. Sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu, dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya”. (Asy-Syams: 7-10)
Sumpah Allah dengan jiwa (nafs) pada ayat ini merupakan kelanjutan dari sumpah Allah dengan makhluk-makhluk-Nya yang agung; matahari, bulan, waktu siang dan malam, serta langit dan bumi. Betapa tinggi dan besar nilai jiwa, karenanya Allah menutup sumpah-Nya dalam surah ini dengan jiwa dan mensejajarkannya dengan jajaran ciptaan-Nya yang agung. Sungguh, Allah hanya bersumpah dengan sesuatu yang harus diperhatikan oleh hamba-hamba-Nya, termasuklah tentang pensucian jiwa ini yang seringkali dilalaikan oleh manusia. Read the rest of this entry »
August 10, 2008 at 12:13 pm (Artikel, Renungan, Tafsir, pacaran, pacaran islami, ta'aruf, tanazhur)
berdasarkan uraian Syaikhuna Ibnul Qayyim Al Jauziyah dalam terjemahan buku Taman orang-orang yang jatuh cinta dan memendam rindu(TOJCMR), terbitan darul Falah, hal 84 – 89.
Assalamu’alaykum warahmatullahi wabarakatuh.
“Mata adalah penuntun, dan hati adalah pendorong dan penuntut. Yang pertama memiliki kenikmatan pandangan, dan yang kedua memiliki kenikmatan pencapaian. Dalam dunia nafsu, keduanya merupakan sekutu yang mesra, dan jika terpuruk kedalam kesulitan serta keduanya bersekutu dalam cobaan, maka masing-masing akan mencela dan mencaci yang lain” Syaikh Ibnul Qayyim Al Jauziyah.(TOJCMR:84)
Kami ingin memulainya dengan sebuah hadits, “Dari Jarir bin Abdullah Radhiyallahu’anhum berkata “Saya pernah bertanya kepada Rasulullah SAW tentang pandangan yang tidak sengaja. Lalu beliau memerintahkan agar aku mengalihkan pandangan ku” (HR Muslim, Abu Dawud, dan Tirmidzy) sebagai jawaban kepada SPPI dan kepada siapa saja yang masih menduga adanya pacaran ala Imam Ibnul Qayyim (na’udzubillah), atau adanya pandangan yang halal pada mereka yang jatuh cinta sebelum menikah apalagi yang berpacaran. Jika bagi mereka yang tidak berpacaran saja pandangan seperti ini(yang tidak sengaja) dialihkan oleh Rasullah SAW, apalagi bagi mereka yang pacaran, jelas pandangan yang terjadi adalah pandangan yang disengaja dan berulang-ulang, sehingga tidak diragukan lagi keharamannya bagi mereka yang berfikir. Read the rest of this entry »
October 31, 2007 at 9:51 pm (Renungan, Tafsir)
Assalamu’alaykum warahmatullahi wabarakatuh
Seringkali hal-hal besar itu berawal dari hal-hal yang kecil. Karena tidak akan ada langkah ke-1000 jika tidak pernah ada langkah ke-satu. Dan bahkan tipudaya kaum-kaum yang benci terhadap umat Islam saat ini digambarkan dalam bentuk yang sangat-sangat halus. Bahkan mungkin tanpa pernah kita sadari, ternyata telah selangkah-demi selangkah kita telah mengikuti jejak mereka. Dimana pada umumnya, tipu daya mereka diawali dengan hal-hal yang kecil, hal-hal yang syubhat, makruh, haram ’sedikit’ dsbnya. Karena hal-hal semacam ini, sulit dikenali bagi mereka yang awam. Mereka yang mungkin belum betul-betul mengenal pokok-pokok syariat agamanya sendiri dengan benar. ‘Atau’ mungkin karena pengaruh lingkungan yang ‘agak’ jauh dari nilai-nilai agama atau karena sebab-sebab yang lain.
Kutipan berikut, semoga menjadi perenungan kita bersama, bahwa apa yang dijelaskan oleh para ulama sebagai dosa-dosa yang tergolong kecil, tidak seharusnya kita anggap remeh. Semoga Allah SWT memudahkan kita untuk melihat kebenaran itu sebagai kebenaran dan kesalahan sebagai kesalahan.
wassalmu’alaykum warahmatullahi wabarakatuh
===================== Read the rest of this entry »