Assalamu’alaykum warahmatullahi wabarakatuh
‘Menarik’ sekali membaca seluruh tulisan2 SPPI, apalagi terkait dengan komentar SPPI dan para pendukung pacaran islami yang berhujung kepada sebuah kesimpulan yang “dahsyat”. Sebelum saya nyatakan kesimpulannya seperti apa, ada baiknya kita lihat komentar2 mereka.
adit berkata “saya normal kok, tapi alhamdulillah bisa jaga syahwat. saya yakin juga banyak yang seperti saya.”
SPPI berkata “Bagi kita sudah jelas, kepada yang cenderung tidak kuat menahan nafsu syahwat, kita berseru: jangan pacaran! Sungguhpun demikian, kita perlu menghargai saudara-saudara kita yang mampu menjaga diri ketika pacaran (termasuk Adit, Az-Zaitun, dan teman-temanku dulu di UGM, IKIP Yogya (skarang UNY), dan IAIN (skarang UIN) Jogja)”
Kaezzar berkata “Waduh, maaf mas…
Masa iya karena mas dulu g kuku nahan nafsu, terus semua org jadi dijustifikasi ngga bakal mampu juga….lha piye iki tho?”
Kira2 3 komentar diatas sudah cukup untuk menunjukkan siapa mereka(baca: SPPI dan para pendukung pacaran islami secara sadar). Mereka adalah orang-orang normal, yang punya syahwat dan mengaku bisa ‘menjaganya’, sehingga untuk itu mereka “MENGKLAIM” bahwa hanya orang2 seperti mereka lah yang boleh melakukan pacaran islami tadi dan meminta semua orang menghargai tindakan mereka. Bagi orang-orang yang cenderung tidak kuat ‘menahan’ nafsu kepada orang2 tersebut, mereka berkata “jangan pacaran!”.
Ini yang saya sebut sebagai kesimpulan yang “dahsyat”. Jadi teringat sebuah ayat, Allah SWT berfirman, “Dia mengetahui (pandangan) mata yang khianat dan apa yang disembunyikan oleh hati” (QS Al Mu’min :19) , terhadap ayat ini Ibnu Abbas RA berkata “Yaitu seorang laki2 yang masuk ke sebuah penghuni rumah (bertamu) yang didalamnya terdapat seorang wanita cantik, atau wanita itu sedang melewatinya. Jika mereka(wanita tadi dan penghuni rumah –ed), dia (laki2 itu) pun menoleh kepada wanita itu dan jika mereka mengawasi, dia pun menahan pandangannya. Sesungguhnya Allah Ta’ala Maha Mengetahui hatinya yang berkeinginan seandainya dia berhasil melihat auratnya” (HR Ibnu Abi Hatim).*
Rasanya tidak perlu pacaran, terkadang dengan ’sengaja’ kita melepaskan pandangan ke arah wanita yang kita ’sukai’ kecantikannya, kemolekan tubuhnya, dan lain-lain. Dan rasanya tidak terlalu sulit menemukan ‘pemandangan’(baca: aurat2 yang diumbar) seperti itu, didalam rumah pun ada melalui TV, Film, Internet dan lain sebagainya. Padahal pandangan mata adalah stimulus utama yang mendorong setiap manusia untuk melakukan zina berikutnya(zina mata -> zina lisan -> zina tangan->zina kaki-> zina hati->dan zina farji/kemaluan). Maha benar Allah SWT dengan firmanNya, dan maha benar sabda Rasulullah SAW. Untuk itu rasulullah SAW bersabda “Setiap anak adam telah ditulis baginya bagian dari zina. Ia pasti melakukannya tanpa bisa dihindari, zina mata adalah memandang, zina lisan adalah berbicara, zina telinga adalah mendengar, zina tangan adalah menggunakannya, zina kaki adalah melangkah, jiwa berharap dan berhasrat, dan kemaluanlah yang membenarkan atau mendustakannya”(HR Bukhari dan Muslim).
Dan karena itu juga Al Quran sebagai landasan utama sumber hukum dalam Islam, ketika berbicara tentang perintah agar menjauhi zina, maka selalu diawali dengan menjaga pandangan (QS Annur:30 – 31, QS Al Mu’min :19). Karena berawal dari pandangan mata lah perbuatan zina itu terjadi, dan itu bersesuaian dengan sabda rasulullah SAW diatas. Hanya saja sebagian orang mengira bahwa ketika nuraninya tidak terusik dengan pemandangan2 bertabur aurat, maka hal itu dianggap sebagai sebuah pengendalian atas hawa nafsunya. Ketahuilah, bahwa sesungguhnya yang terjadi adalah, “sense of nurani” mereka untuk mengenali maksiat mata itu telah menjadi lemah, karena seringnya mereka menggunakan mata untuk melihat hal2 yang haram. Begitu juga yang terjadi ketika bersentuhan dengan lawan jenis, setiap laki2 dan wanita yang normal, pada saat pertama kali bersentuhan dengan lawan jenis pasti akan merasakan sesuatu yang mengalir didalam darah, itulah yang dinamakan dengan syahwat. Tetapi ketika kita sering mempraktekkan hal ‘itu’, “sense of nurani” kita untuk mengenali bahwa hal itu adalah syahwat yang berpotensi kepada zina besar pun melemah, dan kita akhirnya tidak ‘merasakan’ apa-apa lagi, celakanya hal ini kita anggap sebagai sebuah ‘keberhasilan’ atas pengendalian hawa nafsu kita, na’udzubillah.
Perkara merasa diri sudah bisa menjaga hawa nafsu itu, biarlah Allah SWT yang menjadi Saksi yang Maha Adil terhadap hal itu, tetapi perkara mendekati zina adalah perkara yang tidak mungkin bisa dihindari oleh setiap anak adam. Yang pasti bagi mereka yang tidak berpacaran, potensi ke arah itu semakin sempit, dan bagi mereka yang berpacaran, potensi ke arah itu semakin terbuka, itulah keyakinan yang pasti berdasarkan dalil2 yang kuat. Sebagai penutup mari kita berdoa, “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau; karena sesungguhnya Engkau-lah Maha Pemberi (karunia)”. (QS Al Imran :8) Aamiin, wallahu’alam wastaghfirullah li walakum
wassalamu’alaykum warahmatullahi wabarakatuh
*Terjemahan tafsir Ibnu Katsir
tjose said,
September 23, 2007 at 2:42 pm
Amiiin ya robbal ‘alamin
kaezzar said,
September 23, 2007 at 4:06 pm
Assalamualaikum wr wb
Maaf, tapi rasanya kurang baik jika anda mengambil kesimpulan terhadap suatu pernyataan dari seseorang, tanpa anda lebih dulu bertanya kepada si pembuat pertanyaan…bukan apa2, karena bila ternyata kesimpulan yg anda ambil tidak seperti yg mereka pikirkan…saya khawatir itu dihitung sebagai fitnah…:)
Masalahnya, bukan di satu ataw 2 tulisan saja anda melakukan itu…tapi di banyak tulisan
>>karena seringnya mereka menggunakan mata untuk melihat hal2 yang haram>>
Anda bukanlah yg Maha Tahu…perlukah anda bersuudzan terhadap mereka…?
>>pada saat pertama kali bersentuhan dengan lawan jenis PASTI akan merasakan sesuatu yang mengalir didalam darah, itulah yang dinamakan dengan syahwat>>
sekali lagi…penggunaan kata “pasti”…
anda bukanlah Yang Maha Tahu…
tanyakan pula kepada ust Yusuf Qardhawi, kenapa beliau masih membolehkan jabat tangan dgn syarat?
Maaf, cuma mengingatkan
saya yakin anda lebih tau dari saya bagaimana sikap Allah terhadap seseorang yg memfitnah saudaranya sendiri…:)
Apalagi “cuma” gara2 berbeda pendapat…
Wassalam
pacaranislamikenapa said,
September 23, 2007 at 4:43 pm
wa’alaykumussalam warahmatullah akhuna kaezzar
Baiklah, jika saya bertanya kepada anda, apakah yang ada dibenak anda jika ada yang mengatakan ’saya bisa menjaga syahwat’??
Silahkan dibaca secara utuh tulisan diatas, semoga bisa bermanfaat, adapun kata “pasti” ada syahwat pada saat menyentuh lawan jenis, tentu saja dalam konteks menyentuh lawan jenis semacam pacar atau orang yang kita sukai, karena sebagian dari cinta adalah naluri birahi, inilah naluri yang menstimulus orang untuk berjima’.
Tetapi cinta tidak hanya birahi, ia mengandung segala bentuk kasih sayang, dan lainnya sebagaimana dijelaskan oleh Ustadz Abu Syuqqah.
terima kasih atas nasehatnya, mohon semua kalimat diatas dilihat sebagai nasehat, jujur saya sangat “surprise” ada orang yang sangat yakin bisa menjaga syahwatnya, siapapun pasti ingin agar dirinya bisa termasuk ke dalam orang-orang yang bisa menjaga syahwat, tetapi hal itu tidak mungkin jika kemudian melanggar ketentuan2 Allah SWT.
Wallahu’alam
Pacaran a la ustadz Mustika « kang tutur’s weblog said,
September 24, 2007 at 4:10 am
[...] tuan Mustika pun kecewa terhadap “blog kontra” itu dengan alasan peblognya anonim. (Lucu juga ya?) Dan sayapun tergoda untuk melakukan [...]
kaezzar said,
September 24, 2007 at 6:00 am
Sama2…terima kasih juga buat nasehatnya
Kalo begitu boleh saya ajukan 2 hal ke anda?
1. Definisi syahwat menurut anda?
2. Dari kutipan hadits di atas, menurut anda, mungkinkah pandangan seseorang tidak melahirkan zina mata? mungkinkah ppendengaran seseorang tidak melahirkan zina telinga? dst…?
Wassalam
pacaranislamikenapa said,
September 24, 2007 at 9:07 am
Wa’alaykumussalam warahmatullahi wabarakatuh
Alhamdulillah
menjawab pertanyaan pertama anda, mari kita lihat definisi syahwat didalam Al Quran, Allah SWT berfirman “Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini(syahawati), yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga). (Al Imran:14). Syahwat / keinginan kepada wanita disini tentu dalam arti yang luas, dan salah satu bagian dari apa yang diingini kepada wanita adalah (maaf) keinginan birahi. Nah adakah orang yang tidak merasa birahinya tergelitik ketika dekat dengan lawan jenis yang disukai(kita belum berbicara pacaran lho)?? -pertanyaan ini tidak perlu dijawab, tapi perlu direnungkan, ingat Allah azza wajalla Maha mengetahui apa yang tersembunyi didalam hati kita.
kedua, tentu sjaa pada pandangan mata terhadap hal2 yang umum, maka zina mata bisa kita hindari. Tetapi berbicara pandangan mata kepada lawan jenis yang kita sukai, sangat sulit sekali untuk menghindari zina mata. Ada ‘kesenangan’ hati saat memandang wanita yang disukai, inilah tanda-tanda adanya zina mata itu. Dan itu pula yang mendorong rasulullah SAW untuk menegur ALI RA saat memandang yang tidak seharusnya dipandang, atau saat rasulullah SAW memalingkan pandangan anak paman beliau sendiri saat tertangkap mata sedang memandang wanita yang sedang menunggang kuda. Padahal kedua orang diatas adalah termasuk golongan orang2 yang ‘mulia’, yang tingkat keikhlasan dan keilmuannya terhadap syariat agama ini pastinya melebihi kita, tetapi mereka dengan segera mematuhi perintah rasulullah SAW tersebut.
Semoga bermanfaat, wallahu’alam
wassalamu’alaykum warahmatullahi wabarakatuh
kaezzar said,
September 24, 2007 at 3:53 pm
Kalo boleh saya rangkum, Jadi anda berkesimpulan :
- Jika seorang laki2 memandang lawan jenis yg disukainya…maka PASTI timbul syahwat/birahi karenanya ?
- Dari jawaban no 2, apakah bisa disimpulkan kalo ada kesenangan/kekaguman = syahwat/birahi…?
Wassalam
pacaranislamikenapa said,
September 25, 2007 at 5:05 pm
wa’alaykumussalam warahmatullahi wabarakatuh
Akhuna kaezzar yang dirahmati Allah SWT.
Kita sebagai muslim, setiap kali menemukan persoalan maka tempat kembalinya adalah Al Quran, Sunnah, dan perkataan Ulama yang benar lagi lurus.
Dari sekian banyak tulisan saya, tentunya sangat jelas bagaimana saya menjelaskan kesimpulan saya seperti apa. Saya sudah cantumkan pengertian syahwat menurut Al Quran dimana Allah SWT menegaskan bahwa adanya keinginan (syahawati) kepada wanita dll , saya sudah cantumkan bahwa setiap dari kita ini pasti tercatat pernah melakukan zina(kecil). Saya sudah sampaikan perkataan ulama, dan Saya sudah sampaikan bahwa tidak selamanya syahwat(kpd wanita) itu haram, kecuali tidak dibingkai dengan pernikahan.
Sekarang tinggal anda menentukan kesimpulan anda, apakah syahwat itu?? anda bisa menyangkal apa saja,anda bisa bilang “saya ngga nafsu sedikitpun tuh lihat wanita cantik seksi/ yang saya suka/ pacar saya” tetapi ketahuilah Allah SWT Maha Mengetahui apa yang tersembunyi didalam hati kita. Begitulah keadaannya, dan semua ini nantinya akan kita pertanggungjawabkan diyaumil hisab nanti.
Semoga Allah SWT menunjuki kita kebenaran itu kebenaran dan kesalahan itu adalah kesalahan, aamiin.
Wallahu’alam
wassalamu’alaykum warahmtullahi wabarakatuh
kaezzar said,
September 26, 2007 at 5:00 pm
bisa tolong diperjelas “keinginan” di sini maksudya apa? dan keinginan seperti apa?
wassalam
pacaranislamikenapa said,
September 26, 2007 at 7:41 pm
Wa’alaykumussalam warahmatullahi wabarakatuh
Ketika kita berbicara tentang “keinginan” kepada lawan jenis, maka tidak mungkin tidak, salah satu diantaranya adalah nafsu birahi.
Nafsu jenis ini bisa kita kenali ketika kita merasa ’senang’ saat melihat wajahnya yang cantik atau bagian2 tertentu dari tubuh wanita tersebut, atau karena berdekatan dengannya, atau karena bersentuhan dengannya, dan lain-lainnya yang berorientasi fisik.
Inilah juga kenormalan yang dimaksud oleh mas Herianto, yang pasti dimiliki oleh setiap orang yang
mengakubenar2 normal, sesuai dengan firman Allah SWT “Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini(syahawati), yaitu: wanita-wanita…”(QS Al Imran : 14).Semoga bisa dipahami
wassalamu’alaykum warahmatullah
kaezzar said,
September 27, 2007 at 11:56 am
Mau tanya lagi gapapa ya…
1. Jadi, ketika kita senang melihat wajah yg cantik itu sudah dihukumi timbul birahi ataw baru gejalanya?
2. Jadi lelaki normal = dekat wanita/lihat cewe cantik timbul nafsu birahi?
Wassalam
kaezzar said,
October 2, 2007 at 10:09 am
Hix…belum dijawab…
Saya dicuekin… T-T
Wassalam
pacaranislamikenapa said,
October 2, 2007 at 5:54 pm
Wa’alaykumusalam warahmatullahi wabarakatuh
ga dicuekin kok akh..
Semua dah dijawab, cuma mungkin..jawaban saya tidak memuaskan semua pihak, mohon saya dimaafkan, mungkin antum bisa mencari tempat bertanya yang lebih mumpuni.
wassalamu’alaykum warahmatullahi wabarakatuh
Tidak ada ‘Pacaran ala’ Ibnul Qayyim Al Jauzi « Pacaranislamikenapa’s Weblog said,
November 13, 2007 at 10:15 pm
[...] diri” itu sendiri tidak datang dengan sendirinya, apalagi hanya dengan klaim2 subjektif ’saya bisa menahan nafsu’ dsbnya, tetapi kesucian diri itu datang dari pemahaman dan amaliyah yang benar dan lurus terhadap [...]
yuan said,
December 7, 2007 at 4:29 am
Assalamualaikum…
jujur saja saya adalah satu dari bsnyak korban karena nafsu, saya yakin benar “pandangan mengantar kita pada zina” andai saja smua manusia di dunia ini mampu menjaga/menundukkan pandangannya mungkin tidak akan terjadi banyak penyakit hati yang dihinggapi oleh banyak remaja saat ini… makanya cepet nikah biar tau banyak hal dan terhindar dari zina, doakan saya agar istiqomah ya…
pacaranislamikenapa said,
December 7, 2007 at 7:43 pm
Wa’alaykumussalam warahmatullahi wabarakatuh
Jazakallah akh Yuan..
Anda tidak sendiri akh Yuan..saya dan ikhwah lain pun bahkan seluruh manusia sebenarnya adalah ‘korban’ nafsu
. Dunia saat ini sudah sedemikian rusaknya, aurat ada dimana2, menjaga pandangan sekarang adalah hal yang langka. Tetapi insyaAllah, dengan pertolongan Allah SWT kita memohon dan terus berusaha untuk tidak termasuk ke dalam golongan mereka yang mencari pembenaran demi pembenaran.
Zina besar atau kemaluan mungkin banyak yang terhindar. Tetapi tidak ada satupun manusia yang bisa terlepas dari zina2 kecil semacam zina mata, zina tangan, zina hati, zina mulut, zina kaki sebagaimana sabda Rasulullah SAW. Dan tidak seharusnya kita kemudian mendekati perkara2 yang mendekati zina, karena merasa diri bisa menjaga nafsu dsbnya, Subhanallah. Karena sesungguhnya mereka yang mendekati perkara2 zina itu sebenarnya menunjukkan ketidakmampuan mereka dalam menjaga nafsu. Mereka hanya berprasangka, menduga-duga, tanpa pernah mengerti apa yang mereka duga itu.
Bahkan Ibnu Hazm dalam buku Tauqul Hamaamah, yang dalam terjemahan Indonesia diberi judul “Dibawah Naungan Cinta” mengangkat sebuah syair “Keinginan syahwat jangan kau ikuti, Pangkal segala maksiat jangan kau datangi…
Sungguh setan itu masih hidup dan belum mati..Sungguh mata itu pintu fitnah dan laku keji..
Kau bilang, perkataanmu prasangka belaka, yang bikin dirimu sesat selama-lamanya…
Aku bilang diam dan jangan bicara, Hentikan celamu, setan ada dimana-mana ”
Kemudian dijelaskan “..Nabi Yusuf dan Nabi Daud saja, yang memiliki kualitas diri yang begitu luar biasanya, ternyata masih diperintahkan oleh Allah untuk menjaga dirinya dari bahaya hawa nafsu. Apalagi kita yang manusia biasa, tak memiliki jaminan akan dijaga oleh Allah dari perbuatan maksiat, mesum, dan dosa. Karena itu, kita harus selalu mewaspadai dari bahaya hawa nafsu yang tiba-tiba bisa menimpa kita. Sesungguhnya, hanya kepada Allah saja kita meminta pertolongan. Tanpa pertolongannNya, mustahil kita bisa mengendalikan nafsu kita.
Ingatlah darah yang pertama kali tumpah dimuka bumi, adalah darah dua anak adam yang berkelahi demi memperebutkan perempuan. -jauhkanlah jarak antara kaum lelaki dan kaum perempuan -. Demikianlah Rasulullah SAW mengingatkan”
Semoga Allah SWT selalu mengkaruniakan kita pemahaman yang benar dan lurus atas agama ini, dan istiqomah berjalan didalamnya, aamiin. Tetep istiqomah untuk tidak mendekati zina
.
wassalamu’alaykum warahmatullahi wabarakatuh
neil said,
March 14, 2008 at 11:02 pm
alhamdulillah… akhirnya ada juga yang tergerak mengcounter pacaran Islami,
keep fighting Mas!!
al-Haqqu bayyinun, wal bathilu bayyinun.
waqulil haqqu min rabbikum. faman sya-a falyu’min, waman sya-a falyakfur.
kalau bung kaezzar pengin kufur akan aturan main yang udah Allah tetapkan, gak usah pake label Islami segala..lah. yang haq, ya haq, gak bisa dicampur pake yang bathil. kalo udah jelas pacaran itu haram, ya jangan dicampur pake label islami segala, tul gak?
lanjutnya, kalo pun pengen tersesat, boleh-boleh aja, tapi jangan nyesatin orang…
Tinjauan “Dosa kecil = Perkara Kecil” « Pacaranislamikenapa’s Weblog said,
May 13, 2008 at 10:20 am
[...] yang ini Possibly related posts: (automatically generated)cinta…Dosa kecil tetap kemurkaan AllahPerkara [...]
alkalinesky said,
May 27, 2008 at 3:08 pm
‘dan adapun orang2 yg takut kpd kebesaran Tuhannya & menahan diri dr keinginan hawa nafsunya; maka ssungguhnya surgalah tempat tinggalnya’ (QS 79:41-42). dalam az-zilaal, penyandingan penahanan (kontrol) hawa nafsu dgn surga, adalah krn beratnya usaha itu, dan takut kpd Rabb adalah benteng paling solid untuk melawan serangan dahsyat nafsu; so, tinggal kita pilih yg mana? benar mas, saya pun trmasuk pelaku zina ‘kecil’ itu, ampuni kami ya Rabb..
pacaranislamikenapa said,
May 29, 2008 at 1:22 am
Allahummagh firlana..aminn
No Pacaran said,
October 2, 2008 at 9:39 am
TIDAK ADA PACARAN DALAM ISLAM ! (TITIK)
Arya Penangsang said,
December 26, 2008 at 9:50 am
manusia di ciptakan Alloh dengan kesempurnaan yg sangat luar biaaasaaa….dengn rupa yg indah,dpt kita byngkan andaikan manusia menyerupai selain manusia…subhanallah…
manusia jg di beri akal & nafsu,berusahalah akalmu u/ dapat mengendalikan nafsu..karena itu adalah fitrah manusia,tp jk sebaliknya mk musibahlah yg orng biasa menamakannya……Alloh hu akbar…..
pd para pemuda islam,ada pacaran dalam islam bahkan di khalal kan& Insya Alloh bernilai “ibada,,,YAKNI PACARAN SETELAH MENIKAH..
agus said,
December 30, 2008 at 1:39 pm
Pandangan kepada wanita yg bukan muhrim aja dilarang kok boro2 pacaran, opo yo mungkin???, tanya kenapa?
menurut PENDAPAT SAYA, sekali lagi PENDAPAT SAYA,
larangan ini mungkin dapat dikaitkan dengan ilmu pengasihan yg banyak dikenal sekarang ini, jadi mungkin dengan menjaga pandangan kita tidak akan dapat terpengaruh oleh ilmu semacam itu, tapi ini cuma MUNGKIN,lho
*DISCLAIMER ON*
agus said,
December 30, 2008 at 1:43 pm
O iya sekalian mo tanya ya,
boleh ndak kita menyelidiki orang yg kita suka?,
misalnya dengan alat2 perekam, mengumpulkan data dari orang2 dekatnya dll, soalnya kan susah kalo tau kekurangan pas sudah menikah?
ato yg boleh sebatas apa saja?
tolong dijawab, terimakasih
sang pembelajar said,
January 5, 2009 at 8:14 am
pacaran secara islami hanya setelah menikah. titik.
Btx_aja said,
March 21, 2009 at 6:47 am
Assalamu’alaikum Akh, semoga Allah SWT senantiasa mencurahkan sekalian rahmatnya kpd kita bersama…Akh, tanpa saya pungkiri, saya adalah orang yang lemah dalam menjaga hawa nafsu. Saya mengetahui, benar dan salah yg telah ditetapkan oleh Fitrahnya Islam, akan tetapi, kenapa untuk menjaga hawa nafsu saja, saya tidak punya kuasa. Ada kalanya, iman saya kuat untuk menghindari perbuatan yg akan menjerumuskan kepada zina, tetapi, disaat akal sehat dan hati ini telah dikuasai oleh syaitan, semua itu tampak halal bagi saya. Astaghfirullah,.(!_!)..kesalahan terbesar yg telah saya lakukan adalah menebar janji setia kepada pacar saya untuk tidak meninggalkannya lagi, karna dulu saya pernah memutuskannya. Akhir2 ini, saya merasakan, hubungan kami berjalan tanpa batas, walaupun kami belum melakukan hubungan layaknya suami istri. Betapa hinanya diri saya akh. Dampak dari semua itu dapat saya rasakan, kelapangan yang senantiasa Allah berikan selama ini, serasa diambil kembali oleh Nya…Saya mohon saran dan masukan apapun kepada akhwat/ikhwan, sikap apa yang mesti saya perbuat untuk diri saya dan kepada pacar saya agar kami tidak terjerumus terlalu dalam kepada hubungan sesat ini, disisi lain, saya tidak mau silaturrahmi yang telah lama terjalin dgn teman perempuan saya ini berakhir dgn kekecewaan, karna keluarga kami telah saling kenal…terimakasih atas sarannya, saya harap akhwat/ikhwan mengerti dgn cerita singkat saya, saya harap dgn memberikan comment pada forum ini menjadi awal dari titik balik dari ke imanan saya…Wassalam.
idhul said,
May 25, 2009 at 11:51 pm
Assalamu alaikum apa yng akhi lakukan mudah2an mendapat ridho dr Allah untk senantiasa slng mengingatkan
inu said,
July 4, 2009 at 2:53 pm
sudahlah…. mas .mbak… islam itu luwes… jangan dibuat sulit…
hamba Allah said,
July 30, 2009 at 9:53 am
assalamualaikum…
ana mau tanya nih…..menurut Al-qur’an dan sunnah bahwa hukuman zina bila seseorang itu masih belum menikah maka dia dihukum cambuk 100 x dan diusir keluar negeri selama setahun….
nah dengan hukum di negara kita (Indonesia) yang seperti ini apakah syariat islam itu bisa ditegakkan….?
lalu bila saya pernah melakukan zina dan bertaubat dengan sbenar-benarnya taubat apakah itu belum bisa menghilangkan dosa saya….?karena di negara kita ini hukumnya sangat lemah sekali…..disamping itu saya juga sudah menjadi pegawai tetap disebuah perusahaan….bila hukuman itu dijatuhkan kepada saya dan membuat saya terusir keluar negeri selama satu tahun maka itu akan terasa berat buat saya kalo untuk hukuman cambuk 100x mungkin saya bisa menyanggupinya….saya bingung akhi…beberapa bulan ini saya telah mengikuti kajian atau ta’lim2 yang berlabel ahlus sunnah wal jama’ah…disitu saya temukan kedamaian dan kebenaran akan islam yang sebenarnya,,,tapi tetap yang tidak bisa membuat saya tenang adalah saya selalu teringat akan dosa besar yang telah saya lakukan…saya takut bisa timbul niya’ah dalam diri saya….saya ingin bertaubat dan menjalankan islam sesuai dengan syariatnya….tapi ada ganjalan yang selalu membuat saya menangis didalam hati ini….saya sudah KOTOR tapi saya juga ingin menjadi bersih kembali…sedangkan untuk bersih itu tidak cukup hanya dengan sholat, zakat, wudhlu, ataupun puasa dan amal kita karena semua itu hanya menghilangkan dosa2 kecil kita….lalu saya harus bagaimna akhi…???
admin : wa’alaykumussalam warahmatullahi wabarakatuh
Akhi yang dirahmati Allah SWT.. sesungguhnya tidak ada dosa yang tidak mendapat ampunan Allah SWT kecuali syirik kepadaNya. Allah SWT adalah Rabb yang Maha Pengampun, bahkan Allah SWT berfirman dalam sebuah hadits “”Ketika Allah selesai menciptakan makhluk, Dia menulis di dalam
kitab-Nya, kitab itu disisi-Nya, di atas `arsy, ‘Sesungguhnya rahmat-Ku mengalahkan kemurkaan-Ku’ ” (HR. Bukhari).
Inilah jaminan Allah SWT bagi hamba2Nya yang bertaubat, mengakui kesalahan dan bersungguh2 dalam memperbaiki diri menjadi hamba yang bertaqwa, bahkan bagi mereka yang telah melakukan dosa syirik sekalipun, selama mereka bertaubat dengan sungguh2 dan tidak mengulangi kesalahan itu kembali niscaya mereka mendapat ampunan dari Allah SWT.
Artinya, seberat apapun dosa itu (termasuk syirik) jika kemudian sebelum ajal memanggil, kita masih sempat bertaubat dengan sungguh2, niscaya surga lah tempat kita dikembalikan. Hal ini ditegaskan oleh Rasulullah SAW dalm sabdanya “Jibril berkata kepadaku, `Barangsiapa meninggal dalam keadaan tidak mempersekutukan Allah dengan sesuatu apapun, maka dia pasti masuk surga atau tidak masuk neraka’”. Abu Dzar radhiyallaHu `anhu, berkata, “Dan meskipun dia berzina dan meskipun dia mencuri ?”,Beliau ShallallaHu `alaiHi wa sallam bersabda, “Dan meskipun” (HR. Bukhari)
Ada sebuah hadits yang menggambarkan besarnya sebuah amal yang kita anggap “kecil”
, Rasulullah SAW bersabda “Diampunkanlah seorang wanita penzina yang melewati anjing (yang berada) di atas sumur yang menjulurkan lidahnya dan hampir mati karena kehausan, lalu wanita itu melepas sepatunya dan diikat dengan kerudungnya lalu ia membawa air kepada anjing itu maka (dia, wanita itu) diampuni karenanya” (HR. Bukhari), jadi tidak ada amal baik yang tidak Allah SWT balas dengan berlipat ganda, jika hal itu kita lakukan dengan niat karena Allah SWT. Teruslah belajar agama, teruslah memperbaiki sholat, puasa, zakat, banyak beramal sholeh, teruslah bersama dengan orang-orang yang berusaha untuk menjadi sholeh, jauhi perkara-perkara yang syubhat apalagi yg haram, jauhi perkara2 yang dapat menarik keinginan kita untuk mendekati zina, dsbnya..dan yang paling penting, selalu mengevaluasi niat kita secara berkala, selalu melakukan koreksi diri, agar niat itu selalu terjaga dan teruntuk hanya pada Allah SWT..insyaAllah balasannya adalah surga.
Semoga kita semua dapat bersabar dalam setiap kondisi dan dikuatkan oleh Allah SWT untuk dapat istiqomah dijalanNya..aamiin.
wallahu’alam.
wassalamu’alaykum warahmatullahi wabarakatuh
hambaAllah said,
July 30, 2009 at 8:29 pm
assalamu’alaykum warahmatullahi wabarakatuh
terimakasih banyak akhi atas balasannya jazza kumullahi wa khairan katsiro…..hal diatas membuat ana menjadi optimis dan akan berusaha berpikir positif…..semoga Allah SWT senantiasa memberikan hidayah kepada kita semua agar dapat berjalan diatas dien yang benar…..yaitu Islam…ngomong2 akhi ini berdomisili dimana ? bagaimana menurut pendapat akhi tentang ahlus sunnah wal jama’ah…?
nieX said,
August 19, 2009 at 11:17 am
Ass. wr. wb.
Menarik pembahasan yang telah anda jelaskan, terutama bagian pertanyaan2nya..
Sy cewk kuliah di fak. teknik dimana teknik “dikuasai” cowok. Dari penjelasan2 diatas b’arti sy harus menjaga pandangan akan tetapi dikenyataan sy sangat sulit untuk melakukannya krn sy hrs berinteraksi dengan teman2 sy terutama dg cowk. jika sy melaksanakan dengan patuh soal hubungan cowk-cewk secara islam sy takut hubungan sy dg teman2 sy akan terganggu (renggang).
Saran anda, sy harus bgmn untuk meminimalisir bahaya dari nafsu itu?
Makasih jawabannya…
Wass. wr. wb.
subkhi said,
September 5, 2009 at 6:52 am
Assalamualaikum
Commentnya terlalu banyak. jadi saya tidak membaca semuanya terlebih dahulu. setelah lihat komentar no 11
1. Jadi, ketika kita senang melihat wajah yg cantik itu sudah dihukumi timbul birahi ataw baru gejalanya?
2. Jadi lelaki normal = dekat wanita/lihat cewe cantik timbul nafsu birahi?
saya Ingin ikut berpendapat.
1. Jika kita mencintai seseorang, seharusnya tidak ada pikiran birahi untuk menjima’ atau menzinainya. Karena kalo cinta harusnya ikut menjaga kehormatannya, bukan malah merusaknya.
2. Belum tentu juga sih, meskipun sebagian besar memang begitu. Normal ato tidak, sangat sulit untuk mendefinisikannya. Oleh karena itulah kita disuruh menutup aurat dan menjaga pandangan.