Assalamu’alaykum warahmatullahi wabarakatuh
Allahu akbar..
Mari kita lihat keanehan lain yang ditampilkan oleh sang penggagas ide pacaran islami ini. Beliau berkata “Dalam pengamatanku, banyak muda-mudi belum tahu kapan saat terbaik untuk pacaran secara islami. Akibatnya, ketika saatnya tiba, kesempatan ini berlalu begitu saja. Aktivitas pacaran mereka malah lebih digiatkan pada waktu-waktu yang bukan saat terbaik.”Perhatikan ikhwah fillah kalimat-kalimat tersebut, karena dalam sebuah kesimpulan sang penggagas mengira bahwa pacaran islami itu adalah “sunnah”. Kita mengenal terminologi hadits yang mengatakan adanya ’sunnah hasanah’(sunnah yang baik) dan ’sunnah sayyiah’(sunnah yang buruk). Pertanyaannya menjadi “pacaran islami itu sesungguhnya termasuk sunnah yang mana??” jikalau sunnah hasanah maka harus merujuk kepada dalil-dalil Al Quran dan Hadits, dan sayangnya dalil-dalil yang digunakan untuk “menghalalkan” pacaran islami tidak satupun yang nyambung dan bahkan jauh dari maksud sebenarnya, dan itu berarti pengertian “sunnah” menurut sang penggagas hanya mengarah kepada ’sunnah sayyiah’ atau kebiasaan yang buruk. Setidaknya, kalaupun bukan rasulullah SAW yang melakukan pacaran islami itu minimal ditampilkan riwayat adanya sahabat radhiallahu’anhum yang berpacaran dahulu sebelum menikah (dijamin pasti ga ada), nah kalau contoh rasulullah SAW saja tidak ada, contoh para sahabat ra juga tidak ada, dimana letak islaminya pacaran tersebut ??semakin yakinlah kita bahwa sunnah yang dimaksud adalah sunnah sayyiah atau sunnah yang buruk. Akankah kita mau menjerumuskan diri ke dalam kebiasaan yang buruk, na’udzubillah. Read the rest of this entry »