September 23, 2007 at 12:21 pm (Renungan)
Assalamu’alaykum warahmatullahi wabarakatuh
‘Menarik’ sekali membaca seluruh tulisan2 SPPI, apalagi terkait dengan komentar SPPI dan para pendukung pacaran islami yang berhujung kepada sebuah kesimpulan yang “dahsyat”. Sebelum saya nyatakan kesimpulannya seperti apa, ada baiknya kita lihat komentar2 mereka.
adit berkata “saya normal kok, tapi alhamdulillah bisa jaga syahwat. saya yakin juga banyak yang seperti saya.” Read the rest of this entry »
33 Comments
September 23, 2007 at 9:12 am (Tafsir)
قُل لِّلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّوا مِنْ أَبْصَارِهِمْ وَيَحْفَظُوا فُرُوجَهُمْ ذَلِكَ أَزْكَى لَهُمْ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا يَصْنَعُونَ
“Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat”. (QS An nur : 30) Ini merupakan perintah Allah kepada hamba2Nya yang beriman agar mereka menahan pandangan dari perkara2 yang haram diihat. Janganlah melihat kecuali kepada hal-hal yang dibolehkan untuk dilihat dan hendaklah mereka menahan pandangan dari perkara2 yang haram untuk dilihat, maka hendaklah ia segera memalingkan pandangannya seperti yang diriwayatkan oleh Muslim dalam shahihnya, dari Abu Zur’ah bin Amr bin Jarir dari kakeknya, yakni Jarir bin ‘Abdillah Al Bajali RA, ia berkata “Aku bertanya kepada rasulullah SAW tentang pandangan spontan. Beliau memerintahkanku agar segera memalingkan pandangan.” Read the rest of this entry »
Leave a Comment
September 23, 2007 at 9:04 am (Renungan)
(tarbawi, edisi 131 th.7/11 mei 2006 M)
Sesekali kita mungkin terperangkap dalam kebatilan, itu manusiawi. Karena kita punya nafsu. Ya, nafsu yang selalu mengajak kepada kejahatan dan kemaksiatan. Kecuali nafsu yang diberi rahmat oleh Allah SWT. Meskipun cenderung kepada kejahatan, namun kehadiran nafsu pada diri kita tidak untuk disesali, ataupun dicerca. Sebab dengan perpaduan akal, justru disitulah letak kesempurnaan penciptaan kita sebagai manusia. Kita bukan malaikat yang hanya diberi akal tanpa nafsu, yang sepanjang hidupnya untuk beribadah tanpa sedikitpun rasa bosan, lelah, dan tak pernah membantah. Yang tidak manusiawi dalam hidup ini adalah ketika terus-menerus melakukan kebatilan demi memperturutkan hawa nafsu. Dan sangat lebih tidak manusiawi lagi bila suatu kebatilan yang kita lakukan itu terus berulang, bahkan kita seakan konsisten denganya seolah tidak terjadi apa2, dan dengan santai masih bisa tertawa lepas, senang dan bahagia.
Padahal kita bukanlah hewan yang hanya diberi nafsu tanpa akal, yang hidupnya hanya sekedar untuk makan, tidur, dan berkembang biak. Hanya keledai, hewan yang sering dijadikan simbol kedunguan, yang terbiasa terperosok berulang kali ke dalam sebuah lubang yang sama. Kita diciptakan dengan sistem keseimbangan yang sangat luar biasa agar kita dapat menata diri kita masing2 sukses memadukan antara nafsu dan akal. Sukses meraih kebahagiaan hakiki, dan sukses mendapatkan tempat yang istimewa disisi Allah Yang maha Tinggi. Karena itu kita tidak boleh berlama-lama ketika terperangkap dalam sebuah kebatilan. Kita mesti bebas, melepaskan diri dari belengguny Read the rest of this entry »
4 Comments
September 23, 2007 at 9:02 am (Renungan)
Barangsiapa yang mengaku benar dalam suatu hal, maka ia harus memegangnya dan mengungkapkannya dengan bukti-bukti kebenaran”(Abul Hasan Ali Bin Ibrahim Al Hushri)
(Tarbawi, edisi 160 th.8/3 agustus 2007M)
Pemuda itu bingung sekali. Setelah makan buah apel yang ia petik ia baru sadar, bahwa ia telah makan sesuatu milik orang lain tanpa izin. Kisahnya bermula saat lapar betul2 menyerang. Pemuda miskin yang taat itu sedang menuntut ilmu. Karena tak punya apa2, ia keluar mencari apa yang bisa mengganjal rasa laparnya yang sangat. Ditengah jalan, ada kebun apel yang salah satu pohonnya menjulur ke jalanan. Ia petik satu dan ia makan.
Read the rest of this entry »
Leave a Comment