Lamaranmu Kutolak!!!
15 Aug 2010 27 Comments
in Artikel, nazhara, pacaran, pacaran islami, Renungan, ta'aruf, tanazhur, tazkiyatun nafs
Mereka, lelaki dan perempuan yang begitu berkomitmen dengan agamanya. Melalui ta’aruf yang singkat dan hikmat, mereka memutuskan untuk melanjutkannya menuju khitbah. Sang lelaki, sendiri, harus maju menghadapi lelaki lain: ayah sang perempuan.
Dan ini, tantangan yang sesungguhnya. Ia telah melewati deru pertempuran semasa aktivitasnya di kampus, tetapi pertempuran yang sekarang amatlah berbeda. Sang perempuan, tentu saja siap membantunya. Memuluskan langkah mereka menggenapkan agamanya. Maka, di suatu pagi, di sebuah rumah, di sebuah ruang tamu, seorang lelaki muda menghadapi seorang lelaki setengah baya, untuk ‘merebut’ sang perempuan muda, dari sisinya.
“Oh, jadi engkau yang akan melamar itu?” tanya sang setengah baya.
“Iya, Pak,” jawab sang muda.
“Engkau telah mengenalnya dalam-dalam? ” tanya sang setengah baya
sambil menunjuk si perempuan.
“Ya Pak, sangat mengenalnya, ” jawab sang muda, mencoba meyakinkan.
“Lamaranmu kutolak. Berarti engkau telah memacarinya sebelumnya? Tidak bisa. Aku tidak bisa mengijinkan pernikahan yang diawali dengan model seperti itu!” balas sang setengah baya.
Si pemuda tergagap, “Enggak kok pak, sebenarnya saya hanya kenal sekedarnya saja, ketemu saja baru sebulan lalu.”
“Lamaranmu kutolak. Itu serasa ‘membeli kucing dalam karung’ kan, aku tak mau kau akan gampang menceraikannya karena kau tak mengenalnya. Jangan-jangan kau nggak tahu aku ini siapa?” balas sang setengah baya,
keras.
Ini situasi yang sulit. Sang perempuan muda mencoba membantu sang lelaki muda. Bisiknya, “Ayah, dia dulu aktivis lho.”
“Kamu dulu aktivis ya?” tanya sang setengah baya.
“Ya Pak, saya dulu sering memimpin aksi demonstrasi anti Orba di Kampus,” jawab sang muda, percaya diri.
“Lamaranmu kutolak. Nanti kalau kamu lagi kecewa dan marah sama
istrimu, kamu bakal mengerahkan rombongan teman-temanmu untuk mendemo rumahku ini kan?”
“Anu Pak, nggak kok. Wong dulu demonya juga cuma kecil-kecilan. Banyak
yang nggak datang kalau saya suruh berangkat.”
“Lamaranmu kutolak. Lha wong kamu ngatur temanmu saja nggak bisa, kok mau ngatur keluargamu?”
Sang perempuan membisik lagi, membantu, “Ayah, dia pinter lho.”
“Kamu lulusan mana?”
“Saya lulusan Teknik Elektro UGM Pak. UGM itu salah satu kampus
terbaik di Indonesia lho Pak.”
“Lamaranmu kutolak. Kamu sedang menghina saya yang cuma lulusan STM ini tho? Menganggap saya bodoh kan?”
“Enggak kok Pak. Wong saya juga nggak pinter-pinter amat Pak. Lulusnya saja tujuh tahun, IPnya juga cuma dua koma Pak.”
“Lha lamaranmu ya kutolak. Kamu saja bego gitu gimana bisa mendidik
anak-anakmu kelak?”
Bisikan itu datang lagi, “Ayah dia sudah bekerja lho.”
“Jadi kamu sudah bekerja?”
“Iya Pak. Saya bekerja sebagai marketing. Keliling Jawa dan Sumatera
jualan produk saya Pak.”
“Lamaranmu kutolak. Kalau kamu keliling dan jalan-jalan begitu, kamu
nggak bakal sempat memperhatikan keluargamu.”
“Anu kok Pak. Kelilingnya jarang-jarang. Wong produknya saja nggak
terlalu laku.”
“Lamaranmu tetap kutolak. Lha kamu mau kasih makan apa keluargamu,
kalau kerja saja nggak becus begitu?”
Bisikan kembali, “Ayah, yang penting kan ia bisa membayar maharnya.”
“Rencananya maharmu apa?”
“Seperangkat alat shalat Pak.”
“Lamaranmu kutolak. Kami sudah punya banyak. Maaf.”
“Tapi saya siapkan juga emas satu kilogram dan uang limapuluh juta Pak.”
“Lamaranmu kutolak. Kau pikir aku itu matre, dan menukar anakku dengan
uang dan emas begitu? Maaf anak muda, itu bukan caraku.”
Bisikan, “Dia jago IT lho Pak”
“Kamu bisa apa itu, internet?”
“Oh iya Pak. Saya rutin pakai internet, hampir setiap hari lho Pak
saya nge-net.”
“Lamaranmu kutolak. Nanti kamu cuma nge-net thok. Menghabiskan
anggaran untuk internet dan nggak ngurus anak istrimu di dunia nyata.”
“Tapi saya ngenet cuma ngecek imel saja kok Pak.”
“Lamaranmu kutolak. Jadi kamu nggak ngerti Facebook, Blog, Twitter,
Youtube? Aku nggak mau punya mantu gaptek gitu.”
Bisikan, “Tapi Ayah…”
“Kamu ke sini tadi naik apa?”
“Mobil Pak.”
“Lamaranmu kutolak. Kamu mau pamer tho kalau kamu kaya. Itu namanya
Riya’. Nanti hidupmu juga bakal boros. Harga BBM kan makin naik.”
“Anu saya cuma mbonceng mobilnya teman kok Pak. Saya nggak bisa nyetir”
“Lamaranmu kutolak. Lha nanti kamu minta diboncengin istrimu juga? Ini
namanya payah. Memangnya anakku supir?”
Bisikan, “Ayahh..”
“Kamu merasa ganteng ya?”
“Nggak Pak. Biasa saja kok”
“Lamaranmu kutolak. Mbok kamu ngaca dulu sebelum melamar anakku yang cantik ini.”
“Tapi pak, di kampung, sebenarnya banyak pula yang naksir kok Pak.”
“Lamaranmu kutolak. Kamu berpotensi playboy. Nanti kamu bakal selingkuh!”
Sang perempuan kini berkaca-kaca, “Ayah, tak bisakah engkau tanyakan
soal agamanya, selain tentang harta dan fisiknya?”
Sang setengah baya menatap wajah sang anak, dan berganti menatap sang
muda yang sudah menyerah pasrah.
“Nak, apa adakah yang engkau hapal dari al-Quran dan Hadits?”
Si pemuda telah putus asa, tak lagi merasa punya sesuatu yang berharga.
Pun pada pokok soal ini ia menyerah, jawabnya, “Pak, dari tiga puluh
juz saya cuma hapal juz ke tiga puluh, itupun yang pendek-pendek saja.
Hadits-pun cuma dari Arba’in yang terpendek pula.”
Sang setengah baya tersenyum, “Lamaranmu kuterima anak muda. Itu
cukup. Kau lebih hebat dariku. Agar kau tahu saja, membacanya saja
pun, aku masih tertatih.”
Mata sang muda ikut berkaca-kaca.
Aug 22, 2010 @ 04:09:09
nice post!
boleh share?
Sep 05, 2010 @ 13:02:16
tulisannya bagus… i like it…
Sep 06, 2010 @ 13:40:42
cendol gan ^^
Sep 07, 2010 @ 12:39:25
luar biasa!
aku kira si pemuda sudah tak bisa melakukan apa-apa lagi, selain harus merelakan kekasihnya.
ternyata sang orangtua sangat bijaksana dlam memberikan pelajaran buat calon mantunya….hehehehe
izin copy paste ya!
Sep 15, 2010 @ 20:25:17
i like it
………
Aku Sangat Suka
Boleh Di Copy Paste Ya….????
Sep 20, 2010 @ 10:12:34
Mantaaaafff…ijin share ya
Sep 22, 2010 @ 11:34:52
i like thiss…..
uaapik tenan..,,
Oct 23, 2010 @ 05:54:05
mantebh kang solihin. ijin nyebarin yaaaah
nyurian.wordpress.com
Oct 26, 2010 @ 23:02:00
hehehhe,… nice post.
ijin share ya^^
Oct 29, 2010 @ 13:40:41
cinta itu…
Ketika aku salah…
Dia selalu maafkan aku…
Ketika aku marah
Dia selalu tersenyun untukku,,
Ketika aku sakit,
Dia selalu beikan yang terbaik untukku…
Ketika aku pergi,,
Dia mash ‘n akan selalu
Menungguku,,
Dan ketika cinta itu terganti
Yang lain…
Cintanya mash ‘n selalu
Untukku…
Karna…
Dialah cinta itu…. !!!!
Oct 31, 2010 @ 17:17:09
ane numpang silaturohim, jangan di tolak ya….
Nov 15, 2010 @ 12:31:57
lucu..
tp bgus….^^
like it so much….
Nov 20, 2010 @ 14:08:35
Subhanallah…….
akhirnya ayah wanita itu luluh dengan ilmu agama yang dimiliki pemuda….
semoga setiap orang tua bisa memiliki sifat yang sama dengan orang tua wanita tersebut dalam melepaskan anaknya untuk seorang pemuda yang beriman..
Nov 20, 2010 @ 22:20:13
kang solihin, izin share yach…..
saya banyak baca di blog ini…
benar-benar bisa menambah wawasan agama, terutama dalam hal pacaran islami….
terima kasih kang solihin…
Nov 24, 2010 @ 09:03:02
cerita.y kerend…
numpang tag ya…….
Nov 26, 2010 @ 21:35:10
bermanfaat
Nov 27, 2010 @ 22:42:59
MMMuuuaannntttaaaapppp… boleh pamer di MAding kampus ga????
Dec 10, 2010 @ 14:50:42
whahahahaha gokill
mau share ke tmen2 biar bisa nanti pas nglamar..wkwkwk..keren2…
^^d
lanjutkan!!
Dec 24, 2010 @ 19:20:43
blum selesai bacanya
Jan 06, 2011 @ 22:18:33
baguss… mhn maaf sblumnya.. ijin share
Jan 18, 2011 @ 12:10:36
wehhhhhhhh
mantaps…..
udah b’kali kali bacanya..tapi masih asyik juga…
Mar 05, 2011 @ 15:56:37
mantap gan
blh di copy ga…
Apr 03, 2011 @ 21:32:58
^^ ^^ ^^ cerita menarik. ikutan share ya….
Jun 07, 2011 @ 18:21:41
suka bngeeeeeeeeeeettzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzz
mau . mau maaauuu
Jun 12, 2011 @ 20:30:02
assalamualaikum…
izin share yah ukhty
syukron jazakillah khair ^_^
Jun 16, 2011 @ 13:29:41
Subhanallah….^_^…..bakal calonku kalo ditanyai gitu gimana prsaannya ya…??hmmm..mudah2an khitbahnya lancar…amin…^_^
Oct 23, 2011 @ 05:20:30
gitu ya…. syukron sharingnya