Sadar Dengan Sebuah Kehilangan

source

dakwatuna.com – “Orang yang pandai adalah yang senantiasa mengoreksi diri dan menyiapkan bekal kematian. Dan orang yang rendah adalah yang selalu menurutkan hawa nafsu dan berangan-angan kepada Allah.” (At-Tirmidzi)

Maha Besar Allah Yang menghidupkan bumi setelah matinya. Air tercurah dari langit membasahi tanah-tanah yang sebelumnya gersang. Aneka benih kehidupan pun tumbuh dan berkembang. Sayangnya, justru manusia mematikan sesuatu yang sebelumnya hidup.

Tanpa terasa, kita sudah begitu boros terhadap waktu Read the rest of this entry »

Pacaran again..!!

Pacaran dalam Islam

Kamis, 02/07/2009 16:04 WIBapakah benar dalam islam di perbolehkan pacaran,…???? padahal sudah jelas dlm AL-Quran tidak di terangkan nya adanya pacaran itu! tapi ada sebagian yang menyatakan bahwa pacaran boleh2 aja……

Syla

Source

Read the rest of this entry »

Kecenderungan Hati (khitbah Langsung Vs Melalui Perantara)

Sourcenya disini,

Kasus 1:

Assalamualaikum wr wb

Wahai ibu yang di rahmati Allah, Bu, dalam tujuan hidup sya yang telah saya rencanakan, sya berniat untuk menikah inysa Alllah 6 bulan-satu tahun lagi. Alhamdulillah saya berkomitmen untuk tidak pacaran dan sebenarnya saya telah menyukai seorang akhwat yang luar biasa shalelahnya.
Dalam suatu kesempatan saya membaca situs Islami bahwa apabila kita sudah siap untuk menikah maka lakukan dengan cara yang baik, yakni bisa dengan cara langsung, atau dengan perantara.

Pertanyaan saya bu, apakah benar Islam memperbolehkan kita untuk menyatakannya secara langsung kepada pihak perempuan. Syukron

Erik

Kasus 2:

Assalamualaikam, Bu Siti yang saya hormati, Langsung saja ya bu,

  1. Bolehkah saya menentukan sendiri/memilih saya calon isteri saya? Maksudnya bolehkah tanpa dicarikan guru ngaji (tentu saja tidak pacaran).
  2. Boleh kah saya mengajak akhwat taaruf atau bahkan khitbah secara langsung? Tanpa perantara. Read the rest of this entry »

“Do u Wanna Know About Pacaran??” II

Lanjutan yang ini :

Sumbernya disini

Bapak memberikan saya dua pertanyaan ini:

1. Apa kau punya data lain (yang ilmiah) mengenai “definisi pacaran yang memang berlaku di masyarakat umum”?

2. Apakah kau punya data obyektif mengenai efek buruk istilah ini?

Jawabannya: Ya, saya punya.

Saya melakukan observasi berupa pengamatan lapangan dan survey yang dilakukan terhadap puluhan responden berusia 19-21 tahun. Tapi, sebelum saya memberikan hasil observasi saya, saya ingin berkomentar tentang satu hal dari tulisan “Ciuman: PR untuk penentang pacaran Islami”. Kita mulai dari hal yang paling mendasar: definisi. Sebenarnya, apa definisi “mendekati zina” yang Bapak maksudkan?. Masalahnya, jika kita ingin mengaitkan dengan apakah pacaran itu mendekati zina atau tidak, maka kita harus tahu hal-hal seperti apa yang disebut “mendekati zina”. Jika aktivitas-aktivitas yang mendekati zina hanya seperti ciuman dan persenggamaan, maka data yang Bapak berikan valid dan tidak bisa dibantah. Karena sejujurnya kita masih bisa berbangga terhadap kultur ketimuran yang cenderung santun yang masih cukup melekat dalam budaya kita, sehingga, ciuman dan seks bukanlah hal yang mudah dilakukan bagi sepasang sejoli yang belum terikat pernikahan. Nah, karena itu, saya mencoba menurunkan standar aktivitas “mendekati zina” itu beberapa tingkat. Salah satunya, yang saya anggap sebagai hal yang mendekati zina adalah berpegangan tangan. Read the rest of this entry »

“Do u Wanna Know about Pacaran??” I

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Berikut ada ulasan yang bagus dari ikhwah kita, akh Gibran Huzaifah, mengomentari tulisan Pak Shodiq. Terkait dengan bagaimana “bermasalahnya” istilah, definisi, analogi, dan kesimpulan yang dibuat oleh pak Shodiq dalam tulisannya. InsyaAllah ada banyak manfaat didalamnya, silahkan membaca.
Komentar I GibranHuzaifah :

Maaf, Pak. Tolong perhatikan masalah istilah dan definisi, serta penggunaan bahasa yang Anda kemukakan. Jika Anda menggunakan istilah “pacaran”, dengan segala definisi yang Anda kemukakan, sedangkan Anda yang Da’i membenarkan pacaran itu, maka orang2 “abangan” yang Anda katakan itu akan menjadikan statement Anda sebagai referensi pembenaran pacaran sebagai sebuah aktivitas. Mari kita pandang definisi pacaran yang memang berlaku di masyarakat umum. Karena, sah atau tidak sah, mau atau tidak mau, itulah definisi pacaran yang dipercaya dan diketahui oleh khalayak. Read the rest of this entry »

’Menjaga Pemikiran di Bulan Ramadhan’

Assalamu’alaykum warahmatullahi wabarakatuh

Gimana puasanya ikhwah fillah sekalian? InsyaAllah tetap bersemangat, tetap dalam kondisi prima. Layaknya olahraga marathon, “genjotan” ibadahnya harus mulai ditambah lagi.. karena mendekati garis finish :).

Alhamdulillahirabbil ‘alamiin, bulan penuh rahmah, ampunan, dan pembebasan ini datang menghampiri kita, tentunya penyikapan kita terhadap tamu agung ini pun mestinya tidak main-main, dan harus sungguh-sungguh. Bulan dimana setan-setan terbelenggu, yang jika kemaksiatan tetap kita lakukan, berarti kita telah menjadi atau mengarah menjadi teman syetan, na’udzubillah(mudah2an belum teman sejatinya), dan segeralah memperbaiki diri. Bulan ini juga menjadi bulan dimana pemahaman kita terutama dalam masalah agama, mendapatkan pencerahan. Kajian ada dimana-mana, kita tinggal memilih ingin mengikuti pembahasan apa yang menarik untuk kita.

Pemahaman yang benar seharusnya diawali atas pemahaman yang benar pula akan kata-kata yang mewakilinya. Semisal, kata “Islam”. Ketidakpahaman atau pemahaman yang asal-asalan mengenai kata “Islam” ini akan menghasilkan sebuah produk pemikiran yang salah dan menyesatkan. Dan hal ini menjadi bukti bahwa memahami definisi suatu kata, haruslah dengan pemahaman yang benar untuk mendapatkan sebuah kesimpulan yang benar. Read the rest of this entry »

« Older entries